
Pagi ini tak seperti pagi di hari-hari biasanya. Nayla tampak sibuk merapikan pakaian dan keperluan kedua anaknya. Rupanya kedua anaknya akan dititipkan oleh Nayla ke kediaman kedua mertuanya.
Bukan tanpa alasan Nayla menitipkan kedua anaknya ke kediaman kedua mertuanya. Ini karena kedua mertuanya telah memberikan kesempatan untuk Nayla dan Bayu menghabiskan waktu berdua, seperti layaknya seorang pengantin baru.
Mereka memberikan kesempatan ini pada anak dan menantunya, agar Bayu tak lagi mengalami kegagalan rumah tangga. Kedua mertua Bayu juga sangat menyadari jika menantunya masih berusia muda dan memiliki jiwa muda yang masih ingin bersenang-senang. Untuk itu mereka harus mengambil peran sebagai orang tua demi keutuhan rumah tangga anak dan menantunya.
"Mami kalau Sultan di rumah Oma dan Opa, susah untuk ketemu Almera dong," ucap Sultan dengan melipat kedua tangannya di dada, ketika menemani Ibu sambungnya merapikan pakaiannya ke dalam sebuah koper.
"Kenapa susah? Tentu saja tidak sayang, ada Pak Jono dan suster Marni akan mengantarkan kamu ke sana, atau tante Angela yang akan menjemput kamu di rumah Oma dan Opa." Jawab Nayla sembari melepaskan lipatan tangan Sultan.
"Benarkah?" Tanya Sultan tak percaya dengan jawaban Nayla. Pasalnya tak pernah sekalipun dirinya di jemput oleh Angela di sana.
"Tentu saja benar jagoan, apa pernah Mami berbohong pada mu. Oh my superhero ku mmm..." Ucap Nayla yang sangat gemas pada Sultan.
Nayla menggendong Sultan dan membawanya untuk duduk di tepi ranjang tidur sang putra.
"Mami memang tidak pernah berbohong padaku. Tapi Tante Angela, belum tentu mau menjemput ku di sana. Karena Tante Angela tidak boleh pergi jauh-jauh oleh Om Ferdy." Balas Sultan yang mengetahui betul jika Angela tak pagi seperti Angela yang dulu.
Semenjak tragedi buruk yang menimpa Angela waktu itu dan Ferdy yang juga sudah tinggal menetap di kota J bersama Angela. Kini ruang gerak Angela tak seperti dulu. Rasa cinta Ferdy dan traumanya membuat dia membatasi ruang gerak Angela.
"Oh, baiklah jika begitu sayang. Sultan percaya sama Mami kan?" Tanya Nayla sembari menatap dalam manik mata putra sambungnya.
"Heemmm... Tentu saja Mami. Hanya Mami yang Sultan percaya di dunia ini." Jawab Sultan yang juga menatap manik mata Nayla.
Kedua ibu dan anak ini saling menatap satu sama lain, lalu Nayla mengulas senyumnya saat mendengar jawaban putranya. Jika putranya sangat percaya padanya.
"Ok baiklah. Jika jagoan Mami ini percaya sama Mami, jadi serahkan semuanya pada Mami. Kamu pasti akan bertemu dan bermain dengan Almera, tak hanya dengan Almera tapi juga dengan Alfaro, Justine, Jovanny, Lucio dan Lucilo." Balas Nayla yang berhasil membuat Sultan terlihat senang.
__ADS_1
"Benarkah Mami?" Tanya Sultan dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Tentu saja. Tunggulah kedatangan mereka di rumah Oma dan Opa." Jawab Nayla yang langsung mendapati pelukan dari Sultan.
Di meja makan, Bayu tengah duduk dengan secangkir kopi dan roti bakar. Dengan istri ketiganya yang terus ia pandangi. Rupanya sebelum bepergian dengan istri keduanya hari ini. Bayu mengecek-ngecek email dan pekerjanya yang lain terlebih dahulu.
"Pagi Pih," sapa Nayla yang baru datang dengan menggendong kedua anak mereka.
Ya. Nayla terbiasa menggendong kedua anaknya sekaligus, demi menghindari kecemburuan.
Sultan terbiasa berada di gendongan belakang punggung Nayla, sedangkan Bianca di depan.
"Pagi Mih," Balas Bayu yang langsung mengambil bidadarinya dari gendongan Nayla dan memangkunya.
Sedang Nayla langsung mendudukkan Sultan di sebuah kursi dan mulai menyiapkan sarapan untuk putra sambungnya itu.
"Dua-duanya Mih," jawab Sultan yang selalu berusaha menghargai setiap masakan Nayla.
"Ok. Sayang." Jawab Nayla.
Nayla kemudian menyendokkan nasi goreng ke piring kosong putranya, kemudian pergi kembali ke dapur untuk mengambil satu piring kecil untuk roti bakar.
Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Sultan. Kembali ia menyiapkan sarapan untuk Bayu. Sama halnya dengan Sultan, Bayu pun selalu memakan semua masakan Nayla. Tidak salah jika tubuh Bayu dan Sultan kini jadi padat berisi. Jika saja Bayu tak suka berolahraga dapat dipastikan perutnya akan maju ke depan.
Usai sarapan bersama, kedua anak Nayla berangkat terlebih dahulu bersama Pak Jono dan Suster Marni. Tinggallah Bayu dan Nayla di Mansion.
"Aku siap-siap dulu sayang," ucap Nayla dengan gerakkan tangannya yang nakal di dada bidang Bayu.
__ADS_1
"Hemmm... Aku selesaikan pekerjaan ku dulu ya Mam-mih." Balas Bayu yang berusaha menahan godaan Nayla, dengan tersenyum kaku pad istrinya.
Nayla tersenyum senang melihat suaminya tersiksa karena menahan godaannya.
"Jangan ditahan Pih!" Ucap Nayla yang kembali menggoda Bayu dengan menggigit bibir bawahnya.
"Kalau aku tidak tahan, kamu mau kita batal main golf humm?" Tanya Bayu.
Bayu menghentikan tangan Nayla yang terus meraba dada bidangnya dengan menggenggamnya dan mengecup basah punggung tangan sang istri. Jika saja Nayla tidak ada janji pada ketiga temannya, mungkin ia akan memilih untuk tidak pergi bermain golf tapi apalah daya. Nayla tak ingin membuat ketiga temannya kecewa.
Cup!!
Nayla mengecup pipi Bayu dengan kecupan yang basah, sebagai balasan apa yag dilakukan Bayu padanya. Kemudian ia berbisik dengan suara seksinya di telinga suaminya, hingga membuat Bayu harus kembali menahan apa yang ingin ia lakukan pada istrinya.
"Cepat selesaikan pekerjaan mu, aku mau ganti pakaian. Jangan coba-coba menyusul ku! Atau seminggu ini Papi tak akan merasa puas,karena Papi akan puasa." Bisik Nayla yang pandai mengancam Bayu.
Bayu membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya dengan cepat, saat mendengar ancaman istrinya. Bayu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kedua orang tuanya untuk bersenang-senang selama satu minggu bersama istri liarnya, tanpa anak-anak mereka.
Saat sudah berganti pakaian Nayla segera menghubungi ketiga temannya melalui WAG, Nayla menginformasikan ke mana hari ini dirinya dan suaminya akan pergi. Nayla meminta mereka bertiga untuk mengikuti dan memperhatikan apa yang Nayla lakukan bersama dengan Bayu nanti.
Ya. Nayla meminta ketiga istri-istri para Sultan itu untuk menjadi penguntit dirinya.
Berbeda dengan Jessica yang tak menyukai olahraga itu, Anna dan Endah sangat menyukai olahraga ini. Selain mereka suka dengan olahraga ini, mereka juga suka dengan pemandangan di tempat golf yang pastinya banyak terdapat cogan-cogan yang bertebaran.
Jessica yang merasa tak memiliki pasangan satu server akhirnya mengajak Amel turut serta. Bukan Jessica namanya, jika ia tidak berhasil memaksa Amel untuk ikut.
Amel memang harus dipaksa dan diancam, jika ingin diajak pergi, pasalnya kakak ipar Nayla ini tahu betul jika mengikuti Nayla dengan Bayu, ia harus menyediakan stok iman yang kuat. Karena kedua pasangan ini jika melakukan sesuatu tidak pernah memandang tempat dan menurut Amel, ajaran Nayla adalah ajaran sesat yang hanya menguntungkan kaum pria saja.
__ADS_1