
Kini di atas bukit ada dua pria tampan bertubuh proporsional tengah bersitegang. Jangan tanya bagaimana perasaan Jimmy saat ini ketika melihat istrinya dipeluk oleh pria lain. Kesal, marah dan ingin sekali segera menelan Anderson hidup-hidup.
"Kau telah merebutnya dariku Jimmy. Dulu Endah adalah wanitaku, milikku."klaim Anderson.
Jimmy mencebik bibirnya mendengar Anderson mengklaim Endah adalah miliknya. Lalu tertawa terbahak-bahak seperti kebiasaan Nayla. Untuk pertama kalinya, rumah tangganya terusik.
Bugh!
Anderson mundur hingga tiga langkah karena, Endah berhasil menedang sesuatu yang amat berharga dalam diri Anderson.
"Aaa..Ee-endah....!" Anderson merintih kesakitan hingga membungkukkan tubuhnya.
Endah melirik sekilas Anderson kemudian berjalan menghampiri suaminya.
"And, ketahuilah kau hanya masalalu yang telah aku kubur dalam-dalam, sedang Jimmy adalah masa depanku." Ucap Endah yang mengecup pipi Jimmy.
Wajah Anderson memerah, ia marah, terbakar habis cemburu. Melihat betapa mesranya Endah mencium Jimmy di depan matanya.
"Tidak! Kau milikku Endah. Aku akan merebutmu dari dia." Ucap Anderson yang kemudian mengeluarkan pistol dari belakang pinggangnya.
Dengan gerakan cepat, Jimmy yang tidak membawa senjata api langsung saja menendang pistol itu jauh dari Anderson. Endah segera mencari pistol tersebut.
Pertarungan pun dimulai. Baik Anderson dan Jimmy saling pukul satu sama lain. Berkali-kali Anderson jatuh ke tanah. Berkali-kali pula Jimmy berhasil dijatuhkan Anderson. Pertarungan antara kedua pria ini imbang. Wajah mereka sudah dipenuhi dengan luka babak belur. Keduanya kembali berdiri dan kembali saling memukul satu sama lain dengan tangan kosong.
Nayla yang merasa curiga Endah tidak kembali langsung bertanya pada Jessica, tentang keberadaan Endah.
"Jess, kemana Kakak lo?" Tanya Nayla.
"Ketemu mantannya di belakang." Jawab Jessica terlihat cuek dan biasa saja.
"Mantannya? Siapa? " Tanya Nayla penasaran.
"Itu mantannya namanya Anderson, dia ternyata ada di sini----" jawab Anna yang belum selesai namun sudah di tinggal oleh Nayla dan Amel.
Kedua wanita itu melihat tidak ada Jimmy diantara para suami mereka, merasa ada yang tidak beres Nayla dan Amel akhirnya bermain mata dengan Septian dan Borni. Lalu masuk ke dalam mobil campervan milik Nayla yang lama. Mengambil senjata untuk mereka yang sudah siap untuk berperang.
__ADS_1
"Katakan pada Bowo dan Ferdy kawal anak-anak kami. Kalian amankan dulu Jessica Anna dan para suster yang sedang memasak. Aku akan susul Jimmy dan Endah." Perintah Nayla.
Keluar dari mobil, Nayla dan Amel langsung berlari ke arah belakang, dimana tempat yang dikatakan Jessica, Endah dan
Anderson bertemu.
Sementara itu, Anderson yang kalah kuat dengan Jimmy sudah terkulai lemah di atas tanah. Saat Jimmy ingin mengambil pistol untuk menembak Anderson. Tiba-tiba tubuh Jimmy jatuh terkulai di atas tanah.
Seorang anak buah Anderson yang melihat perkelahian mereka, langsung saja menembak Jimmy.
"Papa!!!" Pekik Endah histeris.
Ketika melihat bagian perut Jimmy menembus timah panas.
Teriakan Endah mengejutkan semuanya. Nayla yang tiba terlabat langsung saja memuntahkan peluru ke semak-semak yag diyakini anak buah Anderson berada.
Jeritan demi jeritan terdengar ketika Nayla memuntahkan pelurunya.
Andre dan Leon yang berlari menyusul segera memberikan pertolongan pada Jimmy.
Bagaimanapun Jimmy adalah sahabat dari kecil Andre. Meskipun Jimmy hanyalah anak seorang supir namun Andre sudah menganggap Jimmy sebagai saudaranya sendiri.
Andre langsung membuka kemeja hawai yang ia kenakan dan menyobek-nyobeknya hingga membuat simpul tali. Ia mengikat bagian perut Jimmy yang masih mengeluarkan darah itu.
Kemudian Leon dan Andre segera menggendong Jimmy. Keduanya membawa Jimmy ke mobil campervan milik Nayla dan Bayu yang lama.
Bowo segera tancap gas membawa Jimmy ke rumah sakit terdekat. Di dalam perjalanan Septian yang memang memiliki pengetahuan medis karena dia oada dasarnya adalah seorang Dokter, terus melakukan pertolongan pertama untuk Jimmy.
"Bos tetaplah membuka mata mu Boss." Ucap Septian yang terus memukul pipi Jimmy.
Ketika sampai di rumah sakit swasta di sana. Septian meminjam ruang operasi, dan Andre mengatakan akan membeli rumah sakit ini hari ini juga, ia juga mengatakan akan memecat siapa saja yang tak mau meminjamkan ruang operasi untuk Septian.
Orang-orangnya yang mengetahui siapa Andre langsung saja memberi akses pada Septian untuk mengoperasi Jimmy.
Siapkan empat kantung darah dengan golongan darah AB+, perintah Septian pada tim medis yang membantunya.
__ADS_1
Kini Septian setelah sekian lama, akhirnya kembali mengenakan pakaian kebesarannya sebagai seorang Dokter. Jika buka Jimmy yang terluka, ia tak mungkin memakai pakaian kebesarannya itu.
Banyak alasan yang membuat Septian tak percaya jika orang lain yang menangani Jimmy. Dua jam lamanya Septian menangani Jimmy. Dan puji syukur, Jimmy selamat dan kondisi mulai kondusif setelah luka tembakan dan proyektil peluru sudah berhasil di ambil.
Sementara itu, di perkemahan. Nayla, Amel, Endah dan Angel. Seperti wanita yang kehilangan akal ia bertempur dengan anak buah Tuan Charles yang terus berdatangan.
Pemandangan bukit dimana mereka berdiri sudah seperti lautan manusia yang bersimbah darah karena muntahan peluru dari ke empat wanita itu.
Tiba-tiba saja sebuah tepukan tangan dari seorang pria paruh baya menghentikan mereka.
Prok...prok...prok...
"Well...well... Well... Kalian berempat adalah wanita-wanita hebat. Yang bisa membinasakan kaum pria sebanyak ini. Saya sangat menyayangkan pertumpahan darah ini. Padahal niat saya hanya ingin mengambil club malammu itu Nayla." Ucap Tuan Charles sembari menghisap cerutu yang ada di tangannya.
Pandangan Tuan Charles tiba-tiba terfokus pada sosok wanita muda yang sangat ia kenali.
"Hai, Kau Endah bukan. Mantan putraku yang ternyata hanya seorang anak angkat Ferry." Ucap Tuan Charles yang terkesan merendahkan Endah.
"Ya Tuan Charles yang terhormat ,saya memang anak angkat Ferry, dan merupakan anak kandung dari Nico putra dari Abraham Adijaya." Sahut Endah yang malah memancing Tuan Charles tertawa terbahak-bahak.
"Jadi Endah yang dimaksud Tuan Adam adalah dirimu, hahahaha... Aku tidak percaya dengan bualan mu. Tidak mungkin keluarga Adijaya memiliki keturunan hina sepertimu." Tuan Charles terus merendahkan Endah karena ketidak sukaannya terhadap diri Endah.
"Ya aku memang hina, wanita yang hina di mata dirimu, Tuan Charles yang maha agung."
"Hahaha kau bilang aku maha agung? Aku akan terlihat Agung, setelah mendapatkan klub malam milik Nayla dan Amel.Hahaha..."
"Oh jadi Om yang namanya Tuan Charles? Bagiku Om cukup tampan di usianya yang sudah cukup tuwir ini ya. Hahahaha... Tapi sayangnya aku tidak akan memberikan club malam itu secara cuma-cuma, Om. Harus ada take and give diantara kita." Ucap Nayla dengan gaya centilnya.
"Take and give apa yang kau inginkan cantik?" Tanya Tuan Charles yang sedikit tergoda dengan body goals Nayla.
Manik mata Tuan Charles terus mengamati tubuh Nayla dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Tuan Charles terus menggelengkan kepala melihat kaki jenjang Nayla yang begitu menggoda.
Sebelum Nayla menjawab pertanyaan Tuan Charles. Amel mengatakan jika mereka sudah dalam keadaan dikepung.
"Godalah dia Nyonya sembari menunggu, Tuan Adam dan bala bantuan datang!" Saran Angel pada Nayla.
__ADS_1