
Sepulangnya Sultan di Mansion. Sultan tak mengikuti apa yang dipesankan oleh Endah. Ia juga tak menemui Nayla yang tengah menangis di kamarnya. Selain tak ingin melihat Nayla bersedih, ia pun memiliki rencana yang akan menghebohkan ke empat hot mama dan papa itu.
Dalam rencananya ini Sultan melibatkan Suster Marni dan juga Pak Jono. Sultan meminta Pak Jono dan Suster Marni untuk pergi dari Mansion, keduanya di perbolehkan kembali ketika sudah jam sepuluh malam dan saat mereka peegi, mwreka harus mematikan ponsel mereha, agar tidak bisa dihubungi. Awalnya mereka tak menyetujui rencana anak Tuan Mudanya ini. Namun setelah mendengar alasannya, mereka pun menyetujuinya.
"Padahal tidak sedarah tapi jahilnya sembilan puluh sembilan persen mirip." Gumam Pak Jono.
Suster Marni yang diminta pergi dari Mansion senangnya bukan main. Dia ingin sekali memiliki kesempatan untuk diantara nonton film India yang kini tengah di putar di banyak gedung bioskop. Selama ini Pak Jono selalu menolak permintaannya dengan beribu-ribu alasan, tapi sekarang ia tak bisa menolaknya.
"Pak Jon, ayo kita ke Mall!" Ajak Suster Marni ketika mobil melaju meninggalkan Mansion.
"Ah, gak mau ah. Kopi di sana mahal Marni, mending kita ke taman kota, banyak yang jual kopi murah. Segelas paling mahal Goceng." Tolak Pak Jono.
"Yah Pak Jon. Tolong anterin saya ya? Nanti saya bayarin ngopi di Mall deh, sama cemilannya." Pinta Suster Marni pada Pak Jono dengan iming-iming.
"Waduh. Saya jadi mau ditraktir nih sama kamu Marni. Kamu kayanya banyak uang Marni, saya jadi heran sama kamu. Uang banyak kamu itu asalnya dari mana?" Tanya Pak Jono yang sesekali melirik amarni yang duduk di sampingnya.
"Tentu banyak dong uang saya Pak Jono.Jangan panggil Marni, Suster Carlota made in Indonesia kalau gak punya banyak duit Pak Jon." Jawab Marni sombong.
"Cih, Carlota. Pasti kamu jadi mata-matanya Nyonya besar ya. Kacau sekali kamu Marni." Sahut Pak Jono sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi gimana mau ya?" Tanya Suster Marni memohon.
"Ok baiklah. Tapi sebelum ngopi traktir saya makan dulu, terus habis selesai nonton kamu harus belikan istri dan anak saya sate kambing dan ayam yang ada di pengkolan jalan menuju perumahan Nyonya besar." Jawab Pak Jono yang m ngambil kesempatan dalam kesempitan.
"Oklah. Pak Jon." Jawab Suster Marni menyanggupi.
Sementara Suster Marni dan Pak Jono tengah bersenang-senang. Nayla yang tahunya putranya belum pulang karena mengecek kaar Sultan yang masih terlihat kosong, ranjangnya pun masih terlihat rapih, segera menghubungi Jessica.
"Jess, Sultan kenapa gak lo suruh pulang ini udah mau jam enam. Sebentar lagi laki gue pulang. Dia bisa marah." Ucap Nayla di sambungan telepon dengan Jessica.
"Hari ini dia gak di mansion gue Nay, dia di mansion Endah." Jawab Jessica apa adanya.
"Arghh Endah lagi Endah lagi. Lo aja yang hubungin dia. Tolong ya Jes.. masa anak gue dua-duanya di sandra sama dia," pinta Nayla dengan suara malasnya.
__ADS_1
"Hahaha. Ok. Gue hubungin Endah sekarang." Jessica menerima permintaan tolong Nayla kemudian menutup sambungan panggilan teleponnya.
"Hallo Ndah," sapa Jessica.
"Hemm, ada apa?" Sahut Endah yang sedang menikmati sentuhan Jimmy.
"Sultan tolong anterin pulang, Maminya udah hubungin gue nyuruh anaknya pulang. Kak Bayu sudah mau pulang soalnya." Pinta Jessica pada Endah.
"Sultan sudah pulang Jess," seru Endah yang masih menikmati sentuhan lidah Jimmy dipangkal pahanya.
"Belum Ndah, kalau udah, dia gak bakal hubungin gue." Sahut Jessica yang sontak membuat Endah membuang kepala Jimmy ke sisi tempat tidur dengan kasarnya.
"Aduh Mama! Kenapa sih? Kecengklak nih kepala Papa. Ya Tuhan." Seru Jimmy sembari memegangi tengkuk lehernya yang terasa amat sakit.
"Aduh Papa. Jangan manja! Mana ada tua bangka kaya Papa kecengklak, keplitek karena usia iya." Sahut Endah yang sudah bangkit dari ranjang tidurnya. Ia segera mengenakan kembali pakainya dan mencari Madun, pengawal yang bertugas antar jemput Sultan.
"MADUN!!" pekik Endah yang suaranya menggelegar keseluruh penjuru mansion.
Madun yang sedang menikmati kopi bersama rekannya segera lari kocar kacir menghampiri Endah.
"Tadi kamu antar Sultan pulang tidak?" Tanya Endah yang masih di dengar oleh Jessica dari sambungan panggilan telepon yang masih terhubung.
"Tidak Nyonya. Sultan sudah di jemput Jono dan Marni." Jawab Madun apa adanya.
"Jess, lo denger gak? Udah dijemput. Coba tambahkan Nayla di sambungan panggilan ini." Perintah Endah pada adiknya.
Saat ini Endah berpikir Nayla tengah merencanakan sesuatu, agar anaknya dikembalikan.
"Tak semudah itu mengambil Bianca menantuku yang menggemaskan. Hehehehe..." gumam Endah dalam hatinya.
Jessica segera menambahkan Nayla di sambungan panggilan telepon mereka, saat Nayla mengangkat panggilan telepon dari Jessica dan Endah. Keduanya mendengar dengan jelas suara Bayu tengah mengomel kepada Nayla. Rupanya Bayu pulang lebih awal dari perusahaannya dan mendapati kedua anaknya tidak ada di dalam Mansion.
"Mami ini gimana sih hah? Ngurus anak dua saja gak becus. Jangan nangis saja bisanya! Susul sana!" Pekik Batu pada Nayla.yang di dengar Jessica dan Endah.
__ADS_1
Tiba-tiba rasa iba dan kasihan Endah rasakan pada Nayla.
"Ada apa Jes? Udah di suruh pulangkan?" Tanya Nayla dengan suaranya yang terisak.
"Dia udah pamit pulang Nay, gue udah tanya Madun katanya dia udah di jemput Jono dan Marni." Jawab Endah dengan nada rendah. Ia ikut sedih dengan suara isak tangis Nayla.
"Tapi gak ada dimana-mana. Pak Jono sama Suster Marni juga gak ada, katanya pergi nganter Asi sampai sekarang belum kembali." Jawab Nayla masih dengan suara lemah dan terisak.
"Kok bisa? Apa mereka di culik ya?" Tebak Jessica yang membuat keduanya terkejut.
Nayla jatuh pingsan dan Endah malah langsung sigap naik ke atas kembali ke kamar pribadinya, dimana suaminya berada.
Brak!! [Endah membuka pintu dengan kasar]
Jimmy yang sedang mengoleskan minyak angin di tengkuk lehernya berjingkrak kaget karena ulah istrinya. Untungnya Bianca sedang tidur bersama kedua anaknya. Coba saja jika tidur di kamar mereka. Bisa-bisa anak Bayu dan Nayla ini menangis menggelegar seperti tawa Maminya.
"Mama!! Ya Tuhan. Kenapa datang-datang ngagetin sih ahhh? Leher papa benar-benar sakit nih." Keluh Jimmy masih mengurut tengkuknya.
"Aduh Papa, Mama gak nyangka, Papa cepat sekali menua dan renta seperti ini." Endah menghampiri suaminya dan malah mengkretek leher suaminya.
Krekk...krekk [Suara dari leher Jimmy yang di kretek samping kanan dan samping kiri].
"Gimana? Enakkan?" Tanya Endah pada suaminya.
Jimmy terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan istrinya, karena seketika itu saja rasa sakit di lehernya hilang.
"Enak Mah. Makasih ya." Ucap Jimmy sembari mencium pipi istrinya.
"Sama-sama Pah. Pah Sultan belum pulang. Sepertinya dia diculik." Balas Endah.
"APA? Mana bisa?" Respon Jimmy yang terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Mampir sini juga ya...