
"Nah ini dia nih. Yang jadi biang kerok dari semua kejadian hari ini." Ucap Andre yang disetujui oleh Leon dan juga Jimmy.
"Betul!!" Pekik Leon dan Jimmy yang kali ini kompak menyalahkan Nayla dan Bayu.
"Eeeehhh kok aku?" Tanya Nayla yang tak mau disalahkan. Ia berjalan menghampiri Andre yang tengah menatap sengit dirinya.
Jika banyak orang tak berani menjawab ataupun mencari masalah dengan ketiga orang ini, berbeda dengan Nayla. Dia tak pernah ada rasa takut untuk melawan siapapun, jika bentuknya masih sama-sama manusia.
Jangan tanya bagaimana ekspresi wajah Bayu ketika istrinya malah mengeluarkan taringnya, saat mendapatkan tuduhan dari Andre. Dia berhasil dibuat kelagapan dan bingung harus berbuat apa, karena istrinya sudah menghampiri Andre sambil berkacak pinggang.
"Mami jangan ribut-ribut Mih! Please!" Ucap Bayu yang berusaha menarik lengan Nayla yang sedang berkacang pinggang. Ia sungguh merasa tak enak, malu dan juga takut dengan apa yang terjadi setelah ini nantinya.
"Berani sekali istri Bayu melawan ku, pasti anaknya akan seberani ibunya kalau sudah besar nanti." Cucit Andre di dalam hatinya,saat ia melihat keberanian Nayla.
"Apaan Anda ini hah? Main sebut orang biang kerok, padahal dia sendirilah yang jadi biang kerok sesungguhnya. Emangnya nunggu Dokter selama dua jam itu gak cape, gak pegel? Situ enak di sana cuap-cuap dapat cuan, lah kita di sini lumutan nungguin Dokter." Omel Nayla masih dengan gaya berkacak pinggangnya.
"Betul!" Lagi-lagi Anna dan Endah bersuara dengan kompak. Ucapan Nayla tadi sudah mewakili ungkapan hati mereka
"Hai, para Tuan-Tuan yang terhormat, kalau repot gak mau nemenin istri periksa kandungan. Jangan nanam benih, tanam aja biji kacang hijau di kapas yang ada di dalam gelas plastik kaya anak SD tuh, gak perlu di siram terus kan soalnya airnya udah banyak, ntar juga tumbuh sendiri tuh pohon toge. Gak perlu diperiksa-periksa kaya periksa kehamilan istri kalian." Ucap Nayla yang memancing tawa Jessica pecah.
Ia tertawa terpingkal-pingkal hingga memegangi perut sendiri. Ia merasa lucu dengan kata-kata omelan Nayla untuk ketiga hot papa ini, terutama untuk suaminya. Baru kali ini ada orang lain yang memiliki nyali besar memarahi suaminya hingga wajah suaminya terlihat bodoh dimatanya. Apalagi orang tersebut mendapat dukungan dari Anna dan Endah.
__ADS_1
Bagaimana tidak kata-kata yang Nayla ucapkan begitu menohok mereka dan membuat ketiga hot papa itu melirik istri mereka masing-masing.
"Dengerin tuh Pah omongan Nayla, kalau gak mau repot jangan nanam kecebong di sini!" Omel Endah saat Jimmy meliriknya.
"Maaf Mah, janji gak akan lagi-lagi." Tanggap Jimmy yang merangkul pinggang sang istri dengan posesif.
"Cih, bilang gak lagi-lagi sekarang, besok udah ngulangin lagi." balas Endah yang mencengkram tangan Jimmy yang merangkul pinggangnya.
Berbeda dengan Endah, Anna hanya mengeluarkan satu kata keramat yang membuat Leon akan menderita entah sampai kapan.
"P U A S A," ucap Anna yang seketika membuat Leon lemas tak bertenaga. Dapat di pastikan jatah enak-enaknya tiap malam akan hilang untuk sementara waktu, karena Anna yang merajuk.
Sementara itu Jessica yang dilirik Andre, tak bisa menghentikan tawanya. Ekspresi suaminya saat ini memang benar-benar lucu dimatanya. Jessica yang melihat teman barunya marah dan menceramahi suaminya bukannya membela suaminya, ia malah tertawa asyik menertawakan suaminya.
"Daddy sudahlah, aku sudah tak tahan tertawa terus melihat dan mendengar omelan Nayla. Ayo kita pulang saja, apa Daddy tak ingin menengok kedua anak kita hum?" Ucap Jessica yang memberikan tawaran yang tak mungkin di tolak oleh suaminya.
"Mau Mom, mau..." jawab Andre yang tersenyum girang.
"Kalau begitu minta maaflah dengan Nayla dan kakak ku, serta adik sepupu mu yang telah dirugikan oleh sikap mu yang sok kuasa itu humm!" Perintah Jessica yang membuat Andre merengutkan wajahnya.
"Tapi aku bisa cepat sampai ke sini, jika saja meetingnya tidak di kantor Kakak mu Leon." Andre berusaha membela dirinya tapi Jessica sudah menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Seolah sudah mengerti jika perkataan istrinya tak bisa dibantah Andre pun kembali merengutkan wajahnya.
__ADS_1
"Ok baiklah," ucap Andre yang mau tak mau akan meminta maaf pada ketiga wanita hamil itu. Jika tidak pasti ia akan bernasib sama dengan Leon, puasa.
Dengan berat hati Andre berjalan mendekati Nayla.
"Hai pentol korek, saya minta maaf karena telah membuat mu lumutan menunggu Dokter Nisa, semoga bayi mu tetap sehat dan cepat lahir ke dunia ini." Ucap Andre dengan wajah datarnya.
Setelah meminta maaf dengan Nayla, Andre melirik Bayu dengan tatapan penuh arti.
"Awas kau nanti ya Bayu, istri mu benar-benar sudah menjatuhkan harga diriku." Cicit Andre dengan suara begitu pelan, hingga hanya Andre dan Bayu yang dapat mendengarnya.
Melihat kelagat suaminya yang goyah berdiri karena mendengar ucapan Andre. Nayla berdehem sembari berceloteh pada Andre, meski ia tak tahu ancaman apa yang diberikan Andre pada suaminya.
" Ekhmmm....Lo jual gue beli, Papi kayanya tenggorokan Mami kesangkut suara gaib tadi." Ucap Nayla disela dehemannya.
Sontak kata-katanya Nayla membuat tawa Jessica kembali pecah. Ia tahu betul jika suaminya tengah mengintimidasi teman bisnisnya itu. Bayu sungguh beruntung memiliki istri seperti Nayla, yang siap siaga membelanya di situasi genting sekalipun.
"Daddy sudahlah, kau tak akan menang melawannya." Pinta Jessica di sela tawanya. Ketika melihat wajah suaminya menahan marah karena disebut suara gaib oleh Nayla.
"Bayu cepat bawa istri mu pergi sebelum kesabaran ku habis." Perintah Andre yang sudah mengeraskan rahangnya. Bayu segera menghampiri Nayla dan menuntunnya untuk pergi.
"Dasar pentol korek!" Umpat Andre ketika Bayu membawa istrinya pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Biarin pentol korek kaya gini tetap cantik dan mempesona. Weeeee...." balas Nayla yang kembali bersikap childish, menjulurkan lidahnya yang panjang ke arah Andre.
"Mami Sayang, sudahlah." Pinta Bayu yang memalingkan wajah Nayla agar tak lagi meledek Andre.