Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 259


__ADS_3

"Jangan jadi orang yang kejam Pih!" Kata Nayla yang berusaha mengingatkan suaminya.


Bayu tersenyum sinis mendengar ucapan istrinya.


"Seharusnya kata-kata Mami itu ditujukan untuk Mami sendiri, bukan untuk Papi. Di sini manusia yang paling kejam kan kamu sama Jimmy." Balas Bayu yang berhasil membuat mata Nayla membulat sempurna. Begitu pula dengan Jimmy yang di sangkut pautkan dalam pusaran permasalahan rumah tangga Bayu dan Nayla


Plak! [Nayla memukul lengan Bayu cukup kuat, hingga wajah Bayu meringis kesakitan]


"MAMI!!" Pekik Bayu yang nyatanya tak membuat Nayla gentar, dengan manik mata yang masih membola sempurna ia malah bertolak pinggang kearah suaminya.


Bayu yang awalnya ingin marah, mengurungkan niatnya. Karena ia sadar telah melakukan kesalahan dengan membangunkan singa betina yang telah tidur dengan tenang selama ini.


"Bangun Kak Bastian! Jangan memohon seperti pengemis! Sebagai laki-laki seharusnya kamu bisa menjaga harga dirimu. Katakan pada Kak Linda, jika dia ingin bertemu putranya. Dia harus bersemangat untuk sehat dulu. Jangan selalu memaksakan diri untuk hadir di hidup Sultan, jika hanya ingin membuat putraku bersedih dan terluka dengan keadaannya saat ini." Kata Nayla pada Bastian, ia kemungkinan pergi meninggalkan mereka semua dengan mobil Bayu dengan perangai menakutkan.


Wung...!!! [Suara mobil sport Bayu yang ditancap Nayla dengan kecepatan tinggi]


Sudah dapat dipastikan kemana Nayla akan melajukan mobil suaminya itu, jika bukan ke Mansion Endah, lalu kemana lagi.


"Kiamat!" Celetuk Leon yang sudah dapat membayangkan bagaimana nasib mereka setelah ini.


"Perang dunia," tambah Jimmy yang juga sudah membayangkan nasibnya ditangan sang istri.

__ADS_1


"Hah, nasib." Andre mengusap wajahnya kasar.


Meski Jessica tidak sebar-bar sahabat dan saudaranya tapi tetap saja. Jika mengenai masalah anak, dia bisa berkicau dari pagi sampai malam tanpa henti.


Melihat Nayla pergi dengan kecepatan tinggi, keempat hot Papa ini pun segera menyusul. Keempatnya sudah sangat siap untuk menerima amukan dari para istri-istri mereka.


"Dimana Nyonya kalian?" Tanya Nayla pada salah satu pelayan yang ia temui di Mansion Endah dan Jimmy.


"Sedang mandi di kamarnya, Nyonya." Jawab pelayan itu kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.


Nayla segera naik ke lantai dua, dimana kamar Jimmy dan Endah berada sembari menghubungi ponsel Endah.


"Ada apa?" Sahut Endah saat menerima panggilan telepon dari Nayla.


"Terus?"


"Gue mau ngasih tau Lo berita penting tentang anak-anak kita. Ini buruk." Tekan Nayla.


"Masuk!"


Setelah diizinkan masuk Nayla pun membuka pintu kamar Endah dan Jimmy yang terkesan menyeramkan karena bernuansa hitam. Tak lupa Nayla mengunci pintu kamar temannya ini, agar Jimmy tidak bisa masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ndah, cepat bilas! Anak kita hilang." Ucap Nayla sembari melemparkan handuk ke muka Endah yang tengah berendam di bathtub.


"APA?? JANGAN BERCANDA LO!!" Endah merespon dengan membulatkan mata.


"Ngapain gue bercanda kalau masalah anak. Anak Lo, gue, Jessica sama Anna dititipkan ke rumah mertua gue sama suami-suami kita. Nah pas tadi gue mau jemput. Rumah mertua gue kosong. Gak ada satu pun orang di sana termasuk para pelayan, penjaga dan tet(e)k beng(e)k." Terang Nayla.


Tak lama Nayla menerangkan pada Endah, tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu dari luar kamar.


"Pasti itu suami Lo."


"PAPA!!!" Pekik Endah dari dalam kamar mandi yang terdengar hingga depan pintu kamarnya.


Deg!


Jantung keempat hot Papa serasa ingin berhenti berdetak.


"Sebaiknya kita pulang saja, mumpung Endah belum mengabarkan istri-istri kita." Ajak Leon pada Andre.


"Ide bagus." Sahut Andre yang kemudian mengambil langkah seribunya untuk pulang.


Sementara Bayu yang berada di pelataran mansion Endah tengah berusaha menghubungi semua orang yang dapat membantunya untuk mencari keberadaan kedua orang tua dan juga kedua buah hatinya.

__ADS_1


"Hai, mau kemana kalian?" Tanya Bayu pada Andre dan Leon yang berjalan begitu cepat.


"Pulang. Kemana lagi." Jawab Leon ketus. Sementara Andre sama sekali tak ingin menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Ia fokus berjalan dengan cepat sembari menelepon untuk mematikan seluruh sambungan telepon yang ada di mansionnya. Namun sayangnya semua itu terlambat.


__ADS_2