Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 246


__ADS_3

"Apa kau takut Leon?" Tanya Tuan Adam dengan senyum penuh arti pada Leon.


Hahahaha... [Tawa Leon menggema].


"Aku takut. Masa iya Paman?" Ucap Leon yang kembali tertawa.


Berusaha menenangkan dirinya, yang tiba-tiba merasa gugup di depan sang Paman. Yang terus menekan dirinya untuk bersedia menjadi penerus sosok sang paman yang terlihat tenang namun mematikan.


Tuan Adam tersenyum penuh arti menatap keponakannya, sembari menganggukan kepalanya. Menjawab jika ia melihat Leon terlihat takut dan tak sanggup menjadi penerus dirinya.


"Hah. Jangan remehkan aku, Paman. Aku ini tidak suka terlalu banyak intermezo, aku sukanya sat set sat set, seperti itu. Kau minta aku menyelesaikannya. Baik, lihatlah cara ku menyelesaikan bedebah Charles Darwin itu." Ucap Leon yang langsung bangkit dari duduknya.


Ia membusungkan dada, menguatkan dirinya untuk menjadi cucu pria satu-satunya yang dimiliki keluarga Adijaya yang kuat dan perkasa.


"Aku tidak bisa terlihat lebih lemah dari adikku sendiri, aku bisa." Batin Leon.


Sementara Anna yang melihat suaminya bertingkah seperti itu terus saja tersenyum menahan tawanya yang ingin pecah. Ia tahu betul suaminya yang dingin dan terlihat sangar ini hanya casing luarnya saja yang terlihat seperti itu, padahal di dalamnya. Leon adalah sosok pria yang lembut dan penurut, walaupun suka memaksa dan bertingkah jahil.


"Paman Adam," panggil Anna dengan suara lembutnya pada Tuan Adam.

__ADS_1


"Iya Anna," sahut Paman Adam yang kini menatap Anna dengan senyum ramahnya.


"Paman, aku hanya meminjamkan suamiku satu hari saja pada Paman. Tidak boleh lebih dari satu hari dan tidak boleh lecet sedikitpun. Tolong ingat itu Paman!" Ucap Anna dengan senyum manisnya namun disetiap kalimatnya penuh dengan penekanan.


Hahaha.. [Kini tawa Tuan Adam yang menggema, saat ia mendengar ucapan istri dari keponakannya]


"Ya, tentu saja Anna. Tak akan Paman biarkan Leon disentuh oleh mereka seujung kuku pun." Jawab Tuan Adam usai tawanya tenggelam.


"Baik-baiklah di mansion. Aku akan panggilkan Nayla dan Amel agar kamu tidak kesepian." Ucap Leon saat berpamitan pada Anna.


"Hemm. Ide bagus. Makasih Ayah." Balas Anna yang terlihat senang akan ditemani kedua sahabatnya ini.


"Amel," panggil Leon dari sambungan teleponnya pada Amel, yang sedang berusaha memejamkan matanya. Meski Hendra terus mengganggunya dengan bergerilya.


"Hemm, apa Bang?" Sahut Amel yang terdengar ogah-ogahan.


"Temani istriku tidur, aku harus menyelesaikan pekerjaan mu dan Nayla yang belum selesai." Pinta Leon dan Amel langsung menyanggupinya.


"Ok, siap. Langsung meluncur." Jawab Amel.

__ADS_1


Ia bangun dari posisi tidurnya, mengejutkan Hendra yang sedag bermain-main di bawah sana.


"Mas, lanjut besok. Aku mau nemenin Anna. Dia ditinggal Bang Leon." Ucap Anna santai, tanpa perduli dengan raut wajah kecewa suaminya yang tak mendapatkan apa yang diinginkan suaminya sejak tadi.


"Arghh... Bagaimana caranya membuat mu, seperti adikku hah? Bayu selalu menang banyak dan awet muda, karena jatahnya selalu rutin," rutuk Hendra yang terdengar kesal ditinggal istrinya.


Sementara itu, setelah menghubungi Amel. Leon kemudian mencoba menghubungi Nayla. Berkali-kali ponsel Nayla coba dihubungi, namun panggilan Leon tak kunjung di angkat.


Leon yang tak kehilangan akal, langsung saja menghubungi Bayu. Belum lama ponselnya berdering memanggil. Panggilan Leon langsung diangkat.


"Bay, mana istrimu?" Tanya Leon yang seketika itu langsung di jawab oleh lenguhan Nayla yang membuat bulu kuduk Leon meremang.


"Arghhh... Si4l, pantas saja." Rutuk Leon yang jadi ingin minta jatah sebelum pergi dengan sang Paman.


Ia menutup sambungan teleponnya dan berlari ke ruang keluarga dimana sang Paman tengah menunggunya sambil menonton pertandingan bola.


"Paman, tunggu sebentar ya, aku mau setiran tunai dulu." Ucap Leon yang kemudian naik kembali ke lantai dua, dimana kamarnya berada.


Paman Adam yang paham maksud keponakannya, langsung saja mengiyakan permintaan sang keponakan yang memintanya menunggu. Lagi pula jika Leon turun dan mengajaknya pergi, ia juga akan berkata untuk menunggu sejenak karena ia ingin menonton pertandingan bola yang sudah ia nanti-nantikan sejak kemarin.

__ADS_1


Sementara itu Amel yang datang dengan suasana hati senang, dapat terbebas dari suaminya yang sering meminta jatah. Kini matanya malah dikotori dengan pemandangan yang tak ia sangka-sangka.


__ADS_2