
Tikus-tikus kampung yang cerdik itulah sebutan bagi para penjahat yang berhasil menculik para pekerja dan juga mandor perusahaan Batara Group.
Dua hari sudah Jimmy dan timnya melakukan pencarian di mana markas para tikus-tikus kampung yang cerdik itu menyembunyikan para pekerja dan mandor Dadan.
Merasa buntu dan tidak mengetahui daerah tersebut, Jimmy pun akhirnya minta bantuan pada Amel dan juga Nayla yang pernah melakukan KKN di daerah tersebut. Melalui sambungan telepon Jimmy pun menghubungi mereka.
"Tolong bantu aku, para pekerja dan mandor diculik orang tidak dikenal di sini. Aku tidak mengenal daerah ini. Tidak sembarang orang bisa menyusuri daerah ini." Ucap Jimmy disambungkan teleponnya yang dikonversi antara Nayla dan juga Amel.
"Aku mau membantumu Bang Jimmy, asalkan kau bisa meminta izin pada suamiku Kau tahu betul suamiku seperti apa."jawab Nayla yang bersedia namun takut dengan suaminya.
"Aku sudah menghubungi mereka, dan mereka bagaimana kalian. Tolong bantu kami kali ini, pasalnya nyawa mereka dalam bahaya. Aku tidak mau ada salah satu nyawa pekerjaku melayang sia-sia."
"Oke kami akan membantumu bang kami akan segera datang ke sana bersama istrimu tentunya." Tugas Amel yang kemudian menutup panggilan teleponnya. Begitu pula dengan Nayla.
Amel dan Nayla segera merapatkan diri ke mansion Jimmy dan Endah. Mereka ingin menemui Endah yang ternyata sudah berada di ruang bawah tanah, tempat di mana persenjataan disimpan.
"Sepertinya jangan pakai rompi anti peluru mereka itu orang-orang kampung!" Saran Amel pada Endah.
"Gue hanya menyiapkannya untuk berjaga-jaga. Kita tidak tahu kalau kawanan mereka memiliki senjata api rakitan bukan. Seperti kalian tahu senjata api rakitan dijual sangat bebas. Tidak mungkin penjahat seperti mereka tidak memiliki senjata itu." Balas Endah yang tetap menyiapkan perlengkapan senjata mereka.
Saat Endah Nayla dan Amel bersiap untuk pergi ke kota B. Ternyata kawanan tikus-tikus kampung itu sudah mempelajari pergerakan Jimmy dan juga timnya. Penampilan mereka yang seperti orang-orang kampung pada umumnya sama sekali tidak membuat Jimmy dan timnya curiga.
Malam ini seperti biasa Jimmy dan timnya kembali melakukan penyelusuran ke desa yang lebih dalam lagi dari sebelumnya. Jimmy dan timnya tidak menggunakan perlengkapan senjata api mereka karena berada di daerah perkampungan. Mereka menyimpannya di bawah jok mobil mereka. Jika suatu waktu akan digunakan, mereka dengan mudah akan bisa mengambilnya.
Tibanya mobil mereka di jalan yang tidak bisa dilalui dengan mobil. Mereka pun turun dan melakukan penelusuran dengan berjalan kaki. Sungguh sangat disayangkan, ketika mereka turun ternyata kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu oleh kawanan tikus-tikus kampung tersebut.
Tim Jimmy tertangkap tanpa bisa melakukan perlawanan, karena mereka menginjak jaring perangkap yang kawanan tikus-tikus kampung itu pasang.
"Si4l mereka sangat cerdik." Umpat Jimmy.
Dengan menggunakan waktu yang tersisa cukup sedikit, karena kawanan tersebut sudah datang menghampiri jaring yang mengangkat tubuh mereka hingga ke atas pohon. Jimmy langsung mengirimkan titik lokasi keberadaan dirinya pada ponsel Endah.
__ADS_1
Ia aku sempat mengirim pesan dan mengatakan bahwa dirinya tertangkap karena masuk dalam perangkap mereka.
Bukannya sedih suaminya tertangkap Enda malah tertawa.
"Aduh gimana sih? Suami mafia gue melempem dia ketangkap, Jeng hahaha..."
"Lah kok bisa?" Tanya Nayla tak percaya.
"Kena perangkap dia." Jawab Endah masih dengan tawanya.
"Berarti kita tidak bisa masuk ke daerah sana dengan penampilan seperti ini, kita harus menyamar." Tukas Amel yang memberikan saran pada kedua patnernya.
"Ya kau benar kita harus menyamar. " Kata Endah yag setuju dengan saran Amel.
"Jadi kita menyamar sebagai apa?" Tanya Nayla pada keduanya.
"Kita menyamar sebagai mahasiswi yang akan melakukan KKN di desa tempat kawanan itu bersembunyi." Jawab Amel.
Endah langsung menyodorkan ponselnya kepada Nayla dan juga Amel. Amel dan Nayla pun melihat titik lokasi yang dikirimkan oleh Bang Jimmy.
"Ini bukan tempat KKN kita dulu, dan ini jaraknya jauh banget dari tempat lahan yang kita beli. Mel."
"Iya, ini tuh pelosok banget berarti orang pelosok lah yang selama ini jadi pencuri di lahan kita Nay. Apa pembagian bantuan gak merata ya, jadi seperti ini?"
"Iya bisa jadi, soalnya lahan yang kita beli itu dekat dengan jalan raya besar, banyak kompleks perumahan mewah di sana. Gak hijau sepeti ini. Berarti ini dekat hutan lokasinya."
Akhirnya ketiga wanita ini datang ke sebuah desa yang dekat dengan titik lokasi terakhir yang Jimmy kirimkan. Ketiga wanita ini datang berpura-pura sebagai mahasiswa yang sedang mencari tempat untuk melakukan KKN.
Mereka datang ke salah satu rumah penduduk yang merupakan kepala desa di desa itu. Karena mereka datang terlalu larut malam, kepala desa yang berbaik hati itu pun, menawarkan mereka untuk bermalam di kediaman sederhana namun terlihat cukup mewah dari rumah penduduk lainnya.
Ketiga wanita ini pun menerima tawaran dari kepala desa yang berbaik hati, saat mereka ingin pergi tidur, tiba-tiba suara pintu terbuka dengan kasar.
__ADS_1
Brukk!!! [Suara pintu terbuka berbarengan dengan suara tubuh orang yang terjatuh].
"Dari mana kamu? Pulang selalu mabuk-mabukan. Apa kamu tidak ada kerjaan lain selain mabuk, Husein?" Tanya Pak kepala desa yang sepertinya marah kepada putranya yang baru saja datang.
"Pekerjaanku tentu ada Pak. Merampok, begal, judi, main wanita hahahaha...." Jawab putra Pak kepala desa yang bernama Husein.
Ketika mendengar jawaban Husein. Endah Amel dan Nayla saling memandang satu sama lain.
"Jangan-jangan anak pak kepala desa adalah salah satu komplotan mereka." Bisik Endah saat bicara dengan Nayla dan juga Amel.
"Ya. Berhati-hatilah kita jangan lengah. Jangan sampai kita jadi korbannya." Balas Amel dengan suara berbisik.
Berbeda dengan pikiran Amel yang berkata untuk berhati-hati, Nayla punya pikiran lain untuk menyelamatkan Jimmy dan para pekerja lainnya.
"Tadi dia bilang, dia suka main wanita. Berarti kelemahannya adalah wanita. Gue punya cara cepat agar kita tak perlu berlama-lama berpura-pura menjadi mahasiswi. Itu sangat menjengkelkan." Bisik Nayla.
Amel dan Endah saling berpandangan satu sama lain ketika Nayla mengatakan Ia memiliki cara cepat.
"Apa cara cepat lo, Nay?" Tanya Endah yang tak yakin dengan cara Nayla.
"Gue akan menggoda dia, hingga dia akan memberitahukan gue dimana markas mereka berada." Jawab Nayla dengan senyum menyeringai.
"Lo nggak takut dengan Kak Bayu nanti, dia akan marah jika tahu lo menggoda laki-laki lain." Kata Endah, mengingatkan Nayla akan suaminya yang tak menyukai jika Nayla menggoda laki-laki lain.
"Ini darurat, gue pasti kan dia tak akan menyentuh tubuh gue. Gue hanya akan menggodanya dan memperlihatkan sedikit keseksian tubuh gue ini, untuk membuat dia ingin memiliki tubuh gue dan di saat itulah gue akan mengajukan permintaan yang harus ia lakukan untuk dia mendapatkan keinginannya. Kalian harus bersiap dengan kode-kode yang akan gue berikan." Jelas Nayla dengan mata genitnya.
"Kapan lo beraksi?" Tanya Endah pada Nayla.
"Malam ini. Jadi besok kita sudah bisa menemukan mereka. Gue gak bisa lama-lama ninggalin anak dan suami gue."
"Ok. Kita siap-siap sekarang." Jawab Amel.
__ADS_1
Saat Amel dan Endah tengah bersiap kembali. Nayla malah merobek t-shirt yang ia kenakan, tepat di bagian dadanya yang terlihat begitu montok.