Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 218


__ADS_3

Bukannya menjawab, Patricia malah meludahi wajah Nayla. Hingga membuat Nayla kembali tertawa terbahak-bahak, saat saliva bercampur dengan darah melekat di pipi putihnya.


"Cari mati!" Cicit Amel yang melihat jelas kesalahan fatal yang dilakukan Patricia pada Nayla.


Dengan gerakan yang slowly, Nayla menyapu saliva bercampur darah milik Patricia itu dengan tangan kosongnya sembari melirik Patricia. Namun setelah itu dengan secepat kilat Nayla meninju kuat dan penuh tenaga bibir Patricia.


Kembali villa yang semula sepi tak berpenghuni mengeluarkan suara jeritan tangis wanita yang kesakitan, hingga burung-burung yang hinggap disekitar villa berterbangan. Tangis pilu ini tercipta karena seorang wanita yang dianiaya oleh tangan kosong dari seorang adik perempuan pemilik villa tersebut.


Kini darah mengalir deras dari mulut Patricia berbarengan dengan beberapa deretan gigi yang rontok akibat tinjuan tangan Nayla.


"Patricia Balson, bagaimana rasanya enak? Hahahaha..."


Nayla beranjak dari posisinya, ia berjalan menghampiri meja makan dimana suami dan keempat pasang suami istri tengah menatap dirinya dengan tatap berbeda.


Nampak jelas raut tegang Jessica melihat sosok dirinya yang berbeda, sedang Endah dan Jimmy menatap kagum dengan apa yang ia lakukan. Sedangkan Leon menatap ngeri dengan apa yang telah ia perbuat pada Patricia.


Dan yang terakhir Bayu dan Andre. Kedua menatap penuh tanda tanya pada Nayla yang sekarang berada di hadapan mereka. Bayu dan Andre merasa sangat tidak mengenali sosok Nayla yang ada di depan mereka saat ini.


"Patricia Balson. Nama belakangmu sama sekali tidak asing di telingaku. Alben Balson, Alvin Balson dan Barnes Balson. Adalah sederet nama keluarga Balson yang aku kenal. Mereka anggota keluargamu bukan?" Ucap Nayla sembari menarik sebuah kursi untuk ia duduki.


Kini ia duduk menghadap Patricia yang masih meringis kesakitan tanpa ada satupun orang yang mau menolongnya.


Tatapan Amel memanas ketika nama ketiga pria itu disebut oleh Nayla. Ketiga nama orang di masa lalu Amel, yang tak ingin Amel dengar lagi namanya disisa hidupnya.


"Iya, mereka anggota keluargaku. Mereka semua adalah korban kebengisan mu. Kau itu bukan wanita tapi kau iblis." Jawab Patricia sembari menitikan air matanya.


Ketika Nayla mengingatkan dirinya pada dua pria yang terpenting dalam hidupnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, setelah acara prom night di kampus Nayla dan Amel kala Nayla dan Amel baru satu tahun berkuliah kala itu.

__ADS_1


"Hahaha... Kau bilang aku iblis? Kau tidak salah Patricia. Kau benar. Aku ini adalah iblis. Iblis yang diciptakan karena tindakan tak senonoh Alben Balson pada sahabatku Amel dan juga tindakan tak berhati nurani dirinya terhadap-----" ucapan Nayla terhenti sejenak lalu ia kembali tertawa menutupi kenangan pahit dan kesedihannya.


Hahahaha....


Kedelapan orang di meja makan dan juga dua orang yang berdiri dibuat penasaran dengan apa yang dikatakan Nayla dan juga Patricia barusan. Seperti ada sebuah cerita kelam dibalik pembicaraan mereka saat ini.


"Kau tahu mengapa aku menghilangkan nyawa saudara lelakimu dan juga Ayahmu dan membuat Paman tercintamu masuk bui untuk waktu yang cukup lama. Itu karena mereka berani bermain-main dengan ku."


"Mereka tak pernah bermain-main denganmu, Nayla. Tapi kau tega menghilangkan nyawanya bahkan jasadnya pun kami tak dapat menemukannya." Pekik Patricia sembari menangis pilu.


"Benarkah mereka tak bermain-main dengan ku? Apa aku salah telah membunuh mereka? Oh. I'm sorry Patricia. Aku sangat tidak.... tidak menyesal telah mengirim mereka ke neraka hahahaha...." Balas Nayla kembali dengan tawanya yang menggelegar.


"Mami. Stop!" Tegur Bayu yang sangat tidak menyukai tawa Nayla yang seperti ini.


"Nayla benar-banar mirip Endah." Cicit Anna yang duduk bersebelahan dengan Jessica dan juga Leon. Keduanya mengangguk, mengiyakan apa yang dikatakan Anna.


"Iya Nayla memang tidak waras. Aku tak menyangka dibalik kepribadiannya yang aku kenal, dia ternyata sebengis ini." Cicit Leon yang kompak diangguki seluruh orang yang ada di meja makan terkecuali Amel.


"Dia seperti bukan adikku," cicit Hendra.


"Ya, dia bukan seperti istriku yang penyayang dan lembut, meskipun kadang menyebalkan." Tambah Bayu.


"Ya. Aku memang tidak waras. Kewarasan ku hilang, saat saudara mu Alben membunuh Naufal di hadapanku. Jangan kau pikir saudaramu dan Ayahmu itu baik Patricia! Kau terlalu bodoh selama ini. Hahaha..." Balas Nayla yang kembali mendekati Patricia.


"Naufal? Siapa Naufal?" Cicit mereka semua yang ada di meja makan. Saat mendengar nama asing yang disebutkan Nayla.


"Mantan kekasih Nayla." Jawab Amel dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Sepertinya kau punya banyak waktu untuk mendengarkan aku berdongeng tentang saudaramu Alben dan juga Ayahmu Alben Balson sebelum mereka pergi menghilang dari muka bumi ini, seperti mereka yang berusaha menghilangkan nyawa Naufal dengan cara yang keji." Ucap Nayla yang kembali berjongkok di hadapan Patricia.


Nayla mulai menceritakan kejadian setelah malam prom night di kampusnya kala itu.


Kisah ini dimulai saat Nayla dan Amel berada di tahun pertama kuliahnya. Di kampus itu Amel pernah memiliki kekasih bernama Alben Balson dan Nayla juga memiliki kekasih bernama Naufal, yang merupakan sahabat Alben


Alben dan Naufal sama seperti Nayla dan Amel. Keduanya bersahabat dan selalu bersama kemana pun mereka pergi.


Alben dan Naufal berada di tingkat akhir kala Nayla dan Amel masih berada di tahun pertama kuliah di kampusnya.


Malam tragis itu. Usai pesta malam prom night di kampus. Kedua pasang muda mudi ini memutuskan kesebuah Villa milik keluarga Balson.


Tanpa mereka sangka sebelumnya, jika Alben memiliki niat tidak baik pada Amel. Kala itu Nayla yang memang adalah tukang tidur, belum sempat meminum, minuman yang telah dibuat oleh Alben dengan campuran obat tidur, karena ia sudah tertidur terlebih dahulu.


Nayla yang tidur seperti orang mati, dianggap Alben bukan sebagai ancaman besar. Namun sayang, saat Amel sudah berhasil dibuat terlelap oleh Alben. Nayla dapat melihat jelas jika Alben mulai menggerayangi tubuh Amel dengan tangan nakalnya, tepat di samping dirinya.


Ingin Nayla segera bangun dan menghajar Alben, namun belum sempat Nayla bangun dan menghajar Alben. Tiba-tiba Naufal yang semula pergi membeli beberapa botol miras untuk mereka minum-minum datang.


Naufal melarang tindakan Alben yang ingin menggagahi Amel.


"Jangan Ben! Jangan rusak anak orang! Dia punya masa depan. Dia bukan ajang untuk lo coba-coba. Kita akan ke USA sebentar lagi, kalau dia hamil gimana?" Ucap Naufal saat ia menarik tubuh Alben menjauh dari Amel.


Alben marah dan tidak terima perlakuan Naufal yang menghalangi niatnya untuk bersenang-senang malam ini dengan Amel.


"Sok naif lo! Lo kalau mau sana sama Nayla. Mumpung dia lagi tidur." Alben menyentak tangan Naufal yang masih memegangi bahunya.


Lalu apa yang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2