Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 124


__ADS_3

"Dapat darimana sekertaris uget-uget itu?" tanya Andre saat merangkul Bayu berjalan kembali ke ruangannya.


"Asisten gue yang nyari." jawab Bayu jujur apa adanya.


"Nanti biar Jimmy yang akan carikan sekertaris yang cocok buat lo, yang dijamin gak akan macam-macam." ujar Andre lagi.


"Emangnya Novi kenapa? Dia gak macam-macam kok." tanya Bayu yang tidak tahu siapa Novi.


"Ya belum sempat macam-macam, karena lo belum masuk perangkapnya." cetus Andre yang kemudian masuk ke ruang kerja Bayu, dan menghampiri istrinya. Ia langsung saja tidur dipangkuan istrinya.


"Kopi Bay, kopi jangan lupa!" pinta Andre pada Bayu yang berjalan kembali ke kursi kebesarannya untuk menghubungi stafnya.


"Iya." sahut Bayu singkat.


"Jangan sakiti lo, lo aja mau nyakitin anak gue, berani ya lo sama gue." ucap Endah yang menendak kaki Novi yang di tembak suaminya.


"Aaa... sakit... maafkan aku... maaf..." jerit Novi yang kesakitan.


Sadis. Itulah yang orang katakan saat memandang kedua pasangan ini.


"Bowo, siapkan tim C bawa perempuan ini ke markas. Dia tak mau menjawab pertanyaan istriku sejak tadi." perintah Jimmy pada Bowo yang segera menghubungi tim sapu bersih milik Jimmy.


"Maafkan saya Tuan, saya masih mau hidup." ucap Novi sembari menangis.


Sungguh sial nasibnya, dapat bayaran yang tak seberapa tapi ia akan kehilangan nyawa di pasangan devil ini.


"Saya akan katakan, saya di suruh siapa, tapi tolong jangan bawa saya kemana-mana." Novi terus memohon agar dilepaskan dan dibiarkan hidup.

__ADS_1


"Ya, udah ngomong dong gak usah pakai basa-basi." sahut Endah yang masih memasang wajah garangnya.


"Sa-saya dibayar Nona Diana, wanita yang sangat mencintai Tuan Bayu. Dia membayar saya lima ratus juta untuk membuat Tuan Bayu dan Nyonya Nayla bercerai. Beliau baru membayar saya dua ratus lima puluh juta, sisanya akan beliau berikan jika saya berhasil membuat Tuan dan Nyonya bercerai." terang Novi yang ditoyorkan kepalanya leh Endah dengan senjatanya.


"Dasar perempuan bodoh!" umpat Endah pada Novi.


"Bereskan Pah, jangan biarkan dia bebas," perintah Endah pada suaminya yang dijawab anggukan dan senyuman.


Endah kembali meletakkan senjatanya di dalam persembunyianya. Ia merapikan penampilannya yang sedikit berantakan dengan berkaca pada kaca penyekat ruangan. Lalu memasang senyum ceria seakan tak habis melakukan apa-apa. Begitu pula dengan Jimmy. Pasangan psikopat ini masuk ke ruangan kerja Bayu dengan wajah santainya.


Sedang Angel dan Bowo kebagian membereskan Novi yang sudah lemas karena kehabisan banyak dara.


"Sebaiknya kamu bunuh diri saja daripada mati ditangan mereka setelah ini, karena rasa sakitnya lebih menyakitkan daripada mati bunuh diri." cicit Angel yang tambah membuat Novi gemetaran karena takut.


Menyesal. Tentu saja Novi menyesal menerima pekerjaan dari Diana. Sejak menghilangnya Ferry dan Endah diketahui sebagai cucu Abraham Adijaya.Novi sudah menepikan kehidupannya. Ia takut bersinggungan dengan Endah. Tapi siapa sangka hari ini orang yang selama ini dia hindari, ia temui dan melukainya.


"Hai, maaf lama, olahraga jantung dulu tadi." ucap Endah santai yang menggeser kaki Andre untuk ikut duduk di atas tikar permadani itu dengan kakinya.


Nayla melihat aneh cara Endah menyuruh Andre bergeser. Dan Andre tanpa kata-kata langsung menggeser kakinya. Ia menekuk kakinya yang panjang dan terus berbaring dipangkuan istrinya sembari memainkan ponselnya.


Keempatnya terus bergosip, sedangkan Jimmy dan Bayu tetap bekerja diruang kerja Bayu. Hanya tidak ada Leon di sana. Karena dia sedang bersama Hendra mengurus kerja samanya dengan Tuan Wirya, orang tua Amel.


"Kalian ke sini cuma mau ngobrol sama gue, terus ngapain suami lo pada ikut?" tanya Nayla yang sadar dengan kedatangan mereka.


"Suami gue lagi gak ada kerjaan jadi ikut, nih liat aja! Malah asyik main gamekan dia." jawab Jessica yang menunjuk kearah Andre.


"Klo suami gue gak da, ada urusan bisnis sama kakak lo katanya." jawab Anna.

__ADS_1


"Suami gue, gue suruh ikut, gue gak mau sendirian di perusahaan. Bodo amatlah sama kerjaanya dia. Kalau Kak Andre neken suami gue. Tinggal gue karungin dia." jawab Endah yang tak ditanggapi oleh andre yang serius memainkan game onlinenya.


Sementara Bayu, tak memperdulikan keberadaan mereka. Ia harus terbiasa dengan kekacauan ini mulai dari sekarang, karena kedepannya ia akan tetap berhubungan dengan mereka. Pasalnya sang istri sudah menerima pinangan untuk Sultan dari Jessica dan anak yang belum dilahirkan oleh Nayla dengan anak Endah. Bayu bingung mau merasa bahagia, beruntung atau merasa sengsara dan buntung. Mendapatkan calon besan dari keluarga Kusuma dan Adijaya.


Keakraban keluarga mereka semakin solid saja dari hari ke hari. Kandungan Jessica yang menginjak usia hampir sembilan bulan. Membuatnya harus kembali ke kota D, sesuai perintah kedua orang tua, mertua dan kakak neneknya.


Namun sebelum kembali ke kota D. Keempat ibu hamil ini, kompak memeriksakan kehamilannya tanpa para suami mereka. Bayu sudah berani melepas Nayla jika dia hanya bergaul dengan ketiga istri temannya.


Bayu pun sudah mendapatkan sekertaris rekomondasi dari Jimmy. Mau menolak tapi Bayu takut. Karena setiap dekat dengan sekertarisnya Bayu merasa sangat takut, pasalnya sekertarisnya yang sekarang bukanlah seorang wanita. Melainkan seorang pria yang berpakaian seperti wanita. cantik memang tapi punya sebuah pedang di bagian bawah tubuhnya yang sangat terlihat jika menggunakan pakaian yang superketat. Tak jauh dari sekertaris Andre, yaitu si Borni.


Empat mobil sedan mewah pemberian Andre, terparkir di lobby rumah sakit secara bergantian. Turun ibu hamil satu persatu dari mobil mewah itu.Dan mobil terakhir turunlah Ibu hamil bersama putra sambungnya sambil bergandengan tangan.


Sultan yang berusia lima tahun, menggantikan posisi Bayu menjaga dan menemani sang ibu sambung memeriksakan kesehatan calon adiknya.


"Mih, apa benar jodohku akan segera dilahirkan dalam beberapa hari ke depan?" tanya Sultan pada Nayla, saat ia berjalan bersama Nayla keruang praktik Dokter.


"Iya, apa Sultan mau lihat proses kelahiran princessnya Mommy Jessica?"jawab Nayla yang malahbalik bertanya pada putra sambungnya.


"Tentu Mami, apa boleh?"


"Boleh, tenang saja. Semua bisa diatur." jawab Nayla yang membuat hati Sultan merasa bahagia.


Keempat ibu hamil itu pun sudah sampai di depan pintu ruang tunggu praktek Dokter Nisa, Dokter ahli kandungan mereka. Bowo dan Angel membukakan pintu untuk keempat ibu hamil itu.


Pintu ruang tunggu sudah terbuka lebar, namun Jessica enggan melangkah karena melihat seorang pria dimasa lalunya tengah duduk denfan istrinya di sebuah sofa yang ada di dalam ruang tunggu. Endah menarik tangan Jessica untuk tetap masuk.


"Jangan takut! Gue akan selalu menjaga dan melindungi lo," ucap Endah saat menarik tanga Jessica yang enggan untuk masuk.

__ADS_1


"Kenapa Ann?" tanya Nayla pada Anna yang berdiri tepat di sampingnya.


"Nanti ceritanya, ada orangnya soalnya." jawab Anna yang kemudian ikut melangkah masuk ke ruang tunggu bersama Nayla.


__ADS_2