Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 93


__ADS_3

"Selamat siang Bapak Ibu," sapa Pak Santos pada semua orang tanpa terkecuali dengan suara tegas dan wajah yang begitu datar.


"Siang," jawab semua orang yang ada di sana terkecuali Linda.


Ia memandangi dengan penampilan jelas Pak Santos yang menggunakan seragam kerjanya dari bawah hingga ke atas.


"Ada perlu apa Bapak ke rumah saya?" Tanya Linda dengan ketusnya.


"Maaf Bu, saya dari kepolisian, ingin bertemu langsung dengan Ibu Linda Swaraswati." Jawab Pak Santos yang membuat Linda tersentak.


Ia sedikit memundurkan langkahnya, karena tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. Ia lirik Bayu yang berdiri di sampingnya yang malah menarik seulas senyum penuh arti padanya.


"Mas, apa maksud semua ini?" Tanya Linda pada Bayu.

__ADS_1


Ya. Linda langsung bertanya pada Bayu yang masih tak melepaskan senyum penuh artinya pada Linda. Senyum yang mengartikan kemenangan. Dimana ia bisa menyingkirkan seorang pengganggu ketentraman rumah tangganya dengan begitu mudah.


"Aku memang datang untuk menjemputmu, bersama polisi yang akan membawa mu pergi ke penjara." Jawab Bayu dengan entengnya.


Jangan tanya bagaimana dengan perasaan Linda saat Bayu menjawab pertanyaannya, dengan jawaban yang tak ingin ia dengar dan tak ia sangka Bayu dapat melakukan hal itu dengan kejam padanya.


Sakit hati, tentu saja. Ia bahkan merasa asupan oksigen ke dalam tubuhnya berkurang seketika, saat ia mendengar Bayu bicara datang menjemputnya bersama polisi untuk membawanya ke penjara.


"Apa? Aku salah apa pada mu Mas? Hingga kau tega pada ku" Tanya Linda yang masih tak sadar dengan kesalahan yang ia perbuat pada Bayu dan juga putranya.


"Maafkan aku Mas Bayu, beri aku kesempatan untuk berubah. Aku ingin hidup bersama mu dan juga putra kita,"


Bayu melirik tajam tangan Linda yang kembali menyentuhnya. "Lepaskan tanganku dari tangan kotor mu, Linda! Kau pikir aku sudi untuk kembali merajut rumah tangga dengan wanita seperti mu? Meninggalkan darah dagingku yang baru saja kau lahirkan ke dunia ini dengan teganya. Hanya demi cinta mu pada pria lain yang sekarang juga kau tinggalkan dengan begitu teganya. Kau sudah sangat bersalah Linda, kau terlalu jahat pada kedua anak mu." Bayu kembali menghempas tangan Linda dengan kasar.

__ADS_1


"Mas Bayu!" Cicit Linda yang memanggil Bayu saat tangannya melayang di udara karena terhempas oleh tangan Bayu yang tak ingin di sentuh olehnya.


"Jika kamu ingin tahu, apa saja kesalahan mu yang aku laporkan pada pihak berwenang. Aku akan dengan terpaksa menyebutkannya untuk mu. Aku melaporkan mu atas tindakan tidak menyenangkan mu, membuat keributan dan keonaran di perusahaan ku, Linda. Aku juga membuat laporan tindak pengancaman yang kamu lakukan pada supir ku, dan satu hal lagi yang aku laporkan dari kesalahan mu, aku melaporkan mu atas tindak percobaan penculikan pada putra ku Sultan."


"Apa? Sultan itu juga putra ku Mas, apakah aku tak boleh menemui putraku sendiri? Apakah aku tak boleh pergi jalan-jalan bersama dengan putra ku? Apakah semua itu tidak boleh, hingga kamu melaporkan ku ke kantor polisi?" Cecar Linda yang tak terima atas laporan Bayu tentang penculikan Sultan.


"Jangan bersandiwara di depan ku Linda. Kau tak pandai bermain sandiwara. Kau mendekati putra ku untuk mengancamku agar aku kembali membina rumah tangga dengan mu, bukan begitu Linda? Hari itu dimana kamu melakukan percobaan penculikan pada Sultan, aku masih beruntung karena memiliki supir seperti Pak Jono, coba saja jika tidak, kau pasti saat ini sudah menjalankan rencana licik dan jahat mu pada keluarga ku, bukan?" Sahut Bayu dengan tebakannya yang begitu tepat. Hingga membuat Linda terdiam mati kutu dibuatnya.


"Pak Santos, silahkan tangkap dia!" Ucap Bayu lagi. Kali ini dia meminta Pak Santos untuk segera menangkap Linda.


Pak Santos dan beberapa anak buahnya maju mendekati Linda. Mereka menunjukkan surat penangkapan yang sama sekali tak di hiraukan Linda. Ia hanya terdiam ketika Pak Santos berkata, "Dengan surat wewenang ini, Anda kami tahan Ibu Linda dan membiarkan para polisi wanita membawa dirinya.


Linda hanya menatapi kedua anaknya yang ada di dalam gendongan Bayu dan juga Nayla. Sedangkan Bastian memandang sedih kepergian Linda.

__ADS_1


"Kamu telah salah mengambil keputusan hidup mu, Linda. Mungkin ini semua karena kesalahanku yang tak bisa mempertahankan bisnisku dan juga dirimu. Andai aku tak memiliki kesulitan ekonomi, kau pasti tak akan bernasib seperti ini." Sesal Bastian di dalam hatinya.


__ADS_2