
Brukk!!
Suara Nayla dan Bayu terjatuh karena ada seorang yang menabrak mereka.
"Aduh Papi keguguran deh Mami," rintih Nayla sembari memegangi tulang ekor dan pinggangnya, yang begitu terasa sakit karena terjatuh dari gendongan Bayu.
"Aduh Mami, cepat bangun! Harusnya Papi yang keguguran, karena Mami jatuh tepat di perut Papi." Keluh Bayu pada istrinya yang selalu bersikap hyperbola.
"Ohh... Iya-iya. Sakit gak Pih?" Ucap Nayla yang baru menyadari jika dirinya jatuh tepat di bagian perut suaminya. Ia senyam-senyum tidak jelas pada Bayu yang tengah melirik dirinya penuh arti.
"Pakai nanya, cepat bangun Mih! Malah betah." Perintah Bayu pada istrinya yang malah diam saja di atas perutnya.
"Iya betah habis enak," balas Nayla sembari mengedipkan mata genitnya dan menggigit bibir bawahnya.
"Sorry sorry... Haduh... Maaf banget saya gak sengaja nabrak kalian, Tuan dan Nyonya." Ucap seorang gadis berperawakan tomboi seperti Angela. Terlihat merasa bersalah dan terus memohon maaf pada Bayu dan juga Nayla.
"Gak sengaja gimana? Kalau nggak sengaja tuh nabraknya nggak sekencang tadi dan bikin kita jatuh, ini mah namanya disengaja." Sahut Nayla yang sudah bangun dari atas tubuh Bayu, begitu pula dengan Bayu.
Keduanya suda berdiri dan tengh berhadapan dengan wanita tomboi yang terus saja minta maaf namun baik Nayla dan Bayu tidak ada yang menjawab maafnya.
"Mencurigakan, " ucap Nayla di dalam batinnya, begitu pula dengan Bayu.
__ADS_1
"Tuan Nyonya, perkenalkan nama saya Patricia, Anda bisa memanggil saya Cia." Meski permintaan maafnya di acuhkan Patricia tanpa rasa malu malah memperkenalkan dirinya pada sepasang suami istri yang sulit di dekati alias tidak ramah dengan orang macam Patricia.
"Gak nanya, gak minat juga buat kenalan." Sahut Nayla dengan wajah juteknya.
"Oh, maaf Nyonya. Jika saya sudah lancang memeperkenalkan diri saya Saya mohon maaf sekali. Saya benar-benar tidak sengaja. Ini nomor telepon saya, jika ada apa-apa pada diri kalian, silahkan hubungi saya. Saya siap bertanggung jawab." Ucap Patricia lagi sembari memberikan sebuah kartu nama pada Nayla.
Namun Nayla tak berminat sama sekali untuk mengambilnya. Ia pun kembali berusaha memberikan kartu nama itu pada Bayu. Bayu mengambilnya sembari melirik aneh dengan kartu nama yang diberikan Patricia padanya.
"Aneh," ucap Bayu ketika yang menyadari betul kartu nama yang diberikan Wanita bernama Patricia padanya.
Usai memberikan kartu nama Patricia langsung pamit pergi meninggalkan Bayu dan juga Nayla.
"Aneh kenapa Pih?" Tanya Nayla penasaran pada sang suami.
"Me to Pih, kayanya dia sengaja nabrak kita deh. Papi harus hati-hati ya. Persaingan bisnis sekarang semakin ketat, kita harus tetap waspada Pih."
"Hemm... Mami benar itu. Ya udah yuk kita lanjut di rumah. Apa mau mampir ke hotel saja biar lebih dekat humm?"
"Hotel saja yuk, sesekali bobo siang di hotel bolehkan Pih. Hehehe..."
"Tentu saja sayang. Yuk Papi udah gak tahan nih." Bayu segera menarik tangan Nayla untuk pergi meninggalkan Lobby lapangan golf.
__ADS_1
Siang itu Nayla, Jessica dan Anna menghabiskan waktu bersama suami-suami mereka di atas ranjang. Berbeda dengan Endah dan juga Amel.
Jika Amel memilih pulang dan kembali dengan rutinitasnya, sedangkan Endah tengah dalam kondisi serius bersama dengan Jimmy. Mereka tengah membahas pekerjaan lain sang suami sebagai seorang anggota Mafia yang masih aktif.
"Kematian Joseph ternyata jadi prahara Mah, ada beberapa anggota gengster Mafia yang tak terima dengan kematian Joseph dan diantara mereka tengah mengincar keluarga kita, termasuk Bayu dan juga Hendra. Karena mereka adalah orang terdekat kita." Ucap Jimmy yang terlihat gusar dan khawatir dengan keadaan keluarga mereka ke depannya nanti.
"Papa tahu kabar ini darimana? Apa sumber yang Papa dapatkan ini akurat?" Tanya Endah pada Jimmy yang terlihat sangat gusar.
"Papi tahu ini semua dari Tuan Nicky, dia meminta Papa untuk berhati-hati."
"Ok, jika Papa tahu kabar ini dari Tuan Nicky, tapi alasan apa yang membuat mereka tidak terima dengan kematian Joseph?" Tanya Endah yang ingin mengetahui alasan lawannya yang tak terima atas kematian orang yang ingin membunuhnya.
"Karena mereka yang tak terima dengan kamatian Joseph adalah orang-orang yang bekerja sama dengan Joseph dalam mengedarkan morfin di negara ini, Mah. Joseph sudah membawa satu kwintal morvin murni kualitas super dari kelompok mereka dan dia belum melakukan pembayaran." Jawab Jimmy mencoba menjelaskan.
"Ternyata karena barang sialan itu, apa mereka sedang meminta ganti rugi pada kita Papa?" Tanya Endah lagi yang tak ada henti-hentinya memberikan pertanyaan pada suaminya ini.
"Tidak tahu juga, kemungkinan iya Mama." Jawab Jimmy dengan ekspresi wajah stressnya.
"Ya udah, kita ajak bertemu mereka. Lalu kita tentukan harga dispensasi untuk berdamai dengan mereka." Saran Endah yang langsung ditolak oleh Jimmy.
"Tidak Mama, walaupun Papa ini salah satu anggota Mafia, tapi Papa tidak pernah mau berhubungan dengan benda haram itu. Mereka bisa saja menjebak kita, jika kita mengajak berdamai dengan cara itu. Salah satu alasan terbesar merekaningin balas dendam atas kematian Joseph. Karena kita merekanakan kehilangan pangsa pasar mereka. Pasalnya menurut informasi yang Papa dapatkan penjualan Joseph dalam sebulan sudah mencapai di angka tiga milyar." Tolak Jimmy dengan saran yang diberikan oleh istrinya.
__ADS_1
Merasa tak memiliki saran apapun lagi untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh suaminya. Endah memilih duduk di atas sebuah sofa dan merebahkan dirinya dengan pose menggoda yang biasa di ajarkan oleh teman baiknya itu.