
Tepat pukul 21.00, Leon mendatangi mansion Andre. Ia sengaja datang di malam hari. Demi menghindari pertengkaran dengan sang istri di depan banyak mata.
Kini Leon sudah berada di kamar yang biasanya dirinya tempati ketika menginap di mansion Andre dan Jessica ini.
Ia dapati istrinya tengah meringkuk kedinginan seperti seekor udang. Leon segera naik ke atas ranjang. Ia ikut bergabung bersama sang istri. Ia peluk tubuh sang istri yang tengah meringkuk itu. Tak terlihat adanya penolakan dari Anna saat suaminya ini memeluknya. Ia bahkan membenarkan posisi tidurnya untuk masuk lebih dalam kepelukan suaminya.
Tepat pukul 05.00 pagi, Anna yang terlebih dahulu bangun, menyadari ada tangan kekar yang tengah melingkar di atas perutnya, dan tubuh seorang wanita yang tengah tidur di depannya. Rupanya tubuhnya semalam diapit oleh kedua orang dewasa yang tidur satu ranjang dengannya.
Anna segera membalikkan tubuhnya untuk melihat apakah suaminya yang tengah memeluknya atau kakak sepupunya. Karena dapat ia pastikan tubuh wanita dewasa yang ada di depannya saat ini adalah Jessica. Ada kemungkinan yang memeluknya adalah Andre. Kakak sepupu yang sangat menyayangi dirinya.
Betapa terkejutnya ia, saat melihat yang memeluknya adalah sang suami yang masih memejamkan matanya.
Anna tersenyum senang melihat suaminya ada di sini. Saking senangnya Anna sampai menusuk-nusuk pipi suaminya dengan jari telunjuknya.
"Ayah...!" Panggil Anna dengan suara berbisik, agar Jessica tidak terbangun dari tidurnya.
"Hemm..." Sahut Leon yang masih sangat mengantuk.
"Ayah..." Panggil Anna lagi karena sang suami tak jua membuka matanya.
"Hemmm... Apa?" Sahut Leon masih dengan mata terpejam.
"Pulang yuk!" Ajak Anna pada Leon.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Leon yang mulai membuka manik matanya.
"Jam lima pagi," jawab Anna.
"Hemmm Ok. Ayah pindahkan Jessica dulu ya?"
"Kenapa di pindahin?"
"Karena Ayah yang bawa dia ke sini. Ayah takut Bunda marah, jadi Ayah pinjam Jessica dari Andre." Jawab Leon jujur.
__ADS_1
Ya. Semalam, karena gugup dan takut kembali ribut dengan Anna. Leon pergi ke kamar Andre. Di dapatinya adiknya itu sudah tertidur pulas sedangkan adik iparnya tengah memangku istri keduanya, alias laptop.
"Ada apa?"
"Pinjam adikku, aku takut Anna----"
"Ambilah, jangan sampai bangun! Menidurkannya sangat susah. Endah sudah membuat pipinya memar. Kau tahu sendiri adik mu hyperbola jika memiliki luka atau ada bagian tubuhnya ada yang sakit." Sambung Andre yang tak mau Leon terlalu lama di kamarnya. Rupanya adik iparnya itu tengah sibuk bekerja saat ini.
Jadilah semalam Leon menggendong Jessica dengan penuh hati-hati ke kamar dirinya dan Anna yang ada satu lantai dengan kamar Jessica dan Andre.
Dan saat ini pun harus kembali seperti itu, Leon harus mengembalikan Jessica kembali ke kamarnya dengan menggendongnya seperti semalam.
Kali ini Leon di bantu Anna mengembalikan Jessica si putri tidur kembali pada suaminya.
Kembali Leon mendapati Andre masih sibuk dengan laptop di pangkuannya.
"Sudah selesai meminjamnya? Sudah baikan? Pasti mau pulang?" Anna dan Leon terus mengangguk mendengar semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.
"Letakkan kembali di sini!" Perintah Andre sembari menunjuk ranjang tidur dimana Jessica tertidur tadi.
"Sakit Pih....hiksss...." Tangis Jessica yang langsung dipeluk Andre.
"Kamu tidurnya bergerak-gerak terus, kan tadi Papi udah bilang jangan banyak bergerak." Ucap Andre berbohong sembari menenangkan tangis Jessica yang seperti anak kecil sedang mengalami sakit gigi.
Setelah tangis Jessica reda dan mulai tertidur kembali. Andre menggibaskan tangannya, menyuruh Leon dan Anna cepat pergi dari kamarnya.
Di luar kamar Jessica dan Andre. Leon dan Anna berdiri terpaku sejenak. Mereka seperti sedang memikirkan penderita yang Jessica dan Andre alami karena diri mereka berdua. Anna yang awalnya minta pulang pun akhirnya tidak jadi. Ia perlu bicara dengan Jessica pagi ini.
Pukul 07:00, Jessica datang bersama dengan Andre. Ia nampak baik-baik saja tidak seperti jam lima pagi tadi, dimana ia menangis dengan tersedu-sedu karena menahan sakit di pipinya.
Tak hanya ada Anna dan Leon di meja makan Mansion Andre dan juga Jessica. Tapi juga ada Endah dan juga Jimmy.
Usai sarapan Anna dan Endah mendekati adik bungsu mereka ini.
__ADS_1
"Jess.." panggil keduanya saat mendekati Jessica yang makan lebih lama dari biasanya karena pipinya yang sedang sakit.
"Maaf ya, maukan maafin kita." Ucap Anna terlebih dahulu.
"Maaf atas?" Tanya Jessica yang terlihat dingin dari biasanya.
"Mami!" pekik Andre yang sengaja memangil sang istri.
Sesekali kedua wanita itu harus diberi pelajaran untuk tidak terlalu bar-bar. Apalagi sampai membuat istri tercintanya terluka seperti ini.
"Sini sayang!" Panggil Andre lagi, sembari melambaikan tangannya.
Jessica segera beranjak dari kursi yang ia duduki, ia menghampiri Andre yang tersenyum sembari menunjukkan sesuatu yang ingin dia bawa ke kamar kedua anak mereka. Ia meninggalkan keduanya begitu saja, tanpa menjawab permintaan maaf dari mereka. Jessica sedikit berlari kecil untuk menghampiri suaminya, yang terus tersenyum kearah dirinya dan juga pada kedua saudarinya.
Senyum dari Andre itu, dianggap sebagai ledekan oleh Endah dan juga Anna.
"Lo Adenya dan gue kakak iparnya, kita salah dan jadiin istrinya korban." Ucap Endah yang kemudian dilanjutkan oleh Anna.
"Dan sekarang Kak Andre, sengaja menjauhkan kita dari Jessica. Dia gak kasih kita kesempatan untuk minta maaf."
Keduanya menunggu Jessica turun kembali, namun Jessica tak kembali turun ke lantai dasar. Saat keduanya menyusul keberadaan adik bungsunya itu, mereka tak dapat memasuki kamarnya yang biasanya hampir tak pernah terkunci, terkecuali mereka sedang memadu kasih.
"Jess..." Panggil Anna dan Endah lebih dari seratus kali tapi tidak mendapatkan sahutan dari Jessica.
Sudah dapat dipastikan keduanya diusir secara halus oleh sang pemilik mansion.
Merasa tak memiliki jalan untuk mendapatkan maaf dari Jessica, keduanya pun sepakat untuk mendatangi Nayla yang memiliki banyak akal.
Keduanya semangat empat lima menuju mansion Nayla. Namun sayang keduanya tak bisa menemui Nayla, karena ternyata Nayla tengah pergi bersama dengan kedua mertuanya keluar kota untuk beberapa hari, karena ada kerabat mereka yang menikah.
Tak hilang akal, keduanya mendatangi Amel yang sama-sama memiliki otak encer seperti Nayla.
"Ayo Mel, bantu gue baikkan sama Jessica." Rengik Anna pada Amel yang terlihat bingung menatap keduanya.
__ADS_1
"Mana bisa? Gue gak sedekat Nayla sama Jessica." Jawab Amel yang memang tak sedekat itu dengan Jessica.
"Ok deh kalau begitu, lo gak bisa bantu secara langsung gak apa-apa deh. Asalkan cariin kita ide buat minta maaf sama Jessica, soalnya Kak Andre gak ngasih kita kesempatan sama sekali." Pinta Endah yang sudah kehilangan akal untuk minta maaf dengan adiknya.