Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 172


__ADS_3

Setelah sampai di mansion, Bayu menarik Nayla masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar pribadi mereka. Bayu memandikan istrinya di bawah shower.


"Udah Pih cukup! Ini udah kali ke-11 papi sabunin tubuh mami." Pintar Nayla yang sudah kedinginan karena ulah Bayu terus melakukan hal yang sama berulang-ulang.


"Memangnya sekotor apa sih mami? papi selalu terus-terusan nyabunin mami berulang-ulang?" Tanya Nayla yang tak mendapat sahutan dari Bayu.


Bayu tetap dengan aktivitasnya membersihkan tubuh istrinya hingga ia puas.


"Jangan gunakan lagi baju mini seperti itu! Jangan biarkan orang lain melihat aset milik Papi Mih!" Ucap Bayu akhirnya yang membuat Nayla menghela nafasnya dengan kasar.


"Udah nggak Pih mami hampir mati kedinginan nih sekarang!" Pinta Nayla sembari memukul-mukul tubuh kekar Bayu yang sudah basah.


"Ini tuh tengah malam Pih dingin banget tahu!" Pekik Nayla yang sudah menggigil kedinginan.


Melihat istrinya menggigil dan bibirnya memuja Bayu pun akhirnya menghentikan aksinya. Ia mengeringkan tubuh istrinya dengan melilitkan sebuah handuk di tubuh istrinya. Dengan telaten Bayu mengeringkan rambut Nayla dan juga membaluri istrinya dengan minyak kayu putih, untuk menghangatkan badan istrinya yang kedinginan.


"Hah, mami hampir hipotermia karena ulah Papi. Yang mami butuhkan sekarang ini bukan minyak kayu putih tapi mami butuh kehangatan Papi." Ucap Nayla yang kemudian mendorong tubuh Bayu hingga jatuh ke atas ranjang.


"Mami mau apa?" Tanya Bayu yang masih mengenakan handuk yang melilit di bagian pinggangnya.


"Mau kehangatan Papi memangnya mau apa lagi,"jawab Nayla sembari menarik handuk yang melilit di bagian pinggang Bayu.

__ADS_1


Srekkk


Handuk pun terlepas dari pinggang Bayu, rupanya Junior milik Bayu sudah on fire. Dengan cepat Nayla naik di atasnya dan bergerak hingga keduanya mendesis bersahut-sahutan merasakan kehangatan dan kenikmatan malam ini.


Sementara Bayu dan Nayla bersenang-senang, kini giliran Leon yang sudah sampai di mansion pribadi miliknya, bukannya kedatangannya disambut hangat oleh Anna yang sudah terbangun dari tidurnya. Ia malah disambut oleh tangisan jeritan dari Anna yang ketakutan suaminya terluka. Rupanya Anna sudah mengetahui jika suaminya ikut dalam misi penyelamatan Hendra.


Anna sedih dan kesal karena Leon sudah berjanji tidak akan ikut dalam misi tersebut. Namun ia terpaksa ikut karena adiknya tiba-tiba saja pergi berperan serta dalam misi penyelamatan Hendra. Mungkin jika anda tidak pergi dia pun tidak akan pergi meninggalkan Anna.


"Ayah tega sekali membohongi bunda, ayah pengen bunda jadi janda ya? Bunda hampir mati karena terlalu mengkhawatirkan ayah. Sudah bunda bilang jangan pernah ikut-ikutan kelakuan Jimmy dan juga Endah." Ucap Anna sambil menangis.


"Tapi tadi Endah dalam bahaya bunda. Bagaimanapun Endah itu adalah adik ayah, ayah berkewajiban melindunginya." Balas Leon sembari memeluk tubuh istrinya.


"Tapi Bun....?"


"Tidak ada tapi tapi, mulai sekarang ayah tidak boleh pergi kemana-mana. Jangan pergi ke kantor sebelum bunda izinkan ayah pergi! Ayah harus tetap berada di samping bunda titik." Seru Anna yang kembali berbaring di atas ranjang. Tengah malam ini Leon harus menerima tidur di belakangi oleh istrinya yang tengah merajuk.


Sama halnya dengan Leon dimension Andre. Jessica tengah bersedih dan Andre kini dipusingkan dengan tangisan Jessica yang tiada henti. Trauma mendalam akan kejadian yang lalu membuatnya sulit menghentikan kesedihan dan tangisan yang saat ini ia rasakan.


" Mommy pikir Daddy ngobrol sama Bayu di teras belakang mansion seperti biasa, tapi saat mommy kembali Daddy sudah tidak ada. Kenapa Daddy tega meninggalkan mommy hah? Apa Daddy tidak sayang Mommy lagi?" Jessica terus bertanya sambil menangis kepada Andre, namun Jessica sama sekali tak memberi kesempatan Andre untuk menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Jessica pada dirinya.


"Apa Daddy sengaja ingin membuat kedua anak kita menjadi anak yatim piatu begitu dengan ikut menyusul Jimmy ke sana? Menembak dan melakukan kekerasan itu bukan keahlian Daddy. Jadi tolong jangan berbuat nekat lagi." Kembali Jessica berbicara tanpa memberi kesempatan Andre untuk menjawabnya.

__ADS_1


Pusing dengan celotehan istri yang tak ada henti-hentinya, Andre akhirnya memilih untuk memejamkan matanya. Melihat suaminya tertidur di sofa, bukannya merasa kasihan, Jessica malah tambah menangis meraung-raung karena merasa diabaikan oleh Andre. Jessica memukul tidak ada bidang suaminya hingga Andre kembali membuka matanya.


"Apalagi sayang? Aku salah aku tahu itu. Sekarang aku capek boleh aku istirahat?" Tanya Andre pada Jessica yang masih saja menangis seperti anak kecil yang takut ditinggal oleh kedua orang tuanya.


"Tidak. Jangan tidur dulu! Daddy harus bisa membuat Mommy tertidur terlebih dahulu, barulah Daddy boleh tidur." Jawab Jessica yang membuat Andre tahu arti kata membuat istrinya tertidur.


"Sebenarnya Daddy sangat lelah, tapi jika Mommy mau memimpin permainan. Daddy akan menerima dengan seneng hati." Ucap Andre yang diambil oleh Jessica, kemudian Andre dengan cepat mulai melucuti pakaian istrinya.


Berbeda dengan Bayu dan juga Andre yang berakhir dengan enak-enak di malam hari ini, Jimmy malah harus dihadapkan dengan persoalan kelompok mafianya.


Sebuah panggilan telepon internasional Jimmy lakukan untuk mengabarkan tentang kematian Joseph yang telah berani mencoba membunuh istri yang sangat ia cintai.


"Jadi Joseph sudah tiada?" Tanya Michelle Darwin yang biasa dipanggil dengan nama Darwin yang merupakan kepala mafia internasional saat ini.


"Ya Darwin dia sudah tiada, Karena dia sudah berani berusaha membunuh istriku jika saja istriku tidak menggunakan rompi anti peluru mungkin saat ini aku sudah menjadi seorang duda."jawab Jimmy yang mendapat tertawaan dari Michelle Darwin.


"Sebenarnya aku hendak menghabisi Joseph dalam waktu dekat ini, tapi semuanya sudah diwakilkan oleh dirimu. Joseph sudah melakukan pembelotan dan juga penggelapan uang. Dia sudah membuat kelompok kita mengalami kerugian besar. Kau tidak perlu merasa bersalah dengan kematian Joseph aku malah berterima kasih padamu. Jangan begitu aku tidak perlu repot-repot untuk datang ke negaramu." Ucap Michelle Darwin.


Percakapan mereka pun sampai di sini. Jimmy undur diri karena harus mengurus keadaan Hendra di rumah sakit. Sementara itu Amel yang sudah membersihkan dirinya dan berganti pakaian, juga sudah menghubungi kedua orang tua Hendra. Amel mengabarkan keadaan Hendra yang berada di rumah sakit saat ini. Ia juga telah menceritakan kejadian malam ini pada kedua calon mertuanya itu.


Sesampainya mereka di rumah sakit. Seorang dokter memberikan kabar yang buruk kepada mereka mengenai kondisi Hendra saat ini.

__ADS_1


__ADS_2