
Keputusan Leon untuk tidak membawa Anna pulang kembali ke kota J, di dukung oleh seluruh anggota keluarga besar Abraham Adijaya dan Kusuma. Selain karena usia kandungannya, juga karena untuk kebaikan Anna sendiri. Leon sangat khawatir, jika Anna istrinya itu masih berdekat dengan Nayla yang jahil dan usil. Kejadian pada adiknya Endah menjadikan Leon pelajaran berharga.
Meskipun menolak dengan keputusan suaminya, Anna tak bisa melakukan apa-apa selain menitipkan Leon pada Nayla. Ia meminta Nayla mengawasi suaminya yang akan tinggal seorang diri di kota J mengurus perusahaan yang ada di sana.
Sementara itu, Jimmy dan Andre tengah sibuk melakukan pembebasan lahan di sekitar perumahan yang mereka tempati sekarang. Mereka akan membuat lima buah mansion yang masing-masing luasnya dua ribu lima ratus meter persegi.
Ya. Mansion yang ingin mereka buat adalah permintaan Jessica yang dianggap Andre adalah sebuah hadiah untuk istrinya yang sudah berjuang hidup dan mati untuk melahirkan kedua buah hati mereka.
Kelima mansion itu, rencananya akan di tempati oleh anggota Geng sang istri yang terdiri dari lima orang. Awalnya Bayu dan Hendra menolak pemberian Andre dan Jessica yang terlalu berlebihan ini.
Namun setelah dipaksa dan mengatakan jika tak ada Nayla dan Amel, entah apa yang terjadi pada kedua buah hati mereka. Karena Dokter yang terlambat datang saat itu.
Sementara itu Nayla dan Amel bersujud syukur mendapat rezeki nomplok dari Andre dan Jessica.
"Nay, kita harus mikir keras, buat bayar listrik sama asisten rumah tangganya nanti, jangan senang dulu Lo kisanak, senyam-senyum aja lo, pasti lo nggak mikir sampai sana kan?" ungkap Amel yang merasa amsiong dengan budjet yang akan dikeluarkan dirinya nanti saat menempati mansion pemberian Andre dan Jessica.
"Ribet banget lo ah, itu kan urusan para suami, kenapa jadi lo yang ribet? Kan dia kerja masa dia gak bisa bayar tuh biaya listrik sama gaji asisten rumah tangga, " Sahut Nayla yang tak mau ambil pusing.
"Eh, nih anak. Emangnya tampang suami kita cocok buat punya mansion? Rumah sih keren tapi gak mungkin kan gue makan ikan teri jengki tiap hari, gara-gara buat bayar listrik sama asisten rumah tangga. Bisa keterian gue Nay," sambung Amel lagi.
"Ya tampang suami gue mah cocok punya Mansion, secara suami gue pebisnis muda nomor tiga setelah abang Lion itu, nah kalau calon suami lo itu patut untuk dipertanyakan." Balas Nayla yang menyombongkan diri dan tak sadar sudah merendahkan kakak tercintanya sendiri, Hendra.
"Eh paul, calon suami gue, Kakak tercinta lo. Lo ngomong asal aja, kalau dia denger bisa hancur peradaban bumi ini, kaya gak tau aja, sifat Kakak lo halus banget ngalahin pantat Bayi." Protes Amel sembari menjitak pelan kepala Nayla.
__ADS_1
"Oh iya-ya calon laki lo Mas gue,ya. Sayang banget dia itu tipe mas yang gak bisa di jual dan menghasilkan." Balas Nayla yang sudah memainkan matanya ke Amel.
Amel sangat paham betul bagaimana sifat Nayla, ia langsung saja mendeketi Nayla, mengikis jarak diantara keduanya, Amel bicara tepat di depan telinga Nayla.
"Inget ya calon adik iparku yang tercinta. Gue ini bukan Trio Sultan yang bisa lo keretin. Jangan jadikan gue target lo, karena gue ini cuma keset sepatu di pinggir jalan." Jawab Amel merendah dengan senyum menyeringai.
"Elehh, ipar medit bin koret. Lo kan badar kost-kostan sama kontrakan. Gue tahu siapa lo Mel."
"Gue juga tahu siapa lo Nay. Tapi yang bener aja lo, mana ada jeruk makan jeruk,"
"Ya ada-lah, kali-kali jadi kanibal gue gak apa-apalah. Udah bagilah dikit, jangan pelit sama adik ipar,"
"O to the Gah. Ogah! Titik gak pakai koma, no debat. Jangan minta"
"Ishhhh...pelit " Nayla melemparkan bantalan sofa ke arah Amel, dan Amel menjulurkan lidahnya kearah Nayla, karena lemparan bantal Nayla melesat, malah mengenai suaminya sendiri.
"Maaf Papi sayang, itu tuh si Amel pelit banget sama calon adik iparnya, dia terus ngeledekin Mami dari tadi Pih. Tolong hukum dia Pih, untuk Mami." Adu Nayla dengan manjanya.
Nayla memeluk tubuh suami yang ikut duduk di sofa bersamanya.
"Mami udah makan?" Tanya Bayu sembari mengelus perut buncit sang istri.
"Papi laper hum?" Nayla malah balik bertanya bukannya menjawab pertanyaan suaminya.
__ADS_1
"Kamu tuh kalau ditanya malah nanya balik, jawab dulu pertanyaan Papi Mih, kamu udah makan belum?" Protes Bayu yang masih menanyakan istrinya sudah makan atau belum.
"Makan apa Pih? Makan nasi sih udah tapi makan pisang belum." Jawab Nayla sambil melirik pisang raja milik Bayu.
Bayu tersenyum mendengar jawaban Nayla yang menjurus ke arah ranjang, saat Nayla bicara seperti itu Junior Bayu seolah memiliki kontak dengan Nayla, ia langsung berdenyut. Memancing Nayla tertawa melihat pergerakan pisang raja yang menempel permanen di tubuh Bayu.
"Papi mandi dulu ya Mih," pamit Nayu yang segera ingin beranjak dari sofa namun di tahan oleh Nayla.
"Kok mau mandi sih, nanti aja mandinya bareng Mami Pih," goda Nayla dengan suaranya yang manja dan tangannya yang nakal menggerayangi bagian dada Bayu.
"Hahahaha.... Mami jangan di sini masih ada Amel," tolah Bayu yang menangkap tangan Nayla untuk menghentikan pergerakan tangannya yang liar.
"Hua... Biarkan, biar dia belajar," sahut Nayla asal.
"Mami, jangan ah! Kalau dia mau ikutan repot!" Canda Bayu yang malah memancing emosi Nayla.
Plakk!! bughh!! [ Suara pukulan mendarat di dada Bayu.
"Aduhh... Ya Tuhan sakitnya, mati deh ini Papi, Mih." Rintih Bayu yang pura-pura kesakitan dan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa. Tapi tak melepaskan dekapan tangan Nayla.
Bukannya merasa bersalah dan menyesal, Nayla malah tertawa melihat suaminya kesakitan.
"Acting mu sungguh bagus Pih, Papi sangat cocok jadi actor dalam drama ikan terbang yang berjudul, azab suami yang tukang bokis," tawa Bayu menggelegar memecahkan kesunyian kediamannya.
__ADS_1
Mendengar ocehan sang istri yang ada-ada saja, benar-benar menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Bayu, setelah seharian lelah bekerja dalam kepenatan, bertemu dengan sang istri dan mendengarkan segala ocehannya yang asbun tapi lucu sungguh membuat lelahnya menjadi hilang.
Nayla adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan padanya. Hidupnya lebih berwarna dengan hadirnya Nayla di kehidupannya. Banyak hal yang berubah dalam kehidupan Bayu saat ini. Bahkan teman-temannya dan rekan-rekan bisnisnya yang baru bertemu dengannya selalu berkata, jika sekarang wajah Bayu tampak lebih muda dan segar dari sebelumnya. Bagaimana tidak tampak lebih muda dan segar, istri kecilnya ini sangat pintar mengurus luar dalam diri Bayu.