Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 90


__ADS_3

Rumah sakit Central Kusuma kota J.


Mobil yang dikemudikan Bayu berhenti tepat di lobby rumah sakit. Ia keluar bersama istri dan anaknya. Kembali ia menggandeng keduanya saat berjalan masuk ke area lobby.


"Pih, hari ini bukan jadwal Mami control." Ucap Nayla yang heran di ajak ke rumah sakit oleh suaminya.


"Iya memang betul, hari ini bukan jadwal Mami control." Sahut Bayu santai yang membuat Nayla melirik tajam suaminya yang berdiri tepat di sampingnya.


"Terus mau ngapain kesini? Tanya Nayla lagi yang masih heran.


"Kalau ke rumag sakit tapi gak sakit pasti jenguk orang sakit dong Mami, ya-kan Pih?" Jawab Sultan yang membuat Bayu tersenyum dan mengangguk. Sedang Nayla mulai berpikir siapa yang sakit dan harus dijenguk. Apa mbak Silvi, pikir Nayla yang belum tahu perihal kepergian Silvi selama-lamanya hingga saat ini.


"Kalau jenguk orang sakit, Mami dan Sultan di sini saja deh, gak ikut. Istri Mas Hendra saja gak aku jenguk-jenguk sampai saat ini, masa aku malah jenguk orang lain. Gak etis ah... "


Nayla menghentikan langkahnya di muka pintu Lobby rumah sakit. Seketika itu pula langkah Sultan dan Bayu ikut terhenti.


"Ayo Mami, jangan berhenti seperti ini. Kedatangan kita ini sudah di tunggu Loh!" Ajak Bayu pada Nayla yang terlihat enggan melangkahkan kakinya.


Bayu menggoyangkan tangannya mengajak Nayla agar mau melanjutkan langkahnya. Tapi Nayla terus menolak dan menghentak-hentakkan kaki seperti anak kecil.


"Gak mau, ini gak baik buat kesehatan Sultan dan aku yang lagi hamil muda Papi. Stop maksa-maksa." Tolak Nayla lagi yang memang ada benarnya.


Jangan lupakan bagaimana wajah merengut cemberut Nayla yang menggemaskan namun kadang menyebalkan seperti saat ini.


Memang benar rumah sakit itu retan tertular penyakit untuk Ibu hamil dan juga anak kecil menurut Author ya.


Kehadiran Bayu di muka pintu lobby ternyata terlihat oleh seorang komandan polisi yang sudah menunggu kedatangannya, bersama dengan beberapa anak buahnya sejak tadi. Komandan polisi yang bernama Pak Santos ini yang ingin mempersingkat waktu segera menghampiri keberadaan Bayu.


"Selamat siang Pak Bayu," sapa Pak Santos dengan ramahnya.

__ADS_1


"Selamat siang Pak. Mohon maaf saya datang terlambat, tidak sesuai dengan waktu yang saya janjikan." Jawab Bayu dengan perasaan tak enak saat ia membalikkan tubuhnya kearah Pak Santos. Pasalnya ia telah telat lebih dari lima belas menit.


"Tidak apa Pak Bayu, kami bisa memaklumi. Pak Bayu adalah orang sibuk. Jadi bagaimana? Apa sudah bisa kita lakukan penangkapan sekarang?" Tanya Pak Santos yang membuat Nayla menyernyitkan kedua alisnya.


"Tangkap? Siapa yang mau di tangkap?" Gumam Nayla di dalam hatinya yang di sahuti oleh Sultan putra sambungnya yang mengerti jika Nayla sedang bertanya-tanya di dalalm hatinya.


"Miss Claudia Mih," decit Sultan dengan suara pelan yang di dengar oleh Nayla Bayu maupun Pak Santos.


"Ohhhh...." Nayla bereaksi dengan membentuk huruf O pada bibirnya saat ia belum menyadari betul jawaban Sultan mengenai Claudia.


Kemudian matanya membola menatap suami dan anak sambungnya secara bergantian ketika ia sadar Miss Claudia yang ada hati pada suaminya itu di tangkap. Tapi kenapa Miss Claudia yang ditangkap bukannya Linda, mantan istri Bayu.


"Serius dia ditangkap kok bisa?" Tanya Nayla pada Bayu.


Bayu membalas pertanyaan Nayla dengan senyum penuh arti, dan Nayla dapat mengerti jika senyum suaminya itu meminta dirinya untuk diam dan tak melontarkan banyak pertanyaan didepan Pak Santos.


Nayla diam dengan wajah merengutnya, tak ada habisnya mulut seksi nya itu berkomat-kamit mengerutui suaminya. Dengan berat hati, akhirnya Nayla mau masuk ke dalam area gedung rumah sakit. Rasa penasaran melihat reaksi guru kecentilan itu ditangkap mendorongnya untuk segera sampai keruang rawat Claudia.


Di depan ruang perawatan Claudia. Bayu melepaskan genggaman tangannya pada istri dan juga putranya.


"Kalian tunggu di sini sebentar ya. Nanti masuk ketika Papi panggil." Ucap Bayu pada anak dan istrinya.


"Papi mau ngapain? Jangan mesra-mesraan sama dia, aku gak rela Papi masuk sendirian keruang rawat guru kecentilan itu." Tanya Nayla yang langsung saja menuduh suaminya.


Bayu terlihat menghela nafasnya kasar ketika mendapati tuduhan atas kecemburuan istrinya pada Miss Claudia yang tak pernah ada habisnya.


"Ruangan rawatnya bukan ruang VIP Mih, banyak orang yang di rawat di dalam sana. Tidak mungkin Papi ngapa-ngapain dia, Mih." Jawab Bayu yang berusaha meyakinkan istrinya.


"Awas ya kalau Papi sampai macam-macam. Dapat di pastikan setelah ini pisang raja milik Papi pasti Mami jadiin toping crepes dengan selai coklat." Balas Nayla yang membuat Pak Santos yang awalnya tak mengerti menyernyitkan kedua alisnya.

__ADS_1


Kemudian saat ia mengerti dan sadar arti kata kiasan Nayla, seketika itu juga ia memegangi juniornya yang merasa berdenyut dan ngilu tiba-tiba.


"Sadisnya istri Pak Bayu ini," gumamnya dalam hati.


"Jadi gimana boleh gak ke dalam?" Izin Bayu pada Nayla yang memasang wajah bak singa betina yang ingin menyerang.


"Hemmm... Lima menit gak manggil kita berdua, sampai ketemu di pengadilan agama Pih." Ancam Nayla yang menbuat Bayu sulit menelan salivanya.


"Benar-benar sadis, cantik sih cantik tapi sadis, lebih-lebih dari penjahat." Batin Pak Santos yang menatap ngeri pada Nayla.


"Ok, Papi usahain." Jawab Bayu pada Nayla.


"Pak Santos, sata masuk ke dalam duluan ya." Pamit Batu pada Pak Santos.


"Baik Pak, silahkan," balas Pak Santos yang mempersilahkan.


Bayu pun masuk ke dalam ruang rawat kelas dua yang di tempati Claudia. Ada empat bilik ruang rawat di sana, dan sesuai informasi yang didapat Bayu. Jika bilik rawat Claudia ada di pojok ruang dekat dengan jendela.


Tok...tok...tok... Suara langkah kaki Bayu memecahkan keheningan ruang rawat itu. Karena sebagian besar dari mereka sedang menikmati istirahat siangnya setelah minum obat pada jam makan siang tadi.


Langkah kaki Bayu terhenti tepat di depan ranjang Claudia. Claudia yang sedang berbaring sambil menatap pemandangan gedung-gedung dikejutkan dengan kedatangan Bayu.


"Tu-tuan Bayu," cicit Claudia memanggik Bayu.


"Apa kabar Claudia?" Tanya Bayu dengan wajah datarnya.


"Ba-baik Tuan," jawab Claudia dengan terbata.


Ia tak bisa bicara dengan normal pada Bayu yang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, padahal Bayu hanya menanyakan kabar dirinya saja, tatapan yang ia dapati seperti itu. Apalagi Bayu mengetahui apa yang ia perbuat pada Sultan, putranya. Pasti dia akan mendapati tatapan yang seketika membuatnya kehilangan nyawanya.

__ADS_1


__ADS_2