
"Kalau tidak ada hukum dan agama di dunia ini, sudah ku tenggelamkan istri Bayu itu di sungai Amazon." Celetuk Leon yang mewakili perasaan kedua adik iparnya.
Mendengar celetukan Leon, kedua adik iparnya menatap dirinya dengan pandangan penuh arti sembari bergumam di dalam hati mereka masing-masing.
"Leon, cari mati!" Cicit Jimmy dihatinya.
"Sebelum kamu tenggelamkan istri Bayu, mungkin kamu duluan yang sudah di cingcang sama sipentol korek itu, kakak ipar. Nayla itu kejamnya sebelas dua belas dengan Endah, adik mu." Gumam Andre di dalam hatinya.
Celetukan Leon itu ternyata memancing Anna yang diam membisu bersuara.
"Jika aku punya kekuatan super, mungkin aku akan menendang dirimu ke kutub utara sekalian. Supaya dirimu membeku sekalian di sana bukan hanya hati dan sikapmu saja." Balas Anna yang kemudian mengerucutkan bibirnya.
Kalimat balasan yang Anna ucapkan begitu menohok suaminya Leon. Yang akhirnya membuat Anna dilirik tajam oleh suaminya sendiri, yang tengah duduk di sofa tempat Nayla dan Bayu duduki tadi seorang diri.
Leon memang masih seperti dulu, dingin, cuek dan mau menang sendiri. Apalagi jika bicara mengenai pekerjaan, ia sampai lupa waktu, lupa diri dan lupa jika punya seorang istri yang tengah hamil. Istri yang sedang membutuhkan perhatian ekstra dari dirinya.
Menjadi pewaris perusahaan terbesar ke dua di negri ini membuat hidupnya terbebani. Banyak pekerjaan yang menyita waktunya. Ditambah lagi belum ada satu orang pun yang dapat ia percaya dan andalkan, untuk menjadi asisten yang dapat dipercaya seperti Jimmy, adik iparnya yang bekerja pada Andre.
Jika di ruang tunggu ketiga pasang suami istri sedang berperang dingin. Tidak dengan sepasang suami istri yang berada di dalam ruang pemeriksaan. Mereka berdua terlihat begitu bahagia, mendengar keterangan Dokter Nisa mengenai calon buah hatinya dalam keadaan sehat. Apalagi mereka berdua sempat mendengar detak jantung sang buah hati yang sangat di tunggu-tunggu kehadirannya.
"Sehat-sehat ya anak Mami dan Papi," ucap Nayla sembari mengusap perutnya yang masih belum terlihat.
Ia tersenyum menatap wajah sang suami setelah beberapa saat menatap perutnya yang masih terlihat datar. Setelah sebuah resep telah diberikan Nayla dan Bayu pun keluar dari ruangan Dokter Nisa.
Saat dia dan suaminya keluar. Kembali ia mendapatkan tatapan tak mengenakan dari ketiga hot papa itu. Namun Nayla ya tetap Nayla. Merasa menjadi pusat perhatian Nayla melepaskan gandengan tangannya dari Bayu. Ia malah berlagak merapikan bandana besarnya berbentuk pita yang ia gunakan untuk mempercantik kepala plontosnya itu. Melihat kelakuan Nayla ketiga hot papa itu menarik sudut bibirnya, menyunggingkan senyum sinis dan tatapan tak suka.
__ADS_1
"Papi, aku sudah cantik kan?" Tanya Nayla pada Bayu yang malah di buat kikuk dengan pertanyaan istrinya.
"Ca-cantik Mih, kamu selalu cantik di mata Papi hehehe..." jawab Bayu yang menampilkan senyum keterpaksaannya ke arah ketiga teman bisnisnya yang kompak membuang pandangannya ke sembarang arah.
Berbeda dengan Anna yang sedang mengacuhkan Leon. Jessica dan Endah malah menarik wajah para suami mereka untuk kembali menatap Nayla dan Bayu.
"Beri senyuman pada calon besan kita!" Perintah keduanya dengan kompak menyuruh para suami mereka.
Andre dan Jimmy pun kompak memberikan senyum cengiran kuda pada keduanya yang digadang-gadang sang istri akan menjadi calon besannya. Melihat senyum keterpaksaan dari Andre dan Jimmy, Nayla malah menjulurkan lidahnya dan kembali menggandeng suaminya.
"Aku pulang duluan ya Jeng... sampai besok ya bye..." ucap Nayla yang menarik tubuh Bayu dan segera melambaikan tangannya kearah ketiga teman barunya itu.
Bayu terrsenyum kaku melihat ketiga teman bisnisnya beserta para istri mereka. Jujur saja, Bayu sudah ketar-ketir, apa yang akan terjadi nanti pada dirinya. Pastinya ketiga orang penguasa itu tak akan tinggal diam dengan aksi absurd sang istri.
Berbeda dengan ketiga para Nyonya yang menjadi teman baru Nayla. Yang tak perlu menebus resep karena petugas rumah sakit akan mengantarkan obatnya langsung ke mansion atau pun apartemen mereka. Kini Bayu dan Nayla sedang sibuk menunggu obat yang di resepkan dokter di apotik rumah sakit.
Ketika Nayla dan Bayu sudah selesai menebus resep di apotik, mereka pun bergegas pergi untuk ke perusahaan. Langkah mereka terhenti ketika mereka berada di lobby rumah sakit. Mereka melihat keributan dimana Endah dan Anna marah-marah karena melihat kedua mobilnya yang sudah hancur.
Mobil kesayangan Anna hancur dibagian belakang dan mobil kesayangan Endah hancur dibagian depan. Banyak orang yang ingin menonton kemarahan mereka berdua tapi segera di halau oleh pihak keamanan yang langsung memberitahukan jika mereka adalah anggota keluarga Adijaya dan Kusuma. Mereka yang tadinya ingin menonton keributan itu pun berpikir dua kali dan lebih memilih pergi daripada bernasib apes.
Berbeda dengan orang-orang yang memilih pergi, Nayla dan Bayu malah menghampiri mereka.
"Mama sayang, aku gak sengaja nabrak mobil kesayangan kamu, karena Andrelah, adik ipar mu itu yang bawa mobil Anna, ia tiba-tiba ngerem mendadak di depan ku, hingga aku tak sempat menginjak pedal rem." Ucap Jimmy yang lagi dan lagi selalu melempar semua kesalahannya pada Andre.
"Alasan!!" celetuk Endah dan Anna yang sudah mode singa betina ngamuk.
__ADS_1
Andre yang tadinya sedang senyam-senyum melihat keribuatan kedua pasangan suami istri bersama istrinya pun mendadak berwajah kaku, ketika ia mendapatkan tatapan tajam dari kakak ipar dan juga adik sepupunya91q.
"KAK ANDREEEE!!!! pekik keduanya bersamaan. Kompak betul memang Anna dan Endah jika urusan meneriaki Andre.
"Ganteng," celoteh Andre menambahkan ketika keduanya telah selesai meneriaki namanya.
"Cih ganteng dari Hongkong," umpat Leon yang memang tak suka jika Andre bersikap narsis. Leon masih tak bisa menghilangkan rasa cemburu pada Andre ataupun Jimmy yang sudah merebut kedua hati adik-adiknya yang sangat ia sayangi.
"Benar-benar narsis, amit-amit cabang bayi, masih gantengan juga suami aku, cih" gumam Nayla yang mengusap perutnya ketika mendengar Andre memuji dirinya sendiri ganteng dan berlagak merapikan kerah jas yang ia kenakan.
"Makasih Mami sudah memuji Papi lebih ganteng dari dia," balas Bayu yang mendaratkan kecupan di pucuk kepala plontos Nayla.
Melihat kelakukan Andre kedua wanita hamil yang sedang kesal itu kompak menghentakkan kedua kaki mereka ke lantai, tak lupa mereka juga menampilkan wajah merengutnya dan bibir yang sudah maju lebih dari lima centi mungkin.
"Apa? Gak usah teriak-teriak, pelan saja juga aku denger kok. Gak usah menghentak-hentakkan kaki seperti itu, nanti anak dikandungan kalian akan terguncang, menganggap sedang ada gempa bumi di sini." Ucap Andre santai sembari melihat kedua ibu hamil itu yang sudah siap-siap mengajukan tuntutannya.
"GANTI!!" Ucap Anna dan Endah kompak meminta ganti rugi.
"Ya , oke ganti. Besok kita ketemu di showroom oke." Jawab Andre dengan gampangnya. ia sudah tahu jika akan di peras isi tabungannya dengan kakak dan adik sepupunya yang matre ini.
Usai menjawab tuntutan kedua ibu hamil ini Andre membuang pandangannya ke sisi kiri, dimana ia tak sengaja mendapati Nayla dan Bayu yang sudah berdiri di dekat mereka.
Deg![Tiba-tiba perasaan Nayla tak enak ketika Andre memberikan tatapan penuh arti padanya, apalagi senyum licik terpancar di wajah tampan salah satu hot papa ini].
__ADS_1