
Di ruang kerja Bayu. Nathan tampak ragu-ragu ingin menyampaikan kegaduhan yang terjadi pagi ini di perusahaan milik Tuan Mudanya ini. Ia khawatir berita yang ia sampaikan akan kembali membuat Tuan Mudanya ingat akan luka lama yang pernah ia rasakan.
Karena walaupun bagaimana pun Nathan adalah saksi hidup keterpurukan Bayu dalam masa-masa kelamnya pasa waktu itu. Wajah Nathan yang tak biasa saat menantap Bayu, membuat Bayu sadar ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh asistennya itu dari dirinya.
Dari balik meja kerjanya sembari membaca berkas penting yang harus ia tanda tangani Bayu melirik Nathan yang tengah melamun menatap dirinya.
"Apa yang sedang kau pikirkan Nath?" Tanya Bayu tanpa menatap Nathan.
Suara Bariton Bayu yang cukup keras terdengar di kesunyian ruang kerja itu, memecahkan lamunan Nathan yang sedang mengingat masa-masa kelama Tuan Mudanya.
"A-apa Tuan? Maaf Anda bertanya apa barusan tadi Tuan?" Tanya Nathan tergugup, ketika lamunannya terpecah karena pertanyaan Bayu yang tak jelas ia dengar.
"Kenapa kau segugup itu Nath? Apa yang sedang kau pikirkan hingga membuatmu melihatku sembari melamun seperti itu hum?" Tanya Bayu yang menatap wajah gugup Nathan dengan intens.
"Ti-tidak Tuan, mungkin saya kira enak badan dan sedikit lelah." Kilah Nathan yang masih enggan bicara mengenai kejadian yang terlah terjadi pagi tadi di perusahaan.
"Ck. Aku tahu kau sedang berbohong. Sudah katakan lah! Jangan menutupi sesuatu dari ku hanya karena rasa khawatir berlebihan mu pada ku Nath." Tebak Bayu yang membuat Nathan menatap sejenak manik bola mata Tuan Mudanya itu.
Ya. Nathan sengaja menatap manik bola mata Bayu. Ia melakukan itu seolah-olah mencari keyakinan pada dirinya. Jika ia menceritakan hal ini, jiwa Bayu tak akan lagi tergoncang seperti dahulu.
Setelah Nathan merasa yakin, ia pun menyampaikan kegaduhan yang terjadi di perusahaan pagi tadi.
"Tuan, pagi-pagi sekali Nyonya Linda datang membuat keonaran. Dia masih menyangka, jika Anda selalu datang lebih awal keperusahaan." Tutur Nathan yang kembali menatap raut wajah Bayu yang terlihat santai dan biasa saja, saat nama sang mantan istri disebut oleh Nathan.
Padahal sebelum Bayu menikah dengan Nayla. Bayu sangat tidak suka ada orang yang menyebut nama istrinya.
"Mau apa dia datang ke perusahaan Nath?" Tanya Bayu dengan mimik wajah yang ogah-ogahan.
"Ingin bertemunya dengan Anda, Tuan," jawab Nathan yang malah membuat Bayu tertawa.
"Nathan aku tahu dia ke perusahaan ingin bertemu dengan ku. Tidak mungkin kan dia ke perusahaan ingin bertemu dengan mu? yang ingin aku tanyakan, mau apa ia menemui ku? Dan untuk apa dia menemui ku?" Bayu memperjelas pertanyaan dengan tersenyum menatap wajah Nathan yang terheran-heran melihat sikap Bayu.
Jelas saja Nathan terheran-heran melihat sikap Bayu, karena ia tak pernah melihat Bayu terlihat sesantai dan setenang ini sebelumnya.
"Sepertinya dia ingin kembali rujuk dengan Anda Tuan," jawab Nathan yang malah membuat tawa Bayu pecah.
HAHAHAHA [Tawa Bayu pecah dan menggema di ruangan itu].
Nathan kembali dibuat terheran-heran dengan respon yang diberikan Bayu saat ia menjawab pertanyaan Tuan Mudanya ini.
__ADS_1
"Apa dia sudah tak waras seperti istrinya? Ya Tuhan, kasian sekali nasib mu Tuan. Dua kali Anda memiliki istri tapi tidak ada yang benar semua. Membuat ku takut saja untuk menikah, perempuan zaman sekarang sungguh menyeramkan." Batin Nathan yang terus memperhatikan Bayu yang terus saja tertawa geli.
"Kau tidak bercandakan Nathan?" Tanya Bayu disela tawanya.
"Tidak Tuan. Saya tidak bercanda. Dia sendiri yang mengatakan jika ingin kembali pada Anda. Ia katakan pada saya, jika ia menyesal dan ingin memperbaiki semuanya." Jawab Nathan apa adanya.
"Hahahaha... Menyesal? Memperbaiki? Setelah sekian lama. Hah bullshit! Pasti ada udang di balik rempeyek ini, Nathan. Apa kau sudaj mencari tahu semua hal tetang dia?" Tanya Bayu yang membuat Nathan menyeryitkan alisnya.
Nathan menyadari betul, cara bicara Bayu mulai tertular dengan gaya bicara istrinya yang absurd.
"Sudah Tuan,saya sudah mencari informasi mengenai Nyonya Linda. Saat ini Nyonya Linda sudah menjanda." Jawab Nathan yangbkebali membuat Bayu tertawa.
"Dia sudah menjanda hahaha..." Bayu terlihat begitu senang mendengar mantan istrinya sudah menjadi janda.
"Iya Tuan, ia sudah menjanda. Nyonya bercerai dengan suaminya karena masalah faktor ekonomi."
"Masalah ekonomi?" Tanya Bayu yang terlihat penasaran dengan permasalahan rumah tangga mantan istrinya.
"Ya Tuan. Usaha suaminya sudah gulung tikar. Sepertinya hancurnya perekonomian mereka ada kaitannya dengan Tuan Andre dan Tuan Jimmy,Tuan." Jawab Nathan yang malah membuat Bayu tersenyum tipis.
"Ck. Betapa menyeramkannya teman-teman ku itu. Aku tak bisa membayangkan bagaimana anak-anak mereka nanti, apa mirip dengan kelakuan bengis mereka atau tidak?" Ucap Bayu yang menggelengkan kepalanya saat ia mengingat sifat kedua temannya itu.
"Saat usahanya jatuh. Mantan suaminya memilih tinggal di pedesaan bersama kedua orang tuanya mencari peruntungan di sana dengan berkebun. Nyonya Linda awalnya mau menerima kenyataan untuk ikut hidup sederhana di sana tapi lambat laun dia jengah dan memutuskan bercerai. Sepertinya dia tak bisa meninggalkan keglamoran hidupnya begitu saja Tuan." Jawab Nathan yng membuat Bayu menggaruk jenggot Bayu yang mulai tumbuh di dagunya, yang sering di mainkan oleh Nayla dengan tangannya yang suka menggesek-gesek di daerah dagunya.
"Owhhh... Jadi ia ingin kembali dengan ku karena harta begitu rupanya ya humm. Sepertinya ia akan dalam masalah besar, jika ia ingin kembali pada ku. Kau tau bagaimana istri ku bukan Nath?"
"Tahu Tuan, sangat tahu dan paham betul." Jawab Nathan yang membuat Bayu menarik senyum miringnya melirik wajah Nathan.
"Kau tahu, aku tak ke kantor hari ini karena berusaha menenangkan singa betina ku yang mengaung di kampus tadi. Jika kau baru saja menceritakan mengenai kehadiran Linda di perusahaan. Aku akan menceritakan kehadiran Diana di kampus siang tadi."
"DIANA?" pekik Nathan saat mendengar nama Diana disebut oleh Bayu.
Jika kalian bertanya kenapa Nathan begitu terkejut saat Bayu menyebut nama Diana. Jawabannya sangat simpel. Karena Diana adalah mantan kekasih Nathan.
Nathan dangat mencintai Diana. Namun Diana tidak sama sekali mencintai Nathan. Diana sengaja menjalin kasih dengan Nathan. Agar ia bisa dekat dan terus mengetahui kabar berita tentang Bayu.
"Ya. Diana mantan kekasih mu Nath. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi salah satu dosen di kampus ku."
"Menjadi Dosen di kampus? Bagaimana bisa?" Tanya Nathan yang terihat terkejut.
__ADS_1
"Kenapa kau begitu terkejut Nath? Aku kira kaulah yang membantunya untuk menjadi Dosen di kampus ku." Bayu menarik kedua alisnya saat melihat Nathan yang begitu terkejut dengan ucapannya.
"Tidak Tuan, tidak mungkin aku membantu seseorang yang sudah tega memainkan perasaan ku dan memperalat diriku dengan tanoanku sadari, hingga membuat rumah tangga Anda hancur berantakan dan Tuan muda Sultan jadi menderita seperti ini."
"Heii... Jangan bilang anak ku menderita! Dia sudah bahagia dengan kehadiran Nayla. Kau tahu itu?" Ucap Bayu yang melarang Nathan mengatakan putranya menderita.
"Maaf Tuan. Saya tahu, putra Anda saat ini jauh terlihat berbeda. Ia sudah seperti anak-anak pada umumnya. Terlihat bahagia dan ceria." Balas Nathan yang memohon maaf atas perkataannya.
"Heem...kau benar anakku terlihat bahagia dan ceria sekarang. Kedua orang tuaku tak salah mencarikan ku sosok pengganti Linda di dalam hidupku, Nath. Nayla lebih dari segalanya dibanding Linda, mantan istri ku itu." Ucap Bayu dengan binar bahagia tersenyum menatap foto pernikahannya dengan Nayla yang terpanjang di dinding ruang kerjanya.
"Ya memang lebih dari segalanya Tuan, tapi segalanya jadi lebih repot dan ruwet saat dia sudah menjadi istri mu. Kau yang bahagia aku yang menderita." Keluh Nathan dalam hatinya yang menanggapi ucapan Tuan Mudanya itu.
Bayu yang melihat raut wajah Nathan saat ini sudah dapat menduga. Assistennya ini tengah mengeluh ataupun mengumpat karena tingkah sang istri yang merepotkan asistennya itu.
"Tuan. Maaf Ngomong-ngomong, bagaimana kelanjutan cerita Anda mengenai Diana? Apa dia berulah seperti Nyonya Linda di perusahaan?" Tanya Nathan yang begitu ingin tahu tentang apa yang dilakukan mantan kekasihnya itu.
"Rupanya kau penasaran Nath? Hahahaha... Kalau kamu melihatnya, mungkin kamu akan terperangah ataupun tertawa geli melihat cara istriku menghempas wanita itu."
"Menghempas?" Tanya Nathan seolah tak percaya Diana yang memiliki semangat juang tinggi untuk mendapatkan Bayu. Terhempas begitu saja oleh Nayla.
"Iya. Dia terhempas oleh istriku. Ia berlari ketakutan karena di takut-takuti istri ku Nath."
"Bagaimana bisa Tuan?" Tanya Nathan yang masih tak percaya.
"Tentu bisa. Kau tahu sendiri bagaimana istri ku. Aku tak sengaja da tak tahu jika dia menjdi dosen pengganti di kampus ku. Kami tak sengaja bertabrakan saat aku ingin masuk ke kelas Nayla. Dia menyentuh dadaku uang tertubruk buku-bukunya dihadapan semua Mahasiswa dan Mahasiswi ku, termasuk istri ku. Kau tahu apa yang Nayla lakukan saat ia melihat suaminya disentuh wanita lain?" Terang Bayu yang membuat Nathan begitu penasaran.
"Apa Tuan? Nyonya lakukan apa?" Tanya Nathan begitu penasaran dan terlihat begitu antusias ingin mendengar jawaban dari Tuan Mudanya itu.
"Hahahaha... Jika kau ingin tahu. Kau kosongkan dulu jadwalku satu minggu ini. Aku ingin berlibur bersama keluarga kecil ku ke Bali." Jawab Bayu yang membuat Nathan mendengus kesal.
"Tidak bisa Tuan. Minggu ini Anda ada jadwal meeting tentang kerja sama kita dengan Perusahaan Batara Group." Ucap Nathan yang membuat Bayu membulatkan matanya.
Ia tak percaya dan begitu terkejut dengan ucapan Nathan pasalnya ia tak pernah ada ikatan kerja sama dengan perusahaan besar milik temannya ini.
"Bagaimana kau bisa mengatakan jika kita punya kerja sama dengan perusahaan menyeramkan itu, Nathan? Kau tahu betul aku selalu menghindari kerja sama dengan perusahaan mereka." Tanya Bayu dengan intonasi yang cukup tinggi.
"Maafkan saya Tuan, perusahaan kita di tunjuk langsung oleh Tuan Andre dan A-aaa....A-asisten Jimmy sudah datang membawa kontrak kerja sama itu langsung pada kita. Ssss... Sss-saya menerimanya karena merasa di intimidasi oleh A-asisten Jimmy Tuan." Jawab Nathan tergugup.
Bayu yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Meminta bantuan mu, ternyata tidak cuma-cuma Ndre. Sial!! Aku bukannya takut untuk bekerja sama dengan mu, tapi aku takut dengan asisten mu itu." Batin Bayu seraya memegangi pelipis kepalanya. Tiba-tiba dia dibuat stress dan pusing seketika.