
"Bayu ini semua karena istrimu," ungkap Leon yang belum bisa meredakan rasa kesalnya pada Bayu dan juga Nayla.
"Kau ini kenapa Leon, selalu saja menyalahkan istri tercintaku itu?" Sahut Bayu sembari menahan tawanya.
"Cih, tercinta. Saat ini kau bisa bilang dia istri tercinta mu. Tunggu saja, saat dia akan membuat hidup mu tiarap seketika, aku yakin mulut mu itu tak akan lagi mengatakan istri tercinta ku lagi tapi berganti dengan istri menyebalkan ku, hahahaha...." balas Leon dengan keyakinannya.
Perkataan Leon itu, disambut tawa oleh kedua adik iparnya yang sama-sama tak menyukai tingkah menyebalkan Nayla.
"Sepertinya kalian sedang menertawakan sesuatu yang tak akan pernah terjadi. Dia tak menyebalkan seperti yang kalian kira, apalagi aku punya pawang untuk membuat istriku menunduk patuh pada ku." Ucap Bayu.
Ketiga hot papa yang sedang tertawa pun berhenti seketika, ketika mendengar Bayu memiliki pawang Nayla.
"Pawang?" Tanya ketiganya dengan kompak.
"Iya, aku punya pawang yang bisa aku pengaruhi. Jujur istri ku itu lebih mencintai pawang yang ku miliki dari pada diriku sendiri. Menyedihkan memang, tapi itu cukup menguntungkan. Hahahaha..." jawab Bayu yang giliran tertawa, walaupun seorang diri.
Bayu kemudian meninggalkan ketiga hot Papa ini yang sedang merasa penasaran dengan siapa pawang Nayla yang Bayu maksud. Sepeninggalan Bayu. Ketiga hot Papa ini, berpikir keras siapa pawang yang dimaksud oleh Bayu. Jika mereka tahu siapa pawang itu, mereka akan menggunakan pawang itu sebagai alat balas dendam mereka.
"Apa mungkin Hendra?" Tebak Jimmy dan mendapat gelengan kepala dari Leon dan Andre.
"Apa mungkin Amel? Sahabatnya yang sebelas dua belas dengan dia? Tebak Jimmy yang kembali mendapatkan gelengan kepala dari Leon dan Andre.
"Kalau kedua orang tuanya pasti tidak mungkin kan?" Tanya Andre kali ini.
__ADS_1
"Ya, benar. Bayu tak sekurang ajar itu," tambah Leon.
"Ya benar, tidak mungkin kedua orang tuanya." Tambah Jimmy yang sependapat dengan kedua saudara iparnya.
"Berarti siapa ya? Tidak mungkin juga kedua orang tua Bayu, karena kedua orang tuanya itu malah selalu menuruti apa yang Nayla katakan." Ucap Leon yang mengetahui jelas bagaimana perangai kedua orang tua Bayu yang sangat memanjakan Nayla, semenjak ia bertetangga dekat dengan Bayu dan Nayla.
Ketiganya pun kembali terdiam sembari menyesap sebatang rokok yang ada di tangan kanan mereka. Mereka masing-masing saling berpikir suapa pawang yang dimaksud oleh Bayu. Dan tiba-tiba saja Leon berteriak mengagetkan kedua adik iparnya.
"AHHA!! Aku tahu, siapa pawang si Naylul alias pentol korek," ucap Leon dengan begitu bersemangat, hingga mengejutkan kedua adik iparnya.
"Siapa?" Tanya kedua adik iparnya yang tak kalah bersemangat.
Meski mereka sudah kompak mengibarkan bendera putih pada Nayla, namun jauh dilubuk hati mereka masih berkeinginan membalas semua perlakuan jahil istri Bayu yang selalu membuat mereka susah selama ini.
"Calon menantu mu Ndre. Naylul tak pernah berkata tidak pada semua keinginan Sultan. Kita bisa gunakan dia, untuk mengerjai istri Bayu yang jahil itu." Ucap Leon yang begitu menaruh dendam pada Nayla.
"Aku tidak berani menyentuh calon menantuku itu, aku menyerah saja." Andre angkat tangan pada kedua saudara iparnya.
"Kau ini cemen sekali, padahal kau ini bisa menggunakan putri mu, agar dia mau menurut dengan kita." Ucap Leon yang mempengaruhi Andre.
"Tidak, mulut anak Bayu itu sama dengan mulut Nayla. Meski mereka tidak ada ikatan darah. Tapi tingkah putra Bayu itu benar-benar mirip dengan tingkah Nayla. Sorry aku gak mau ikutan, aku tidak mau cari masalah dengan istriku." Balas Andre yang membuat Leon kecewa.
"Lalu bagaimana dengan mu Jim, kau mau menyerah pula seperti Andre hah? Mafia payah kau jika melempem seperti dia." Tanya Leon yang sudah hopeless terlebih dahulu.
__ADS_1
Ia bisa bicara seperti itu, karena ia sudah bisa menebak, biasanya Jimmy selalu mengikuti jejak Andre, namun kali ini tebakan Leon salah. Jimmy benar-benar menaruh dendam besar pada Nayla.
Bagaimana tidak. Di saat dia meminum obat perangsang itu dan dalam mode on fire, dia harus membantu persalinan dadakan sang istri seorang diri, tanpa penuntasan dan malah dihadapkan disituasi menegangkan. Kejadian saat itu bukanlah hal biasa dan cukup mudah untuk Jimmy lalui.
Ingin sekali Jimmy mengumpat dan merutuki semua kekonyolan ini, tapi istrinya sedang berjuang melahirkan putra putri mereka. Setelah persalinan selesai dan dokter pun sudah melakukan penanganan pada istri dan kedua anaknya, untungnya Endah pengertian dan mau membantunya menyelesaikan hasratnya meski ia harus merelakan bokongnya di pukul dan dicubiti oleh Endah yang merasa mual.
"Aku akan membantu mu, tenang saja. Kita sama-sama memiliki dendam kusumat padanya. Tapi kita harus rencanakan semuanya dengan matang, agar rencana kita berhasil. Ingatlah lawan kita bukanlah lawan yang biasa. Dia sangat luar biasa. Hahahaha..." jawab Jimmy yang diakhiri tawanya yang menggelegar.
Tak dapat dibayangkan, seorang wanita usil berhasil memporak-porandakan keluarga besar Adijaya dan Kusuma. Bukannya dibenci malah keusilan Nayla sangat disukai oleh orang tua mereka terlebih Paman Adam dan Kakek Abraham yang selalu memberikan hadiah pada Nayla jika berhasil membuat mereka tertawa terbahak-bahak karena mengetahui aksi jahilnya yang di luar nalar itu.
Mengapa bisa Paman Adam dan Kakek Abraham menyukai kejahilan Nayla? Pasalnya dua pria berumur ini dulunya hidup di dunia satu warna. Tidak ada tawa di dalam hidup mereka. Mereka terlalu serius menghadapi hidup ini, hingga lupa cara tertawa dan bahagia. Namun setelah ada Jessica ditambah lagi Nayla. Mereka merasa hidup mereka lebih berwarna.
"Ok, kita akan atur rencana setelah, kita kembali ke kota J."
"Hah, lama sekali, aku sudah tak sabar-----" ucapan Jimmy terpotong.
"Di sini tidak aman, banyak mata-mata. Kau tahu sendiri. Kubu si pentol korek itu sangat banyak. Sedang kita hanya berdua." Sambung Leon yang menyadarkan Jimmy akan hal itu.
"Iya kau benar. Baiklah bersabar untuk menang tidak apa. Asal jangan sampai kita gagal lagi dan berujung senjata makan tuan." Ucap Jimmy dengan harapannya.
Sementara di dalam kamar Bayu tengah menceritakan apa yang dibicarakan dirinya dengan tiga hot papa itu pada istrinya. Bayu mengadukan semuanya tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebih-lebihkan. Nayla malah tersenyum bahkan tertawa mendengarnya.
"Pasti dia akan memggunakan anak kesayanganku untuk mengerjaiku. Hahahaha... Sultan bekerja samalah dengan Mami, Nak. Karena peperangan akan segera di mulai." Ucap Nayla yang malah mendapat jitakan dari Bayu.
__ADS_1
"Mau sampai kapan kalian akan seperti ini, apa tidak bosan?" Ucap Bayu saat menjitak istrinya
"Tidak, ini malah menyenangkan, seperti bermain Roller coaster Pih, hahaha..." balas Nayla yang malah memeluk tubuh suami tercintanya.