
Usai memukuli Leon, Jimmy masuk ke dalam Mansion Andre. Di depan pekarangan Mansion nampak Jessica menatap tajam pada Jimmy. Jimmy yang baru beberapa langkah masuk ke dalam Mansion. Langsung saja memberikan pesan dan perintah, kepada para penjaga dan pengawal untuk tidak membukakan pintu mansion ini, tanpa persetujuan dari dirinya dan Andre tidak termasuk Jessica di dalamnya.
Mendengar hal itu, Jessica terlihat murka. Ia berlari menghampiri Jimmy dan juga para penjaga.
"Apa yang kau lakukan babang Jimmy? Kenapa kau berbuat seperti ini pada abangku?" Tanya Jessica sambari memukul dada bidang Jimmy berkali-kali.
Namun Jimmy tetaplah Jimmy. Seorang karyawan setia keluarga Kusuma. Dia tak bisa membiarkan salah satu anggota keluarga Kusuma tersakiti. Dia tak peduli jika lawannya adalah anggota keluarganya sendiri.
Alih-alih memperdulikan Jessica, Jimmy malah meninggalkan Jessica begitu saja. Namun sebelum pergi Jimmy mengeluarkan kata-kata, yang membuat Jessica berdiri mematuk tanpa bersuara.
"Maaf Jess, meski kau sudah menjadi istri dari Andre. Suatu saat kau akan tetap menjadi bekas keluarga Kusuma tapi tidak dengan Anna. Darah keluarga Kusuma mengalir di dalam dirinya. Kau paham maksudku."
"Hah, apa katanya? Jahat sekali mulutnya itu!" Gumam Jesssica.
Jessica benar-benar tidak menyangka, perkataan itu keluar dari mulut Jimmy.
"Jass buka pintu, Abang mau masuk!" Pinta Leon sembari memegangi perutnya yang masih terasa sakit karena pukulan dari Jimmy.
Jessica berlari menghampiri Leon. Mereka terpisah dengan sebuah pagar tinggi sebagai penghalang antara kakak beradik ini.
"Masih sakit kah Bang?" Tanya Jessica yang begitu mengkhawatirkan kondisi sang kakak.
"Sakit sekali, sepertinya dia memukulku sekuat tenaga." Jawab Leon, kedua tangannya masih sibuk memegangi perutnya yang terasa nyeri. Tubuh kekarnya pun kini membungkuk menahan sakit.
"Apa yang Abang lakukan, hingga jadi seperti ini Bang?" Tanya Jessica dengan tatapan mata yang nanar.
"Kami tidak sengaja bertemu dengan Zahra di apartemen. Entah mengapa dia dan Andi berada di sana. Anna bertanya tentang Andi dan juga Zahra. Abang menjawab sejujur-jujurnya, tapi Anna tak menerima semua kejujuran Abang. Dia cutiga dan marah pada Abang. Dia mengait-ngaitkan semuanya dengan kejadian malam ini. Kau tahu sendiri bagaimana sifat dia bukan?" Jawab Leon.
__ADS_1
Jessica pun mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangannya. Ia tahu masalah ini akan menjadi runyam. Apalagi jika kakak perempuannya mengetahui akan hal ini.
"Sebaiknya Abang pulang saja, berdoalah Anna akan luluh hatinya dan pulang ke mansion Abang."
"Tidak abang tidak akan pulang jika tanpa Anna." Tolak Leon yang bersi keras untuk tetap menunggu Anna.
Di dalam mention Andre. Jimmy mendengarkan Andre bercerita tentang apa yang disampaikan Anna terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Anna.
"Ini masalah internal keluarganya Ndre." Ucap Jimmy ketika Andre telah selesai bercerita panjang lebar padanya.
"Iya aku tahu. Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur, tapi dia adik sepupuku, pantang bagiku melihat adik sepupuku bersedih. Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan sekarang bukan?" Jawab Andre ya langsung diganggu oleh Jimmy.
Jimmy segera menghubungi seseorang untuk mengetahui tentang Zahra dan juga Andi. Kurang dari satu jam informasi mengenai Andi dan juga Zahra pun didapati oleh Jimmy.
"Jadi mereka teman semasa SMA, dan wanita itu sudah bekerja di perusahaan Adijaya group sejak 4 tahun yang lalu. Berarti dia bukanlah wanita penggoda. Besok kita akan temui dia di perusahaan Adijaya group, setelah itu kita akan bertemu dengan Andi mantan teman baik kakak ipar kita di perusahaannya." Tukas Andre yang menyudahi pembicaraan mereka berdua di ruang kerja.
Endah langsung menghampiri Jimmy dan membalas apa yang dilakukan Jimmy kepada sang kakak.
Bugh
Bugh
"Aaaaaa.... Sakit! Mama sudah cukup!" Pakai Jimmy yang meminta Endah berhenti memukulnya.
"Bukankah sudah Mama katakan Papa, jika abangku berbuat salah pada Anna, biarkan aku saja yang menghukumnya." Ucap Endah yang kemudian meninggalkan sang suami begitu saja.
Jimmy mengejar Endah yang merajuk kepada dirinya. Kini tak hanya rumah tangga Anna dan Leon yang sedang di timpa prahara. Begitu pula dengan rumah tangga Endah dan juga Jessica.
__ADS_1
Jessica menangis tersedu-sedu diperlukan Andre. Ia mengadu pada sang suami dengan apa yang Leon ucapkan padanya.
"Apa papi akan meninggalkanku suatu saat nanti? Babang Jimmy berkata aku suatu saat akan menjadi bekas anggota keluarga Kusuma, karena tak ada darah keluarga Kusuma yang mengalir dalam diriku. Apa suatu saat, jika Papi tak lagi mencintaiku Papi akan meninggalkanku?" Cecar Jessica pada Andre yang hanya tersenyum dan mengusap rambut panjang Jessica tanpa henti.
Andre terus membelai mesra rambut istrinya yang tengah menangis sedih karena kata-kata Jimmy.
"Papi takkan pernah meninggalkanmu mami, selamanya Papi akan bersama Mami, rasa cinta dan sayang papi tak akan pernah pudar terhadap mami. Hanya maut yang dapat memisahkan kita, dan percayalah di alam yang berbeda kita akan kembali bersama." Ucap Andre yang berusaha meyakinkan istrinya.
Sementara itu Jimmy yang sudah berada di luar mansion Andre, tak lagi menemui sosok Leon disana.
"Kemana dia? Cih. Hanya begitu saja usahanya menunggu Anna keluar dari Mansion." Gumam Jimmy di dalam hatinya.
"Papa cepat! Mama udah ngantuk. Gak usah nyariin Bang Leon. Dia sudah dibawa pulang oleh para pengawal." Ucap Endah pada suaminya yang telah berhasil merayu dirinya agar tidak merajuk lebih lama lagi. Meski malam ini dia harus merelakan dirinya menjadi apapun yag istrinya inginkan.
Jika kalian bertanya apa yang terjadi hingga Leon dibawa oleh para pengawal. Itu semua karena perbuatan Endah. Andai Andre memperhatikan lebih jelas pipi Jessica, Andre pun akan mendapati, gambar tangan Endah yang membekas di pipi istrinya itu.
Ya. Niat hati ingin minta bantuan Endah. Keduanya malah dapat kemarahan dari Endah setelah Leon menjelaskan duduk permasalahan yang ia sedang hadapi dengan Anna.
Seorang penjaga yang awalnya tak mau membukakan pintu gerbang sesuai perintah Jimmy, akhirnya membukakan pintu gerbang untuk Endah masuk. Setelah melihat Endah bergelut dengan Leon, hingga Leon jatuh tersungkur tak sadarkan diri, dan salah satu penjaga mendapatkan tembakan di lengan kirinya dari Endah, karena berusaha melawan seorang Endah. Tipe emak-emak terkuat di muka bumi ini.
Keesokan harinya, di meja makan Mansion Andre. Terjadi perang dingin antara Jessica dan Anna. Keduanya saling diam seribu bahasa. Anna mengetahui betul jika Jessica pasti membela Leon dan akan menyalahkan dirinya. Sementara Jessica, memang sengaja mendiamkan Anna, karena ia berpikir Anna membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Andre yang berada di antara keduanya hanya bisa menahan rasa frustasinya dengan berdiam diri. Dia tak ingin memihak satu diantara mereka. Karena bagi Andre dua-duanya merupakan wanita yang ia sayangi.
"Aku pamit kerja dulu ya. Lanjutkan perang dingin kalian. Ingat jangan jadikan anak kalian sasaran dari amarah kalian!" Ucap Andre yang kali ini berangkat tanpa memberikan ciuman selamat pagi pada Jessica.
Jessica tidak marah dengan apa yang dilakukan Andre, karena sebelumnya Andre sudah menjelaskan untuk tidak menunjukkan keromantisan di depan Anna selama Anna tinggal di mansion mereka. Ini mereka lakukan guna menjaga perasaan Anna yang serapuh tisu jika dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1