Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 189


__ADS_3

"Amel, Papi hah...hah... tolong berhenti Mami udah gak tahan." Pekik Nayla yang seketika membuat Bayu menghentikan laju kendaraannya.


"Mel, tolongin gue! Gue udah ngerasa dia udah mau keluar." Pinta Nayla, ia berusaha membuka celana yang sudah basah tapi masih ia kenakan.


"Ya udah buka yang lebar paha lo. Ingat jangan sembarangan ngeden, ini mobil orang!" Perintah Amel yang masih sempat-sempatnya ingat mobil milik siapa yang ia tumpangi sekarang.


"Ahh... si Endah aja santai aja. Kenapa lo yang ribet." Seru Nayla pada Amel.


"Udah jangan ribut! Sekarang lo harus konsen buat kumpulin tenaga ajah buat dorong calon mantu gue keluar." Seru Endah yang sudah melabeli putri Nayla yang sebentar lagi launching.


"Tarik nafas buang, tarik nafas buang, saat rasa mules itu datang, dorong kuat-kuat tapi jangan angkat pinggul lo Nay!" Ucap Amel memberikan interuksi pada Nayla.


Huftt... hah... hufft hah [suara tarikan nafas Nayla]


Eeeeeemmmmmmpppp... Aaaaaaaa..... [teriakan Nayla.saat mendorong putrinya keluar]


Oekkk...oekkk... [Tangias putri Nayla yang sudah diberi nama Bianka oleh Nayla].


"Hallo menantuku, welcome to the word baby," ucap Endah yang segera membuka jaket yang ia kenakan untuk menyelimuti Baby Bianka.


"Kak Bayu, jalankan mobilnya, kita kerumah sakit. Menantuku butuh seorang dokter untuk memotong tali plasentanya." Perintah Endah pada Bayu.


Amel yang semula turun dari mobil, kembali naik dan meminta Nayla untuk tetap terjaga.


"Jangan tidur dulu Nay! Lo harus diperiksa Dokter dulu." Perintah Amel pada Nayla.


Plak [Satu pukulan mendarat di lengan Amel]


"Cape Mel, masa gue gak boleh tidur?" Protes Nayla setelah memukul Amel.


"Pokoknya jangan dulu! Tunggu Doktee, lo mau tidur terus bablas, ketemu lo langsung sama si Diana." Pinta Amel lagi sembari menakut-nakuti Nayla.

__ADS_1


"Amel ahh jangan nakut-nakutin gue dong!" Protes Nayla yang sama sekali tak mengganggu Baby Bianka yang tenang dalam gendongan Endah.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di rumah sakit. Nayla dan Baby Bianka langsung di tangani oleh Dokter. Nayla kembali ke ruang rawatnya dengan penjagaan super ketat. Kedua orang tua Nayla dan Bayu mulai berdatangan.


Sementara itu Andre, Jimmy, Leon dan Hendra kini tengah menunggu mobil yang akan menjemput mereka. Disaat menunggu keempatnya malah membuat taruhan yang hadiahnya tak main-main untuk pemenangnya.


Taruhan mereka diantaranya.



Nayla melahirkan dimana? Rumah sakit atau di jalanan?



Dalam taruhan ini Andre dan Leon yang ikut taruhan. Andre berkata dijalanan dan Leon berkata di rumah sakit. Leon percaya dengan gaya dan cara membawa mobil Bayu yang seperti pembalap.




Dalam taruhan ini Hendra dan Jimmy yang ikut taruhan. Hendra berkata mirip dengan Bayu, karena Hendra tahu jika Bayu amat sangat bucin dengan sang adik, dan Jimmy berkata mirip Nayla, karena Jimmy beranggapan Nayla-lah yang selama ini bucin dengan Bayu.


Saat mobil jemputan mereka datang, keempatnya langsung berlari berhamburan ke dalam mobil. Keempatnya sangat bersemangat untuk datang ke rumah sakit. Mereka ingin bertanya pada Bayu, dimana putrinya di lahirkan dan mirip siapa wajah putrinya itu.


Sesampainya di rumah sakit keempatnya berebut turun lebih dahulu dari mobil. Setelah turun mereka berlari tunggang langgang seperti maling ayam menuju ruang rawat Nayla.


"Daddy ngapain lari-larian kaya gitu ih?" Tanya Jessica pada suaminya.


"Ayah juga ngapain sih lari-larian? Kaya mau ngantri sembako aja?"


"Iya nih Papa, ngapain ikut-ikutan lari segala, biasanya juga cuek?"

__ADS_1


"Kalau bisa jalan kenapa harus lari sih Mas, dulu aja kamu gak pernah lari mengejarku." Protes Amel pada Hendra.


Rupanya keempat wanita ini tengah duduk dan berbincang di kursi panjang yang ada di lorong paviliun.


"Karena kamu bukan layangan putus yang harus ku kejar. Karena kamu adalah rumah ku, tempat dimana aku akan kembali." Jawab Hendra dengan kalimat puitisnya.


"So sweet," seru Jessica dan Anna yang saling berpelukan.


"Ueekkk...pengen muntah rasanya," ucap Leon dan juga Jimmy.


Sementara Andre malah mempelajari kalimat puitis yang Hendra ucapkan tadi. Karena ia tahu istrinya sangat menyukai hal-hal yang berbau romantis.


"Mama Sayang, tadi Nayla melahirkan dimana?" Tanya Jimmy pada istrinya.


"Di jalan, kenapa Pah?" Jawab Endah yang merasa heran dengan raut bahagia Andre dan raut sedih dari Leon.


"Aku menang yes," cicit Andre yang tersenyum senang atas kemenangannya.


"Arghhh sial aku kalah." Cicit Leon yang terduduk lemas di lantai.


Pasalnya ia harus membelikan Andre sebuah motor sport keluaran terbaru dari negara eropa.


"Amel, apa anak Nayla apa sudah di bawa ke ruang rawatnya?" Tanya Andre kali ini pada Amel.


"Sudah Kak," jawab Amel singkat.


Keempatnya langsung berebut masuk ke dalam kamar rawat Nayla, guna melihat wajah sang Bayi.


"Hahaha.... keponakanku sayang, ternyata benar dugaan ku, kau mirip Ayah mu Nak," ucap Hendra dengan senyum menyeringai, sedang kini Jimmy terduduk lemas, tubuhnya terasa rontok tak bertulang."


"Arghhh... aku kalah. Ya Tuhan kesalahan apa yang sedang aku perbuat saat ini. Hingga aku harus menerima kekalahan tu." Celoteh Nayla menyesal.

__ADS_1


__ADS_2