Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 137


__ADS_3

"Bicaralah, jangan membuang waktu ku sia-sia lagi!" Ucap Bayu yang sedang sibuk membalas pesan dengan Jimmy mengenai hasil pertemuannya yang mentah malam ini.


"Maafkan aku Bay, jika tim kerja ku tak sesuai dengen ekspektasi mu. Aku pun baru dalam dunia bisnis pembangunan seperti ini. Jadi tolong harap maklumi diri ku, Bay," ujar Diana yang masih setia menatap wajah Bayu dengan tatapan mata penuh damba, namun Bayu masih saja mengacuhkan dirinya.


"Bay, apa kau mau kopi, aku pesankan ya. Biasanya kau suka minum secangkir kopi untuk merilekskan pikiran mu." Tawar Diana yang memulai aksinya.


Bayu sama sekali tak menaruh curiga pada Diana yang sudah merencanakan akan memasukan obat perangsang di dalam minuman Bayu. Sehingga Bayu menerima begitu saja penawaran Diana.


"Boleh, satu cangkir black coffee dengan sedikit gula," jawab Bayu tanpa melihat kearah Diana. Ia masih sibuk dengan ponselnya tanpa memperhatikan pergerakan Diana yang sangat mencurigakan.


Sementara Diana melancarkan aksinya. Nathan dan Septi yang duduk tak jauh dari mereka pun terus memperhatikan pergerakan Diana. Dengan arahan Leon. Mereka sengaja membiarkan Diana melancarkan aksinya dengan sangat mulus.


Bayu menengguk secangkir kopi yang sudah diberikan obat perangsang oleh Diana. Sudah cukup lama Bayu meminumnya namun tidak terlihat ada reaksi apapun pada diri Bayu.


Bagaimana mau bereaksi, jika Nayla sudah memakai pisang Raja Bayu hingga tak bisa bangkit lagi hari ini, hingga rasa gusarnya benar-benar hilang. Ia memakai pisang raja Bayu hingga titik darah penghabisan. Itulah mengapa Bayuu hingga tertidur karena kelelahan. Ketika kegusaran Nayla sudah tak dirasakan lagi. Saat ini malah Diana dan Tyo yang terlihat sangat gusar dengan Bayu. Karena Bayu sama sekali tak merespon obat perangsang yang mereka berikan itu.


Untuk mengecek pelayan itu memberikan obat perangsang itu atau tidak, Tyo menghampiri Yono yang sudah ia bayar mahal untuk mencampurkan minuman Bayu dengan obat perangsang.


"Hai pelayan, apa kau tidak mencampurkan obat itu keminuman yang tadi kau buat hah?" Tanya Tyo dengan wajah garangnya.

__ADS_1


"Sudah Tuan, saya sudah mencampurnya, sesuai dengan apa yang Tuan perintahkan tadi siang pada saya." Jawab Yono dengan rasa ketakutannya.


Yono sangat takut dengan wajah Tyo yang mengguratkan rasa tak percaya dan marah pada dirinya. Sungguh sial baginya hari ini, karena dua kali terkena marah dari orang yang berkuasa.


"Arghhhh... Mana mungkin ini bisa terjadi? Apa dia punya ilmu kebal, obat perangsang dengan dosis tinggi itu sama sekali tak berpengaruh pada dirinya." Gumam Tyo yang merasa sangat heran.


Pasalnya dia membeli obat itu dalam jumlah yang cukup banyak dan sudah menguji coba obat tersebut dengan teman-temannya, dan hasilnya obat itu sangat bereaksi pada teman-temannya dan juga pada dirinya. Sungguh Aneh obat itu tidak bereaksi pada Bayu.


Tak hanya Diana dan Juga Tyo yang merasa keheranan, Leon dan kedua anak buah Bayu pun terlihat sangat heran. Mereka sudah siap untuk melakukan rencana pertolongan yang telah disusun oleh Leon. Hingga mereka sudah siap siaga di sana


"Apa Pak Bayu sudah tidak normal? Lihat Diana terlihat begitu frustrasi obat yang dia berikan sama sekali tidak manjur. Sedangkan Pak Bayu terlihat sangat santai sekali memainkan ponselnya." Gumam Septi pada Nathan yang duduk disampingnya.


"Mungkin dia membeli obatnya di Abang klotokan, jadi tidak manjur saat di minum Pak Bayu." Sahut Nathan asal menanggapi ucapan Septi sembari menahan tawanya.


"Loh kok kau tahu, Abang klotokan jualan tali Br@ transparan. Jangan-jangan kau pernah membelinya ya?" Tanya Nathan meledekdengan tuduhannya pada Septi.


"Ya Tentu saja, memang ada masalah jika aku membelinya di Abang klotokan?" Jawab Septi ketus.


Sementara Septi dan Nathan berdebat. Bayu malah beranjak pergi meninggalkan Diana karena Nayla sudah menghubunginya dan marah-marah. Nayla paling tidak suka di minta menunggu seorang diri dan terlalu lama seperti ini.

__ADS_1


"Sorry Diana, mungkin jika kamu masih ingin bicara dengan ku, bisa lain waktu. Karena istriku sudah menghubungi ku, meminta ku untuk kembali." Ucap Bayu yang segera berdiri dan memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku celananya dan menjinjing tablet kerjanya.


"Ee-eee Bay, apa aku boleh ikut pulang bersama mu?" Ucap Diana yang berusaha menghentikan langkah kaki Bayu meninggalkan dirinya.


Diana masih saja berusaha mendekatkan dirinya pada Bayu. Ia berharap siapa tahu saja di tengah perjalanan pulang, obat itu bereaksi dan rencananya menikmati malam panas bersama Bayu dapat terlaksana, walaupun melakukannya tidak di hotel mewah seperti yang dirinya dan Tyo siapkan. Bayu tersenyum mendengar permintaan Diana yang ingin pulang bersamanya.


"Maaf Dian, aku dan istriku malam ini sedang bermalam di hotel ini, dan sekarang dia sedang menunggu ku di kamar kami. Karena ulah tim kerja mu yang tak mengerti apa-apa dalam bekerja, aku buat istri kecilku itu menunggu terlalu lama seorang diri di kamar kami." Tolak Bayu dengan sopan meskipun dengan kalimat sindirannya.


Bayu masih bersikap ramah pada Dian dan masih menganggap Diana sebagai seorang teman, meskipun dirinya paham betul jika Diana menginginkan hubungan lebih dari seorang teman dari dirinya.


Diana yang kembali mendapatkan penolakan Bayu, merasa sangat sedih. Rencananya malam ini berantakan semuanya, karena obat perangsang itu tidak merespon di tubuh Bayu. Bayu sedikit membungkuk tubuhnya sebelum pergi dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Diana yang berdiri mematung melihatnya.


Di sudut kamar Leon dan Anna. Leon juga sedang melakukan hal yang sama seperti Tyo pada Yono. Ia menghubungi Yono menanyakan hal yang sama seperti Tyo. Apakah Yono tak menuang obat tersebut ke dalam minuman Bayu yang ia buat tadi? Yono pun menjawab yang sama seperti saat ia menjawab pertanyaan Tyo.


Leon tertawa setelah mendengarkan jawaban Yono. Ia benar-benar merasa aneh dan merasa luar biasa dengan sepasang suami istri ini. Pasalnya Tuhan begitu unik menyatukan mereka.


Nayla yang super jahil dan tengil yang selalu membuat dirinya dan kedua adik iparnya direpotkan karena virus hasutan dirinya pada istri-istri mereka, dan juga Bayu yang merupakan teman bisnisnya, ternyata punya banyak kelebihan menurut Leon. Selain punya kesabaran ekstra menghadapi kelakuan Nayla, ia juga memiliki ilmu kebal dengan obat perangsang.


Namu ternyata dugaan Leon dan yang lainnya mengenai Bayu kebal akan obat perangsamg ternyata salah. Setelah kembali ke kamarnya, berbincang sedikit dengan sang istri kemudian pergi untuk mandi di kamar mandi.

__ADS_1


Bayu mulai merasakan ada sesuatu hal yang berbeda pada tubuhnya. Pandangan mata Bayu terlihat terganggu. pandangannya tidak fokus dan berbayang, jantungnya mulai berdebar kencang, meskipun ia sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower mandinya, suhu tubuhnya terasa meningkat, ia merasakan panas dan kepalanya terasa sangat pusing. Pusing yang ia rasakan sama seperti pusing ketika tak mendapatkan jatah dari Nayla. Bukan pusing karena ingin pingsan.



__ADS_2