Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 115


__ADS_3

"Hahaha... Maaf sengaja." Ucap Nayla tanpa rasa bersalahnya. Ia memandangi wajah suaminya yang lumayan merasa kesakitan karena perbuatannya.


"Mami KDRT terus sama Papi sejak kemarin ya, gabung sama mereka buat kamu jadi kaya gini Mih, sungguh tak patut diteruskan," protes Bayu dengan wajah di tekuknya.


"Apa sih Papi ini, jangan bawa-bawa mereka deh, ini tuh salah Papi sendiri. Kenapa jahilin Mami?" Balas Nayla yang tak terima teman-teman barunya ikut terbawa-bawa.


"Kamu yang kenapa Mih, berenang pakai bikini begini hum? Mau mancing Pak jono dan security kita lihat keindahan tubuh kamu gitu." Sahut Bayu yang nampak kesal dan marah, ia takut tubuh istrinya dilihat pria lain selain dirinya.


Melihat Bayu mulai marah dan tahu kesalahannya, Nayla mulai menggunakan rayuan mautnya. Ia mengalungkan lengannya di leher Bayu dan mengedipkan mata genitnya pada Bayu yang tengah menahan tawanya.


"Mereka ga ada Pih, Pak Jono pergi ikut Sultan kerumah Daddy dan Mommy. Pasti Bi Lastri sudah mengunci pintu rumah kita rapat-rapat saat Mami berenang dengan pakaian seperti ini, agar security kita gak masuk ke dalam dan lihat Mami berenang dengan pakaian seperti ini." Balas Nayla yang menatap bibir Bayu yang nampak seksi dimatanya.


Bibir suaminya ini seakan melambai-lambai ingin di sentuh oleh dirinya. Dengan jemarinya yang terlihat kisut karena terlalu lama berenang Nayla menyentuh bibir Bayu.


"Benarkah?" Tanya Bayu yang menarik pinggang Nayla.


"Benarlah Pih, buat apa Mami bohong." Jawab Aqilla lagi yang memajukan bibirnya mendekati bibir Bayu.


Nayla terus menciumi bibir suaminya yang selalu membuatnya kecanduan hingga iatak menyadari jika pengait branya sudah dibuka oleh tangan Bayu yang cekatan membukanya.


Ia melepaskan pangutannya pada bibir Bayu ketika ia hampir kehabisan nafas. Matanya terbelalak ketika melihat bra dan ****** ******** sudah mengambang di kolam.


"Hah, Papi jeroan Mami ngambang tuh ah kok bisa sih!!" Pekik Nayla yang berusaha melepaskan pelukan Bayu di pinggangnya.


Ia ingin mengambil pakaian dalamnya yang ia sebut jeroan. Namun Bayu malah menahan tubuhnya dan malah menempelkan benda pusakanya pada milik Nayla.

__ADS_1


"Junior ku ingin masuk di sini boleh Mih?" Tanya Bayu dengan wajah yang dipenuhi kabut gairah.


"Wani piroo?" Jawab Nayla dengan mengalungkan kedua tangannya kembali ke leher Bayu.


"Semua yang ada diriku untuk mu sayang," jawab Bayu yang membuat Nayla tersenyum.


"Penawaran yang bagus, gaslah Pak Bayu, tapi hati-hati ya,sudah ada kecebong mu yang tengah tumbuh di rawa-rawa ku." Jawab Nayla yang mempersilahkan Bayu melakukan penyatuan mereka di dalam kolam renang untuk pertama kalinya.


*


*


*


Diperjalanan Nayla hanya menghabiskan waktunya untuk memejamkan matanya. Tubuhnya lelah di pompa habis-habisan oleh Bayu di kolam renang tadi.


Mobil yang dikendarai Bayu telah sampai di sebuah showroom mobil dimana ketiga teman bisnis beserta istri-istri mereka telah tiba terlebih dahulu di sana.Nayla yang nyawanya masih belum ngumpul, berjalan dengan dipapah Bayu.


"Kita mau ngapain di sini Pih?" Tanya Nayla yang tidak tahu maksud kedatangan mereka ke sini untuk apa.


Sungguh Nayla saat ini ingin mencari kasur untuknya kembali melanjutkan tidur. Dia sedang tak bersemangat melakukan aktivitas lain selain tidur.


"Mau beli sepeda, biar kamu bisa olahraga di rumah," jawab Bayu yang memancing konsentrasi istrinya yang menidurkan otak dan pikirannya.


"Papi ini tuh showroom mobil buka toko sepeda. Mana ada sepeda di sini." Protes Nayla yang mencubit pinggang Bayu hingga Bayu meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sakit sayang, jangan cubit pinggang Papi kaya gitu dong." Balas Bayu yang tersenyum melihat wajah ditekuk Nayla.


"Lama sekali kau Bay, jalan mu itu seperti keong racun. Lelet sekali." Umpat Jimmy yang tangannya sudah merah-merah karena dicubiti istrinya yang tak sabar menunggu kedatangan Nayla.


"Hidup itu perlu bersabar Jim, aku ini tak punya pintu Doraemon yang bisa sampai ketempat tujuan dengan sekali waktu." Balas Bayu.


"Helehhh... Bagaimana mau cepat sampai kalau kalian bercocok tanam dulu sebelum kesini." Sahut Jimmy yang tahu apa yang dilakukan keduanya sebelum ke showroom ini.


"Hah, bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Bayu yang terperangah tak percaya, jika Jimmy tahu apa yang dilakukan dirinya dan sang istri sebelum ke sini.


"Tak ada yang tak aku tahu Bay," jawab Jimmy dengan sombongnya.


Nayla yang benar-benar lelah bisa tidur dengan keadaan berdiri di samping suaminya.


"Sayang, bangunlah ada ketiga teman mu di sana!" Ucap Bayu yang menepuk-nepuk pelan pipi istrinya.


"Aku lagi gak mood main, aku mau tidur Pih." Balas Nayla yang masih memejamkan matanya.


"Bangunlah, kalian harus memilih mobil yang sama karena Jessica ngidam mobil samaan dengan mu." Ucap Bayu lagi yang membuat Nayla langsung membuka matanya.


"Papi mau beliin Mami mobil samaan kaya Jessica, serius Pih?" Tanya Nayla yang begitu bersemangat.


"Iya tentu, cepat bergabunglah dengan mereka." Perintah Bayu oada sang istri yang tiba-tiba tenaganya terisi penuh.


Entah kemana rasa lelah dan mengantuknya, ketika Bayu akan membelikan mobil yang sama dengan Jessica. Seperti yang diketahui Jessica adalah istri dari pengusaha nomor satu di negri ini, pastinya mobil yang di pilih nya bukanlah mobil yang sembarang. Mewah dan mahal tentu saja mobil itu akan terlihat mewah dan berharga mahal. Sebuah kualitas pasti akan menentukan sebuah harga.

__ADS_1


__ADS_2