
Hari yang dinanti-nantikan kelima para istri pun telah tiba. Tujuan pertama mereka tetap berpetualang ke pantai. Meski para suami meminta ke gunung lebih dahulu. Namun tetap saja suara para istri akan jadi pemenangnya.
Enam mobil campervan mulai melaju meninggalkan kompleks mansion para Sultan ini. Hari ini mereka akan memulai liburan dengan tema petualangan mereka.
Ini adalah hal baru bagi mereka berlibur tanpa menginap di hotel dengan fasilitas mewah. Mereka akan menginap di dalam mobil dengan suasana alam terbuka.
Baru beberapa kilometer mereka tempuh, Anna sudah meminta untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area tol. Bukan karena mabuk ataupun kelelahan, tapi karena ia baru melihat ada sebuah Mall mewah di dalam rest area tol yang ia lalui.
Leon tidak bisa menolak permintaan istrinya, yang pasti akan menjadi sebuah permintaan dari keempat para istri teman sekaligus adik iparnya ymg juga melihat kemewahan mall tersebut.
Di saat kelima para istri mereka mengeksplor mall baru yang mereka temui bersama Angel dan juga Ferdy. Para kelima hot Papa ini dan para baby sister harus menjaga anak-anak mereka.
Di antara keempat hot Papa, hanya Bayu dan Hendra yang tak terlihat sibuk. Entah diberi obat tidur atau bagaimana kedua anak Bayu nampak sangat nyenyak tertidur di dalam mobil dan kini tengah dijaga oleh Suster Marni dan Septian yang sedang melakukan pendekatan pada Suster Marni yang memang cukup cantik.
Andrea melihat calon besannya tengah menganggur langsung saja memberikan Almera pada Bayu.
"Gendong dia, aku mau menggendong Alfaro, dia terus mengamuk sejak tadi." Ucap Andre saat menyerahkan Almera yang terus menangis sejak tadi pada Bayu.
Bayu terkejut diberikan calon menantunya oleh Andre yang selalu nampak panik, jika kedua anaknya menangis dan mengamuk bersamaan, tak jauh berbeda dengan anak Andre, kedua anak Leon pun sama.
Leon mengikuti jejak Andre, ia memberikan salah satu putranya, Lucilo pada Hendra.
"Tolong bantu aku gendong dia, suster ku kewalahan, dia terus mengamuk sejak tadi." Ucap Leon saat memberikan Cilo pada Hendra.
Hendra melirik Bayu dan keduanya saling melempar senyum penuh arti. Anehnya baik Almera dan juga Lucilo tak lagi menangis saat di gendong keduanya.
"Haha mereka rupanya bisa anteng digendongan calon mertuanya masing-masing ya." Ucap Jimmy yang tertawa saat melihat kedua keponakannya telah tenang di dalam gendongan Bayu dan juga Hendra.
"Mertua?" Cicit Leon yang tak merasa menjodohkan putranya pada calon anak Hendra yang masih di dalam kandungan Amel.
__ADS_1
"Ya, bukankah Anna sudah menjanjikan menjodohkan salah satu putra mu jika, anak yang dikandung Amel itu berjenis kelamin perempuan." Jawab Jimmy yang lebih mengetahui Anna sudah menjodohkan salah satu putranya pada calon anak Hendra.
"Apa???" Tanya Leon dan Hendra terkejut. Keduanya kompak menggelengkan kepala mereka bersama-sama.
Apa yang dikatakan Jimmy sangat mengagetkan keduanya yang tidak mengetahui rencana kedua istri mereka tentang perjodohan ini.
Keduanya tidak pernah akur dan sangat jarang akur, bagaimana bisa berbesan. Ini sungguh tidak masuk akal bagi keduanya.
"Kita berbesan? Tidak?" Ucap keduanya kompak dan menggelengkan kepalanya bersama-sama.
Sontak apa yang dilakukan mereka menjadi bahan tertawaan Jimmy, Bayu dan Andre.
Keduanya saling memunggungi satu sama lain, merasa tak terima dengan rencana para istri mereka.
"Cih, bagaimana bisa Anna seperti Endah, calon anak Amel dan Hendra belum juga lahir, wujudnya pun belum terlihat. Kenapa dia sudah main menjodohkan saja. Arrgh menyebalkan sekali." Gerutu Leon di dalam hatinya.
"Amel, sepertinya kamu menginginkan aku bengek-bengek berbesan dengan dia." Gerutu Hendra di dalam hatinya.
Dari kelima hot Papa ini mereka hanya bisa mengandalkan Bayu untuk membuat kelima istri mereka keluar dari mall tersebut.
"Bayu keluarkan taringmu, istrimu pasti akan takut dan akan membawa paksa istri kita keluar dari mall." Saran Jimmy pada Bayu.
Bayu pun segera mengikuti apa yang dikatakan Jimmy, karena ia sudah lelah menunggu. Ia segera menghubungi ponsel Nayla.
Belum sampai tiga kali nada berdering, Nayla sudah mengangkat panggilan telepon suaminya. Tanpa mengucapkan salam Bayu langsung saja mengutarakan tujuannya menelpon sang istri.
"Mami, Papi hitung sampai sepuluh, jika Mami tidak segera keluar, Papi pastikan Mami akan terluntang-lantung di sini berjam-jam." Ancam Bayu tanpa menunggu jawaban istrinya. Bayu lantas memutus panggilan teleponnya dengan sang istri.
Nayla sudah tahu suaminya marah langsung saja memberitahukan hal ini pada keempat sahabatnya.
__ADS_1
"Guys, suami gue udah marah, kita bakal ditinggal." Ucap Nayla yang berhasil membuat keempat sahabatnya membulatkan matanya dengan sempurna.
Mereka sudah tahu jika Bayu sudah bicara seperti itu maka suasana sudah tidak kondusif. Mereka sepakat mengakhiri petualangan berbelanja mereka. Mereka berjalan dengan cepat menuju parkiran dimana para suami mereka menunggu bersama anak-anak mereka.
"Bekerjalah lebih giat lagi kawan, pasti mereka sudah mengeruk jirih payah kita dalam sekejap mata hari ini." Gerutu Leon yang selalu menyayangkan keborosan istrinya.
"Istriku tak pernah membelanjakan uangku untuk kebutuhan pribadinya." Sahut Hendra dan diiyakan oleh Bayu.
"Apa?" Sontak Leon terkejut.
"Jumlah aset kekayaan para istri kami lebih banyak dari kami. Dia hanya menggunakan uang kami untuk kebutuhan rumah tangga kami saja." Jawab Bayu.
"Apa? Enak sekali kalian." Gerutu Leon dalam hatinya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju salah satu pantai yang mereka tuju.
Dua jam kemudian mereka sudah sampai di pantai yang mereka tuju. Hamparan pasir putih dan birunya laut menyambut kedatangan mereka.
"Wah indah sekali," puji mereka pada keindahan pantai yang mereka datangi.
Sementara para suami mereka mulai menyeting listrik dan aliran air bersih dan juga saluran air kotor. Para istri dan anak-anak beserta para baby sister mulai bermain-main di pinggir pantai.
Nayla si ratu mainan anak, langsung saja mengeluarkan seplastik besar mainan anak-anak yang ia beli di salah satu online shop. Semua anak-anak berjingkrak senang dan tertawa ketika seluruh mainan di turunkan oleh Nayla.
Mereka pun kini bermain pasir bersama anak-anak mereka. Untunglah meski langit cerah, matahari tak terlalu terik, mungkin karena hari semakin sore.
Usai menyelesaikan urusannya mobil mereka, para suami-suami mereka akhirnya ikut bergabung bersama anak dan istri mereka untuk bermain pasir di tepi pantai.
Sedangkan Septian, Borni dan Bowo. Memilih untuk mencoba berselancar di pantai yang memiliki ombak yang cukup tinggi itu.
__ADS_1
"Heleh pamer," ucap kelima para suami dengan kompak ke arah ketiga pria lajang itu.
"Siapa yang pamer?" Tanya Nayla pada kelima hot papa itu, tanpa mendapatkan satupun jawaban dari kelima pria beristri ini termasuk suaminya.