
"Andreeee... Jimmy... Kemari kalian! Bantu aku! Arghhhh...." Pekik Leon saat kedua adik iparnya pergi meninggalkan dirinya yang tertimpa tubuh Hendra seorang diri.
Bugh... Bugh! [Leon memukuli tubuh Hendra agar terbangun].
Cukup lama Leon membiarkan tubuhnya yang tertimpa Hendra hingga Hendra tersadar dari pingsannya.
"Arghh... Kenapa dadaku sakit sekali?" Keluh Hendra yang terasa sakit dibagiam dadanya yang terus di pukuli Leon, agar ia terbangun.
"Kau cuma sakit di bagian dada mu, tidak seperti aku yang sudah mati rasa hampir disekujur tubuhku, karena menopang tubuh babon mu ini, Ndra." Leon ikut-ikutan mengeluh sembari mendorong tubuh Hendra agar segera bangun.
"Hah? Ngapain kau disitu Leon?" Sontak Hendra bertanya saat ia melihat Leon ada di bawah tubuhnya.
"Main bekel." Jawab Leon dengan wajah kesalnya.
"Owhh..hahaha... seperti anak kecil saja. Ngomong-ngomong mana bola bekelnya? Aku tak melihatnya." Tanya Hendra yang entah disengaja atau tidak, yang pasti Hendra tak kunjung bangun dari tubuh Leon.
__ADS_1
"Arghh... Cepat bangun,tubuhku hampir kebas seluruhnya! Jangan pura-pura pintar Hendra! Kau itu sudah meninduh tubuh ku berjam-jam." Pekik Leon.
"Ahhh... Masa iya?"
"Hendra cepat bangun! Arghhhhhhh..... Aku tak mau dihantui wanita yang di aniaya adikmu dan dihabisi adikku. Kita hanya tinggal berdua di gudang kosong ini. Jimmy dan Andre sudah meninggalkan kita."
Mendengar jawaban Leon, mata Hendra memandang ke sekelilingnya. Betapa terkejutnya ia melihat gudang yang terakhir kainia lihat ramai berubah menjadi sepi. Tiba-tiba mata Hendra terfokus pada lantai dimana darah yag tergenang tadi kini telah mengering dan berbau amis. Bulu kuduk Hendra pun bergidik.
Hendra loncat dan bangun seketika itu juga, rasa takut mendominasi dirinya saat ini. Hasrat hati ingin sekali kabur namun ia kasihan dan harus berterima kasih pada Leon yang setia menemani dirinya di saat pingsan.
" Kau pikir aku sedang berbohong? Tubuhku ini benar- benar kebas tak bisa digerakkan. Gendong aku dan bawa aku pergi dari sini Hendra!" Pinta Leon yang sejak tadi sudah menahan rasa takut yang menyerang diri mereka.
"Hah, mana bisa. Bobot tubuhmu itu pasti lebih berat dari sekarung beras." Tolak Hendra.
"Jad kau mau meninggalkan aku hah?" Tanya Leon. Ia menatap tajam.Hendranyang tegah berdiri menatapnya.
__ADS_1
"Tentu saja iya." Jawab Hendra yang berhasil memancing amarah Leon.
Namun bukannya pergi, Hendra malah menggotong tubuh Leon seperti layaknya memanggul sekarung beras di pundaknya.
Andre dan Jimmy yang tengah mengobrol sembari menunggu Bowo dan Angel menjemput mereka pun di kejutkan dengan kedatangan Hendra yang tengah menggendong Leon.
"Haha, bagaimana bisa terbalik seperti ini? Bukankah yang pingsan itu Bang Leon. Kenapa jadi Hendra yang menggendong Bang Leon?" Tanya Jimmy pada Andre.
"Mungkin kakak ipar kita, Leon tak ikhlas sudah menolong Hendra dan bermaksud mengerjai Hendra saat ini." Seloroh Andre.
Hendra segera melepaskan tubuh Leon hingga hampir terjatuh.
"Aaaarghhh. Hendra keterlaluan sekali kau. Aku hampir saja terjatuh karena mu sekarang." Ucap Leon yang tak bisa tegak berdiri karena kakinya gemetar.
Di sudah tempat yang lain. Bayu tengah berusaha fokus dengan kendali setir mobil mewah yang kini ia kendarai, setelah berkali-kali Nayla menjambak rambutnya hingga kesakitan.
__ADS_1