Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Bab 213


__ADS_3

Pada waktu Saptian menyuntik sesuatu pada tubuh Patricia, Bayu sedikit mereeemas kencang bokong Patricia, agar Patricia tak bisa membedakan rasa sakit suntikan dengan remaaasan tangan Bayu.


"Ahh... Bay..." Rintih Patricia yang sangat menjijikan di telinga Bayu.


Blep!!


Patricia langsung tak sadarkan diri, wajahnya terbentur dengan kaca pintu mobil Bayu.


"Mereka sedang memperhatikan kita." Ucap Septian yang masih bersembunyi di bagian belakang kursi Bayu. Matanya terus melihat beberpa pria yang berada tak jauh dari mobil Tuannya ini.


Mendengar ucapan Septian. Bayu segera melihat ke arah manik mata Septian yang sedang menatap beberapa orang yang berada di depan mobilnya.


Beberapa orang di depan mobil Bayu itu, tak dapat melihat langsung ke dalam mobil, karena kaca film mobil Bayu kegelapannya mencapai tingkat delepan puluh persen.


"Sep, goyangkan mobil ini seakan aku dan dia sedang bercinta!" Perintah Bayu dengan segara saat mengetahui apa yang dikatakan Septian benar. Ada lebih dari lima orang tengah memperhatikan mobilnya.


"Ok baik Tuan."


Septian segera melaksanakan perintah Bayu. Mobil Bayu pun bergoyang seperti irama orang sedang bercinta. Beberapa pria yang tengah mengamati mobil Bayu tersenyum dan tertawa melihat mobil Bayu bergoyang.


Beberapa pria yang mengamati mobil Bayu tersebut, merupakan kubu lawan mereka, yang kini sedang mencurigai apa yang dilakukan Bayu di mobil bersama Patricia. Sepertinya mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Patricia, dan takut Bayu sudah mengetahui Patricia adalah bagian dari mereka.


Namun kekhawatiran orang-orang tersebut sirna seiring waktu mobil Bayu terus bergoyang, mereka mengira rencana Patricia berhasil dan masih sesuai rencana awal mereka.


Setelah dirasa cukup menggoyangkan mobil Bayu, Septian pun berhenti. Bayu meletakkan tubuh Patricia di kursi samping pengemudi, kemudian melakukan mobilnya menuju villa milik Hendra.


Tempat dimana dulu, Hendra pernah menepikan dirinya ketika Silvi istri pertamanya tiada.


Butuh waktu dua jam perjalanan, menuju Villa yang letaknya berada di sangat pelosok itu.


Sesampainya di sana Septian menggotong tubuh Patricia yang tak lagi mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi bagian tubuhnya, layaknya sebuah karung beras.


Baju yang Patricia kenakan sengaja dibuang di pinggir jalan, karena Septian menduga jika baju itu dipasangkan sebuah alat pelacak untuk mengetahui dan memantau keberadaan Patricia.


Septian meletakkan tubuh Patricia di kamar tamu yang ada di lantai bawah. Septian melancarkan aksinya di kamar itu. Dia sengaja bermain solo dan menumpahkan larva kehidupan tepat di luar bagian inti milik Patricia.

__ADS_1


"Hahaha... Bangun dan lihatlah keadaan mu wanita sombong. Kau akan menganggap cairan kental kehidupan itu milik Tuan Bayu. Tapi sayangnya itu milik ku. Milik pria yang selalu kau pandang rendah. Hahahha... Bodohnya kau main-main dengan kami." Ucap Septian setelah menumpahkan larva kehidupan di bagian inti milik Patricia.


Sementara itu di ruang tamu Villa, kelima pria tampan sedang berdiskusi untuk menyelamatkan kedua orang tua Bayu, Nayla dan juga Amel.


"Apa kau sudah mengabari mereka, tentang kedua orang tua kita dan mertua mu?" Tanya Bayu pada Hendra.


"Sudah. Mereka berlima dalam posisi perjalanan ke sini." Jawab Hendra sembari menyesap rokok di tangannya.


"Apa kita akan tinggal di sini sekarang?" Tanya Leon yang mulai kelelahan dan mengantuk.


"Ya. Untuk sementara waktu kita akan tinggal di sini. Mansion kita bukanlah tempat yang aman untuk kita saat ini. Di sini lebih baik untuk kita beristirahat sembari menunggu kedatangan istri kita." Jawab Jimmy.


"Bukankah sebaiknya, istri-istri kita bersama dengan anak-anak kita Jim?" Tanya Andre yang mengkhawatirkan istri dan anak-anaknya.


"Kita butuh mereka. Terutama istriku dan istri Hendra. Kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Jessica. Dia tak selamah yang kau kira Ndre." Jawab Jimmy.


"Kenapa istriku?" Tanya Hendra yang tak terlalu mengetahui siapa sebenarnya istrinya dibandingkan Jimmy yang serba tahu.


"Istrimu diam-diam punya dua kehidupan. Begitu pula dengan istri Bayu. Kita lihat saja, apa yang dilakukan keduanya bersama istriku untuk membebaskan orang tua kalian." Jawab Jimmy.


"Dua kehidupan?" Sontak keduanya membeo bersama.


"Mereka sangat kaya dan pandai berbisnis. Kost dan sewa lahan hanya sebagian kecil dari bisnis mereka. Resort yang tadi kami datangi untuk mencari keberadaan istri dan anak-anak kita, ternyata milik kedua istri kalian."


"APA!!"


"Dan kalian tahu, aku tak sengaja bertemu dengan salah satu pegawai resort yang mengenali ku. Dia memberikan informasi tentang rencana istri kalian pada ku, karena tahu aku ada di kubu Amel dan Nayla. Mereka sengaja menyelamatkan anak-anak kita ke kota D, dimana keluarga kami berada dan memiliki kekuasaan yang tak tergoyahkan. Karena mereka sudah siap untuk berperang."


"Mereka??"


"Ya. Mereka para pegawai resort yang di pekerjaan kedua istri kalian adalah preman-preman yang diangkat derajatnya oleh istri kalian."


"Sinting!! Pantas kelakuannya kaya gitu, mereka benar-benar wanita yang gak bisa ditebak. Banyak sekali kejutan yang aku dengar tetang mereka." Umpat Leon sebari menggelengkan kepalanya.


Bayu dan Hendra saling melihat satu sama lain, kemudian menyandarkan tubuhnya dengan lemas di sandaran sofa.

__ADS_1


"Istri mu Hen!"


"Istri mu juga Bay!"


"Ya istriku adalah adikmu!"


"Gila ini benar-benar gila, kita terbodohi dengan keluguan mereka." Ucap Leon lagi yang makin membuat Hendra dan Bayu, mengusap wajah kasarnya.


Bagaimana mereka merasa menjadi suami yang paling bodoh tak mengetahui apa-apa tentang istri mereka.


Sementara itu, kelima wanita yang berada di perbatasan kota yang hampir memasuki kota D. Sedang berpamitan pada anak-anak mereka.


"Sultan, ingat pesan Mami dan apa yang Mami ajarkan pada Sultan. Jangan percaya pada siapapun di dunia ini! Percayalah dengan diri Sultan. Ok!"


"Ok Mami."


"Ingat sayang, kamu adalah anak paling tua dari adik-adikmu. Jaga mereka dengan baik. Jika terjadi sesuatu yang buruk. Sultan sudah tahu apa yang harus dilakukan 'kan?"


"Sudah Mami. Mami jangan khawatir, Sultan pasti bisa di andalkan."


"Good. Mami pergi dulu. Untuk menyelamatkan Oppa dan Omma yang di culik." Ucap Nayla mencium putra sambungnya yang selalu bisa di andalkan.


"Hati-hati Mami, kembalilah dengan selamat untuk menjemput ku." Ucap Sultan yang kemudian memeluk wrat tubuh ibu sambungnya.


"Tentu. Sultan tahukan kalau Mami adalah wanita kuat?"


"Ya. Mami. Sultan pun anak Mami yang kuat." Ucap Suktan sembari menunjukkan otot tangannya.


"Ya. Jadilah pria kuat yang akan melindungi keluargamu Nak,"


"Ya."


Sementara itu Amel yang belum memiliki anak diantara mereka memberi briefing kepada Angel, Bowo, Pak Jono dan juga Pae Parjo.


"Kami titip anak-anak pada kalian, jangan katakan keadaan kami sebenarnya pada keluarga Adijaya dan Kusuma. Biarkan kami menyelesaikannya, tapi jika dalam waktu satu minggu kami tidak datang kembali, baru kalian katakan masalah yang sedang kami hadapi." Ucap Amel dengan tatapan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

__ADS_1


Ya. Tatapan mata Amel berubah menyeramkan, bagaikan sianga betina yang siap untuk berburu, setelah mengetahui kedua orang tuanya diculik.


__ADS_2