
"Daddy...!!" Pekik Jessica yang berjalan dengan membawa perut besarnya menuju ruang kerja sang suami.
Andre terlonjat kaget mendengar pekikan suara Jessica yang meneriaki namanya. Ia berlari terbirit-birit menghampiri sang istri. Tak perduli, pinggangnya menubruk pinggangnya, dan kakinya yang tersandung dengan karpet permadani yang membuatnya jatuh terguling-guling. Ia sangat takut terjadi sesuatu hal yang buruk dengan sang istri.
Andre tertunduk lemas saat ia mendapati sang istri tengah berjalan santai sambil meneriaki dirinya.
"Mommy ya Tuhan, Daddy kira kenapa manggilin Daddy teriak-teriak kaya gitu. Ternyata Mommy gak kenapa-kenapa." ucap Andre yang malah duduk lemas di atas lantai.
"Kata siapa gak kenapa-kenapa? Daddy, Mommy mau Daddy beliin Mommy rumah di kota J sekarang juga, kalau bisa satu kompleks dengan Nayla." Pinta Jessica yang ikut duduk di atas lantai dengan Andre.
"Hah! Yang benar saja Mom, Beli rumah kok kaya beli permen." seru Andre sembari mengelengkan kepalanya.
Melihat Andre menggelengkan kepalanya, Jessica malah menitikan air matanya. Ia berprasangka jika Andre tak ingin membelikan rumah untuknya.
"Mommy kok nangis. Jangan nangis dong sayang! Memangnya Mommy sudah gak mau tinggal di apartemen hum? Kita kan tak akan sering tinggal di sana, hanya sekali waktu saja Mom," pungkas Andre yang malah membuat Jessica tambah sedih.
"Mommy gak mau tinggal di kota ini, terlalu asing bagi Mommy. Mommy mau tinggal di sana. Ke sininya sesekali waktu saja." balas Jessica yang memasang wajah sedihnya.
Andre terdiam, tak langsung mengiyakan permintaan istrinya.
__ADS_1
"Daddy sudah gak sayang Mommy kah? Sudah pelitkah? Ok baiklah. Mommy akan minta sama Kakek saja." Ancam Jessica yag malah membuat Andre memeluknya.
"Jangan ngomong begitu dong sayang! Daddy sangat sayang sama Mommy, sekarang Daddy beliin ya. Tapi cerita dulu, kenapa tiba-tiba ingin unya rumah di kota J." Ucap Andre yang mencoba menanyakan penyebab sang istri tidak ada angin tak ada hujan minta dibelikan rumah begitu saja.
"Tadi Nayla telepon Mommy, dia dan Anna menertawakan Mommy yang gak punya rumah di sana. Untuk praktek bermain di kolam renang saja harus jauh-jauh pulang ke kota D dulu." Ucap Jessica yang menangis sedih karena bawaan hormon kehamilannya yang tak bisa sedikit menyenggol hatinya.
"Dasar pentol korek," umpat Andre dalam hatinya. Saat melihat istrinya menangis karena Nayla.
"Sudah ya sayang jangan nangis, Daddy akan hubungi Jimmy untuk mengurus semuanya. Besok kita kembali ke kota J dan buat kejutan pada teman mu yang paling baik itu ya. Sekarang ayo Daddy antar ke kamar." Ucap Andre yang kemudian bangkit menggendong istrinya ke dalam kamar.
Setelah itu Andre benar-benar menghubungi Jimmy. Ia benar - benar akan membeli rumah satubkomplek dengan Nayla. Bahkan dia akan membuat kediaman Naylanitu di jepit antara Jimmy dan Leon, serta berhadapan langsung dengan rumahnya.
"Kena kau Bayu, istri mu sudah mengibarkan bendera perang pada ku." Ucap Andre setelah mendapatkan kabar jika keinginannya sudap di urus oleh Jimmy dan siap di huni esok pagi.
"Rumah di dekat kita udah laku kayanya Pih, kita punya tetangga baru sekaligus empat nih. Wah jadi rame dong gak sepi lagi. Suara desa.han Mami kayanya volumenya harus dikecilin nih." Ucap Nayla yang merasa tak curiga.
Sedang Bayu, tidak seperti Nayla. Dia menatap penuh curiga dengan lakunya keempat rumah di dekatnya secara bersamaaan.
"Sepertinya aku harus segera mencari kediaman baru, aroma-aroma tak sedap sudah tercium di hidungku." Gumam Bayu yang sangat menaruh curiga dengan semua ini.
__ADS_1
Jika kalian bertanya kenapa jadi empat rumah, itu karena Andre menyiapkan rumah untuk para pengawal mereka yang tak mungkin tinggal satu rumah dengannya. Dikarenakan rumah di perumahan ini tak sebesar mansion yang ia miliki ataupun apartemnen miiknya yang hanya tinggal berikan unit-unit yang mereka butuhkan.
Di dalam kamar, Bayu tak bisa memejamkan matanya. Ia khawatir jika sampai bertetangga dengan ketiga mahkluk astral yang menakutkan itu. Dapat dipastikan hidupnya tak akan tenang.
"Mami...Mami...!!" Panggil Bayu pada Nayla yang sudah masuk kealam mimpinya.
"Apa si Oppa lee," racau Nayla yang kembali memimpikan suami dunia perhaluannya.
"Eh Mami, bangun!!" Panggil Bayu yang mengguncangkan tubuh Nayla dengan kencang agar istrinya itu terbangun dengan mimpi yang suaminya anggap sangat menyebalkan itu.
"Ishhh... Papi ngapain sih ganggu orang tidur aja, lagi mimpi enak-enak juga." Protes Nayla yang malah merubah posisi membelakangi dirinya.
"Eitsss Mami, jangan coba-coba memimpikan pria lain selain Papi. Apalagi mimpi yang enak-enak sama dia, kamu udah selingkuh dari Papi Mih," omel Bayu yang cemburu buta.
"Apa sih Papi ini, mana ada mimpi dibilang selingkuh, jaham hiperbola deh yang ujungnya bikin Mami hipertensi hah, tidur udah malam jangan ganggu orang, udah dikasih jatah masih aja ganggu, besok lagi bisakan," balas Nayla yang juga mengomel pada Bayu.
"Cih, siapa yang minta lagi, Papi cuma mau nanya." Sahut Bayu yang masih nampak kesal.
"Besok aja bisakan, jangan sekarang ngantuk berat nih Mami pih, ngangkang lama tuh pegel Pih, butuh tidur, butuh istirahat, tenaga Mami udah terkuras sama Papi." Balas Nayla dengan mata yang berat untuk terjaga.
__ADS_1
"Apa sih kamu itu Mih, cuma teriak-teriak aja kamu bilang capek, apalagi Aku yang bergerak ngikutin maunya kamu." Sahut Bayu yah tak mau kalah.
" Teriak juga butuh tenaga, udah ah Mommy mau tidur. Papi kalau gak mau tidur, di merem-meremin matanya biar lama-lama juga tidur ya, sayang Papi," ucap Nayla yang menepuk pipi Bayu pelan dan kemudian kembali tidur lagi.