Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 190


__ADS_3

Bayu dan Hendra setelah mengetahui keberadaan istri-istri mereka, segera bergegas ke Mansion Endah dan Jimmy. Benar apa yang dikatakan oleh Anna. Jika istri mereka tengah tertidur begitu lelapnya dimension Endah dan Jimmy.


Kebetulan sekali ketika Bayu dan Hendra datang, Jimmy pun baru tiba.


"Mau apa kalian datang tergesa-gesa ke mansion ku?" Tanya Jimmy yang baru saja turun dari mobilnya.


"Menjemput istri kami lah, mau apa lagi." Jawab Bayu dengan wajah juteknya.


Entah mengapa saat ini Bayu begitu merasa kesal melihat wajah Jimmy. Mungkin karena kejadian Leon yang berbuat jahil di waktu yang tak tepat tadi, atau sebuah feeling seorang suami karena kenakalan yang dilakukan istrinya.


Jimmy menyernyitkan kedua alisnya mendengar nada bicara Bayu yang tak biasa.


"Ada apa dengan ada bicaramu Bay? Kenapa kok sepertinya nampak kesal padaku?" Tanya Jimmy yang terheran.


Entahlah aku pun tak tahu, hanya saja aku merasa kesal denganmu dan juga dia."tunjuk Bayu pada Bowo yang juga baru turun dari mobil Jimmy.


Rupanya benar Bayu mempunyai sebuah feeling tak enak, yang membuatnya tiba-tiba bersikap jutek pada laki-laki yang sudah melihat keindahan tubuh istrinya tanpa ia ketahui.


Bowo yang ditunjuk oleh Bayu merasa kikuk sendiri. Bowo sedikit merasa bersalah karena tergoda dengan keindahan tubuh istri Bayu, saat Nayla tengah melancarkan aksinya.


Bayu dan Hendra segera membawa istri mereka kembali ke Mansion mereka masing-masing. Bayu menidurkan Nayla di atas ranjang tidur mereka. Ia melepaskan pakaian yang dikenakan oleh istrinya itu, bukan untuk menggantinya tapi untuk melihat adakah jejak sentuhan pria lain di tubuh sang istri.


Ia begitu curiga pada Nayla, pasalnya semalam ia terbangun dan tak bisa kembali tidur, karena memikirkan hal yang tidak-tidak terjadi pada istrinya. Bukannya memikirkan istrinya tertembak ataupun terluka. Tapi ia memikirkan dan membayangkan istrinya ini sedang bersenang-senang bersama pria lain.


Nayla terbangun karena merasa kedinginan, Bayu benar-benar mengabsen satu persatu bagian lekuk tubuh istrinya, Tak ada satupun yang terlewatkan dari pandangan matanya, dan terus menulis adakah jejak pria lain yang menyentuh tubuh istrinya itu.


"Dingin banget sih, kaya di kutub?" Ucap Nayla jangan mata yang mengerjakan suara seraknya.


"Ini bukan di kutub tapi di kamar kita sayang." Jawab Bayu yang menatap istrinya dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


"Eh udah di rumah ya, siapa yang bawa Mami ke sini? Perasaan tadi Mami masih tidur di mention-nya Endah deh." Tanya Nayla yang langsung memeluk tubuh suaminya.


Nayla menghirup dalam-dalam aroma tubuh maskulin sang suami yang begitu ia rindukan.


"Papi-lah yang bawa Mami pulang. Memangnya Mami berharap dibawa pulang sama siapa? Bowo-kah, Septian-kah, Borni-kah atau Jimmy-kah hah?" Sahut Bayu yang terlihat begitu membenci pria yang ia sebutkan tadi.


"Hei, kenapa sekesal itu menyebut nama mereka? Papi kenapa? Apa mereka berbuat sesuatu pada Papi?" Tanya Nayla yang merasa heran dengan sikap suaminya.


"Mereka tidak berbuat sesuatu pada Papi, tapi tiba-tiba saja tapi memiliki feeling yang tidak enak pada mereka. Apa mungkin mereka melakukan sesuatu padamu Mi?". Jawab Bayu yang malam melontarkan pertanyaan yang membuat Nayla tertawa.


"Mana mungkin mereka melakukan sesuatu padaku Pih. Papi benar saja. Jangan bilang kalau Papi cemburu pada mereka!"


"Cemburu? Papi tidak cemburu, tapi Papi punya feeling yang tak enak. Apa jangan-jangan Mami kembali berpakaian seksi di depan mereka ya?" Tebak Bayu yang membuat Nayla terdiam.


Pasalnya tebakan Bayu itu tepat. Nayla memang memakai pakaian yang seksi yang terlihat oleh mereka, tapi tujuan Nayla bukan untuk mempertontonkan keindahan tubuhnya pada mereka, tapi itu semua Nayla lakukan untuk menyelamatkan mereka.


Ternyata di dunia ini tak hanya feeling seorang istri yang tepat, tapi juga feeling seorang suami.


"Papi tidak ngomong yang aneh-aneh kok Mih. Papi hanya khawatir Mami diapa-apain di sana." Ucap Bayu ya malah mengingatkan Nayla tentang kondisi Angela.


"Papi, apa papi tahu bagaimana kabar Angela sekarang?" Tanya Nayla dengan raut wajah yang begitu mengkhawatirkan Angela.


"Memangnya ada apa dengan Angela, Mih?" Bayu malah balik bertanya pada sang istri.


"Mami menemukannya di markas penjahat dalam keadaan yang mengenaskan. Dia terluka dan seperti orang sedang sekarat, Pih." Jawab Nayla yang membuat Bayu terkejut.


Bayu merasa tak yakin dengan apa yang didengarnya, pasalnya ia begitu mengenal bagaimana Angela. Menurutnya Angela adalah seorang pria yang memiliki casing tubuh seorang wanita. Tidak mungkin Angela bisa dalam kondisi seperti itu.


"Apa? Pantas saja tadi Leon buru-buru ingin pergi ke rumah sakit bersama Andre, ternyata Angela yang dalam kondisi buruk."

__ADS_1


"Kasian dia, Pih. Dia mempertahankan kehormatannya sampai terluka mengenakan seperti itu."


"Makanya jangan ikut-ikutan Jimmy dan Endah lagi. Papi tak mau Mami bernasib buruk seperti dia. Jadilah ibu rumah tangga yang baik di rumah. Paham?"


"Paham Pih." Jawab Nayla.


Sementara itu di rumah sakit Central Kusuma, Angela yang sudah bisa dijenguk. Kini tengah di temani oleh Ferdy, sang kekasih hatinya.


"Sayang sebaiknya kamu tidak usah lagi ikut misi seperti ini, cukup menjadi pengawal pribadi Nona Jessica saja. Aku khawatir akan terjadi seperti ini lagi." Ucap Ferdi pada tunangannya Angel.


"Iya sayang, aku akan menuruti apa katamu. Jadi bagaimana, apa kau menerima tawaran tuan muda Leon untuk bekerja dengannya, agar kita bisa selalu bersama di kota ini?" Jawab Angela yang malah menanyakan kesediaan Ferdi untuk menerima pekerjaan dari Leon sebagai asistennya.


"Tentu sayang, aku memang sudah menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Tuan Muda Leon. Tapi aku juga masih bekerja dengan Tuan Adam. Hanya saja pekerjaan ku dengan Tuan Adam hanya sekedar membantu beliau untuk menangani bisnis beliau yang ada di sini." Terang Ferdi pada tunangannya.


Angela tersenyum senang mengetahui ia akan terus berdekatan dengan tunangan tercintanya.


Tak berselang lama Andre dan Leon pun datang ke ruang rawat Angela.


"Masih hidup Ngel?" Tanya Leon saat menjenguk Angela.


"Masih Tuan," jawab Angela tersenyum. Angela sama sekali tidak mengambil hati ucapan Leon yang memang seperti itu karakternya.


"Baguslah, berarti Ferdy tak akan bunuh diri karena di tinggal mati oleh mu." Sambung Leon lagi sembari menepuk cukup kencang Bahu Ferdy, calon asistennya.


Ferdy hanya tersenyum kaku, menanggapi sikap Leon yang memang menyebalkan. Semenjak anaknya tak ada yang mirip dengannya ataupun Anna, sang istri.


"Cepatlah sembuh Ngel, karena calon suami mu ini harus segera bekerja dengan ku. Ingat biaya nikah itu cukup mahal, jadi jangan berleha-leha di sini." Ucap Leon yang langsung mendapatkan pukulan dan sikutan dari Andre yang menegurnya.


"Mulut mu itu keterlaluan sekali. Kau ini harus kurangi kumpul-kumpul dengan para ibu-ibu sosialita." Tegur Andre dengan suara berbisik namun masih dapat di dengar oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Hah? Tak ku sangka Tuan muda Leon, bergaul dengan ibu-ibu. Apa tidak ada pergaulan lain?" Cicit Ferdy di dalam hatinya.


__ADS_2