Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 117


__ADS_3

"Bayu, kau harus mewakili diriku untuk menghukum istrimu yang nakal itu!" Omel Jimmy di sambungan telepon bersama Bayu.


Bayu yang sedang membuat susu hamil untuk Nayla malam ini, di kejutkan dengan suara dering ponselnya yang bunyinya khusus hanya untuk Jimmy yaitu aungan macan.


Bayu segera mengangkat panggilan telepon dari orang yang menurutnya sangat menyeramkan. Karena menurut Bayu panggilan dari Jimmy sangatlah penting. Pasti mengenai bisnis bersamanya dengan Andre.


Tapi siapa sangka ternyata panggilan Jimmy kali ini, benar-benar sangat tidak penting bagi Bayu. Bayu diperintahkan olehnya untuk menghukum istri yang dicintainya hanya karena rasa kesal Jimmy pada istrinya.


"Memangnya istriku salah apa, hingga aku harus menghukum istriku untuk mu?" tanya Bayu yang malah meletakkan susu yang baru ia buat di atas meja makan.


Berbicara dengan Jimmy di sambungan telepon membuatnya lupa akan satu hal. Jika istri manjanya itu sudah menunggu susu hangat untuknya minum sebelum tidur.


Sepertinya Bayu akan dalam masalah kecil yang akan jadi besar jika berada di tangan Nayla, pasalnya Nayla tidak suka susu yang sudah dingin apalagi susu yang terlalu panas.


"Kau tanya istrimu salah apa?" sungut Jimmy di sambungan teleponnya.


"Hai Tuan Jimmy yang terhormat, kenapa sepertinya kau tidak menyukai sekali istriku hah?" Balas Bayu yang juga terdengar marah.


Suami mana yang terima jika istrinya tak disukai oleh teman bisnisnya, apalagi teman kerjanya menghubungi di malam hari hanya untuk memintanya menghukum istrinya sendiri. Hal yang tak mungkin dia lakukan.


"Jelas aku tidak menyukai istri mu yang jadi biang kerok dari keributan aku dan istri ku. Kau tahu apa yang istrimu katakan tadi siang dengan para istri kami?" balas Jimmy yang malah bertanya pada Bayu.


"Mana aku tahu, untuk apa mencampuri urusan wanita." jawab Bayu apa adanya.

__ADS_1


Memang Bayu tak mengetahui apa yang di bicarakan Nayla pada teman-teman barunya itu. Selain Bayu tak ingin tahu, Bayu pun tidak pernah mau ikut campur dengan pergaulan Nayla, selagi masih bergaul dengan sesama wanita dan Bayu mengenalnya. Ia membebaskan Nayla, tanpa membatasi Nayla yang akan membuat Nayla terasa terantai dan terbelenggu dengan pernikahannya yang terlalu dini ini.


"Ajari istrimu untuk tidak bicara yang tidak-tidak! Asal kau tahu saja istri mu itu mengajari istri kami yang tidak-tidak. Hal yang tidak mungkin kami lakukan di kota ini. Kami ini tinggal di apartemen mana bisa melakukannya di tempat terbuka. Istri mu memang sudah gila Bayu."


"Eh, Tuan Jimmy, jangan sembarangan bicara kau! Kalau istriku gila tak mungkin aku nikahi. Memangnya melakukan apa yang diajari istri ku pada istri kalian?" sungut Bayu yang juga penasaran dengan apa yang diajarkan Nayla pada para istri teman bisnisnya itu.


"Heleh, kau pura-pura bodoh rupanya ya. Aku sumpahi kau akan jadi bodoh sungguhan karena kepura-puraan mu itu." balas Jimmy yang tak percaya Bayu tak mengerti apa yang dia maksud.


"Aku benar-benar tidak tahu, jangan sembarangan menyupahi ku, sumpah ini akan berbaik pada mu." sungut Bayu lagi.


"Cih, aku tak percaya. Kau tanyakan saja pada istri nakal mu itu, apa yang ia ajarkan pada istri kami tadi siang. Aku menghubungi mu sekarang bukan hanya meminta mu untuk menghukum istri mu, tapi juga ingin memberitahukan mu jika proyek kerja sama kita di tunda sampai istri-istri kami sudah melahirkan semua." terang Jimmy yang membuat Bayu tersenyum senang.


Jika seorang pebisnis akan sedih jika proyek kerja samanya bersama perusahaan Andre dan Leon di tunda. Lain halnya dengan Bayu. Dia sama sekali tidak berminat bekerja sama dengan perusahaan keduanya. Ia ingin berbisnis di zona aman. Tidak mau berbisnis dengan memacu adrenalin bersama ketiga bersaudara itu.


"Sepertinya kau senang sekali proyek ini di tunda, Bay? Perlu kau tahu, setelah proyek ini selesai, jangan harap kau akan terbebas dari kami. Kau tahu sendiri istrimu sudah menerima pinangan Jessica terhadap putra mu Sultan dan istrimu pula sudah menerima pinangan istriku untuk anak mu yang belum jelas jenis kelaminnya apa. Yang pasti salah satu anak ku akan jadi menantu mu. Sekarang aku dan Andre sudah berada di kota D, karena ulah istrimu. Besok kau bertemu dengan Leon di perusahaannya. Ada file penting yang harus kau pelajari sebelum kau tanda tangani sesegera mungkin." terang Jimmy yang membuat Bayu menelan salivanya dengan susah payah.


Bayu terdiam tak dapat lagi berkata-kata. Dia sudah membayangkan keturunannya akan menjadi bagian dari keluarga bar-bar seperti mereka. Memang masa depannya anak-anaknya akan cerah sampai tujuh turunan, dipastikan mereka tidak akan kekurangan apapun. Tapi untuk berdamai dan menikmati hidup pasti akan sulit, karena sebagai pebisnis ternama ada musuh-musuh yang membuat hidup mereka harus selalu waspada.


Tak lagi mendengar suara Bayu. Jimmy akhirnya memujtuskan sambungan teleponnya. Bayu kembali ke kamarnya dengan membawa segelas susu coklat yang sudah dingin.


Ia mendapati tatapan tajam dari Nayla, ketika ia masuk ke dalam kamar.


"Lama banget bikin susunya Pih. Jauh ya bikinnya dari Aceh baru sampai ke sini?" ucap Nayla dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


"Gak jauh cuma di dapur, tapi tadi Papi dapat telepon dari Jimmy." balas Bayu sembari memberikan segelas susu pada Nayla yang duduk di sofa.


Nayla menerimanya, bukannya mengucapkan terima kasih pada suaminya. Nayla malah membulatkan matanya.


"Mami jangan suka melototin suami, gak sopan tahu. Kamu tuh minust akhlak." ucap Bayu yang malah cuek duduk di samping Nayla.


Mata Nayla terus mengekori Bayu. Bayu mulai merasa tak enak hati dilihat oleh Nayla dengan tatapannya seperti itu.


"Apa sih, kok ngeliatinnya kaya gitu? Minum susunya, udah dibuatin gak diminum." tanya Bayu yang menekuk wajahnya. Ia belum sadar jika susu yang di buatnya sudah dingin.


Nayla memberikan kembali susu yang diberikan Bayu padanya. Bayu menerimanya dengan wajah kesalnya. Ia merasa kesal karena Nayla tidak menghargainya yang sudah cape-cape membuatkannya susu tapi tak ia minum. Padahal dulu sewaktu Linda hamil Sultan. Bayu tak pernah membuatkan susu untuk Linda. Linda selalu minum susu buatan pembantu.


"Mami gak mau minum, biar Papi yang minum." ucap Bayu pada Nayla yang diam membisu.


Glek [ Satu tegukan susu yang Bayu minum].


Berhasil membuat bayu ingin mengeluarkan kembali susu yang ia teguk. Bola mata Bayu melirik Nayla dan kemudian berlarian ke kamar mandi. Ia memuntahkan susu itu ke dalam kloset.


Uek...Uek...[Suara Bayu muntah-muntah].


Bayu keluar dari kamar mandi dengan tubuh lemasnya. Ia habis menguras isi perutnya karena menengguk susu ibu hamil yang sudah dingin itu. Rasanya sungguh tidak enak dan terasa sangat amis menurut Bayu dan Nayla.


"Mami maaf..." cicit Bayu yang sudah terlihat lemas.

__ADS_1



__ADS_2