
"Apa ini seperti main paintball?" Tanya Amel dan Nayla, yang sangat menyukai permainan yang cukup ekstrim ini.
"Kurang lebihnya begitu." Jawab Endah yang tersenyum senang. Ia sudah dapat menduga jika kedua wanita di hadapannya adalah kedua wanita tangguh.
Amel dan Nayla saling melirik satu sama lain, sebelum mereka menjawab kesediaannya untuk ikut Endah dalam misi penyelamatan Hendra.
"Jadi gimana lo berani pegang senjata ini?"
"Gue sih berani-berani aja tapi kalau gue bunuh orang, gue pasti masuk penjara gimana dengan anak dan suami gue?" Jawab Nayla ia memikirkan bagaimana nasib dirinya nanti ketika ia sudah menjadi seorang pembunuh.
"Lo nggak bakalan di penjara. Sebelum lo masuk penjara mungkin gue dan laki gue yang duluan masuk penjara. Lo jadi orang jangan mikir kejauhan." Sahut Endah sembari mengenakan rompi anti pelurunya, yang diikuti oleh Amel.
"Kalau nggak di penjara gue mau ikut, gue akan tunjukkan kalau gue ini jago nembak." Ucap Nayla dengan jumawa.
Ketiga wanita tangguh ini pun akhirnya berangkat ke suatu tempat dengan menggunakan bantuan teknologi cukup canggih di mana Endah dapat mengetahui keberadaan suaminya sekarang. Endah mengendarai mobil sedan anti pelurunya, dengan atap yang dapat dibuka sepenuhnya.
Saat beberapa penjaga membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi di mansion Endah. Mereka nampak kagum dengan ketiga wanita yang dua diantaranya sudah menjadi seorang ibu.
"Beruntung sekali Tuan Jimmy punya istri pemberani seperti Nyonya. Suami pergi ke medan pertempuran, istri pun ikut serta dengan pasukannya sendiri." Ucap pengawal A.
"Tapi kalau saya tidak minat punya istri seperti mereka, terlalu kuat seperti ini bisa jadi diranjang saya yang dirajang sama dia," sahut pengawal B dengan rasa takutnya.
"Hahaha... Bukankah enak jika istri aktif diranjang? Kita tak perlu capek-capek terus bergerak, jadi sama-sama enak. Ya gak?" Timpal pengawal C.
"Iya daripada, istri yang cuma bisa ah oh ah oh... Di suruh naik turun bilang capek. Kalau saya sih cita-citanya punya istri kaya mereka." Sahut pengawal A.
__ADS_1
Sementara itu di Mansion Bayu dan Nayla. Bayu merasa kehilangan sosok istrinya ketika ia kembali dari kediaman Andre. Ia sudah mencari kemana-mana namun ia tak menemukan sosok sang istri dengan calon kakak iparnya itu.
"Nyonya di mana Bi?"tanya Bayu pada Bi Darmi yang tengah menggendong dan menimang-nimang Bianca yang sering terbangun.
Ia menemui Bi Darmi yang ada di kamar sang putra. Rupanya Nayla sebelum pergi menitipkan kedua anaknya dengan Bi Darmi dan juga suster Marni. Nampak suster Marni tengah terlelap sembari memeluk Sultan di atas ranjang.
"Pergi sama Non Amel, mereka dijemput paksa sama Nyonya Endah tadi Tuan." Jawab Bi Darmi.
Mendengar jawaban Bi Darmi Bayu segera keluar kembali dengan langkah seribunya. Ia sudah punya feeling tidak enak jika istrinya itu pasti akan dibawa oleh Endah untuk ikut dalam misi penyelamatan Hendra.
Sementara itu Hendra yang sudah berada di sebuah markas Joseph, segera di ikat di sebuah kursi.
"Bos, kami berhasil menculik pria ini. Jadi tolong berikan pengampunan pada kami berdua." Ucap Jali dengan wajah memohon ampun pada Joseph.
"Aku akan memberi pengampunan padamu, jika Tuan Yudha sudah memberikan bayaran kepadaku untuk melenyapkan nyawa pria ini." Jawab Joseph.
Sungguh betapa bodohnya Joseph yang tidak mencari tahu terlebih dahulu siapa Hendra sebenarnya, iya terlalu digilain dengan uang yang dijanjikan Tuan Yudha kepada dirinya. Jika ia sampai berhasil menculik dan melenyapkan nyawa Hendra.
Baik Tuan Yudha ataupun Jali dan Pendi tidak menceritakan kepada Joseph. Jika targetnya ini merupakan orang terdekat dari bos besarnya Jimmy.
Josep terlihat menghubungi seseorang yang tentunya Dia adalah Tuan Yudha.
"Selamat malam Tuan Yudha, saya sudah berhasil menculik mantan menantu Anda. Saat ini saya berada di jalan Aaaaa, Anda bisa datang ke sini sekarang untuk menyaksikan langsung bagaimana saya akan menghilangkan nyawa mantan menantu Anda, sesuai dengan permintaan Anda." Ucap Josep di sambungan panggilan teleponnya bersama Tuan Yudha.
"Baik, saya akan segara datang ke sana. Jangan lakukan apapun sebelum kami datang!" Jawaban Yudha yang merupakan mantan mertua dari Hendra, orang tua dari Silvi, istri Hendra yang telah tiada.
__ADS_1
Rupanya kepergian Silvi putri satu-satunya yang ia miliki dan kondisi sang istri yang terus mencuci pikiran ya tentang Hendra. Membuatnya menaruh denda pada Hendra apalagi ia mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan belum satu tahun Silvi pergi Hendra akan melangsungkan pernikahan dengan Amel. Seorang putri dari lawan bisnisnya.
Di dalam pikiran Tuan Yudha, iya berpikir jika kematian Silvi adalah sebuah konspirasi yang dilakukan oleh Hendra dan juga calon mertuanya untuk menjatuhkan Tuan Yudha.
Dengan diantarkan oleh sopir yang setia mengantarkan dirinya selama puluhan tahun Yudha dan juga istrinya berangkat menuju markas Joseph di jalan Aaaaa.
Saat mobil pasukan Jimmy yang datang lebih dari 100 orang baru memasuki jalan Aaaaa, tepatnya 500 meter lagi mereka sampai di markas Josep. Jimmy melihat mobil antik nan mewah milik Tuan Yudha yang sangat identik itu.
"Tuan Yudha??" Cicit Jimmy saat ia melihat mobil antik tersebut.
"Iya tuan, itu benar mobil Tuan Yudha mantan mertua Tuan Hendra." Ucap Angela yang membenarkan.
"Jadi Joseph bekerja untuk Tuan Joseph rupanya? Apa ini berhubungan dengan kematian Putri satu-satunya dan kejatuhan bisnisnya?" Tanya Jimmy pada kedua anak buahnya yang selalu setia mengawal Jessica adik iparnya.
"Kemungkinan seperti itu Tuan, saya pikir Tuan Yudha sudah salah paham dengan Tuan Hendra." Jawab Bowo di balik kemudinya.
"Kita jangan lakukan penyerangan apapun. Kita harus tahu penyebab Tuan Yudha menculik Hendra. Usahakan jangan ada pertumpahan darah sebelum saya memberi komando pada kalian. Apalagi musuh kita berteman baik dengan anggota keluarga besar kita sendiri." Tugas Jimmy pada kedua anak buahnya.
Angel langsung menyampaikan perintah pada Borni dan juga Septian yang ada di belakang mobil mereka.
Pasukan Jimmy sengaja memarkirkan kendaraan mereka dengan mengambil jarak 100 meter dari markas Joseph.
Dengan sebuah HT, Jimmy membagi tugas kepada Borni dan juga Septian. Joseph yang tidak mengetahui jika kedua rekam mafianya ini bekerja tetap dengan keluarga Kusuma dan juga keluarga Bayu pun, ditugaskan oleh Jimmy untuk menyelinap masuk ke dalam. Mereka diminta untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan Joseph pada Hendra dan maksud serta tujuan Tuan Yudha menculik mantan menantunya itu.
Demi menghilangkan kecurigaan anak buah Joseph. Borni dan juga Septian datang menggunakan sebuah mobil yang berhenti tepat di depan markas Joseph.
__ADS_1