
Pagi ini akhirnya Amel memasak nasi goreng ekstra banyak karena kedatangan tamu yang tidak diundang. Pasalnya setelah kedatangan tiga keluarga kecil ini Tak lama kemudian adik iparnya beserta kedua anaknya pun datang ikut meramaikan mention Amel.
Anehnya mereka semua membawa satu koper kecil yang entah apa isinya di dalam koper tersebut. Sebenarnya Amel sangat menaruh curiga dengan koper-koper yang dibawa para tamunya.
Awalnya dia berpikir tidak mungkin kan mereka datang untuk menginap di mansionnya. Namun setelah selesai sarapan tiba-tiba Sultan putra sambung dari Nayla. Langsung menagih janji pada Bayu untuk berenang di kolam renang yang ada di mansion Amel. Rupanya koper-koper itu berisi pakaian ganti anak-anak mereka dan para suami mereka, yang berniat ingin mencoba kolam renang yang ada di mansion Amel dan Hendra.
"Lo semua pada mau berenang di mansion gue?" Tanya Amel yang menatap wajah-wajah mereka secara bergantian.
"Iya apa lo keberatan?" Jawab Endah dengan wajah datar dan dinginnya.
"Nggak sama sekali, tapi gue nggak bisa ikut berenang karena gue lagi palang merah." Jawab Amel dengan senyum kakunya.
Sontak jawaban Amel tersebut membuat keempat hot Papa menertawakan Hendra. Mereka kompak bicara tanpa suara dan diakhiri dengan gelak tawa yang menggelikan dan menyebalkan.
"Puasa!" Ucap keempatnya tanpa suara
"Hahahaha," tawa keempatnya dengan suara begitu menggelegar.
Di saat para lelaki dan anak-anak berenang di kolam renang. Kelima para wanita memutuskan untuk mengeteh bersama di dekat area kolam renang, sambil mengawasi anak-anak mereka yang berenang bersama suami-suami mereka.
Di saat mengetes inilah Endah dan Jessica memulai aksi mereka membantu urusan sang suami.
"Gue dengar dari suami gue, kalian punya lahan kosong yang nggak mau dijual." Endah langsung saja membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Dia ngomong sama lo?" Sahut Amel dengan santai.
"Iya." Jawab Endah singkat.
"Memangnya kenapa sih nggak dijual? Suami gue sampai kelihatan frustrasi dan stres gara-gara masalah ini." Tanya Jessica yang juga ikut bersuara.
"Panjang alasannya, Emangnya lu mau dengar?" Sahut Nayla, sambil menyeruput secangkir teh yang ada di tangannya.
"Maulah, gue siap jadi pendengar yang baik. Karena asal kalian tahu suami gue minta tolong sama gue untuk ngelobi kalian." Jawab Jessica blak-blakan pada Nayla dan juga Amel.
"Hahaha lebay banget suami lu ya." Tiba-tiba Anna menertawai Kakak sepupunya sendiri.
"Iya tumben lebay banget, setiap hari selalu nanya udah ngomong belum udah ngomong belum sampai bosan kuping gue dengernya." Tambah Jessica dengan curahan hatinya.
"Ya lahan kosong itu ditanami pohon pisang, yang cepat tumbuh, cepat berbuah dan tidak perlu membeli bibit, karena pisang yang sudah berbuah pasti akan tumbuh tunas baru di sampingnya. Lagi pula menanam pohon pisang tak perlu disiram ataupun diberi pupuk mereka akan tumbuh sendiri dengan baik, jika kadar air di dalam tanahnya cukup, mengingat tanah di sana memang cukup subur dan cocok untuk di tanami pohon pisang." Tambah Amel menerangkan secara bergantian.
"Awal kai memiliki lahan tersebut kami berdua harus melakukan penyuluhan pada warga di sana, setiap Sabtu dan Minggu kami berada di sana mengajari mereka dengan dunia bisnis. Kalau masalah bertani bercocok tanam itu sudah ada di luar kepala mereka, karena mata pencaharian utama mereka adalah bertani dan berkebun." Kini giliran Nayla yang bicara.
"Saat panen kami menyarankan mereka untuk mengirim pisang-pisang itu sebagian ke kota dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau tidak mahal dan tidak di bawah standar. Selanjutnya sebagian dari pisang-pisang yang sengaja dipanen dalam kondisi tidak terlalu matang ini, kami ajarkan kepada ibu-ibu yang ada di sana untuk mengolah pisang tersebut menjadi keripik pisang dengan berbagai macam rasa, hingga berdirilah sebuah pabrik rumahan yang cukup sukses di sana." Terang Amel.
"Terus, hasil pendapatan penjualan pisang-pisang itu kemana? Apa kalian mendapatkannya?" tanya Anna yang begitu penasaran ke mana hasil penjualan pisang-pisang tersebut.
"Tidak kami tidak mendapatkannya, karena sepenuhnya hasil penjualannya hingga saat ini untuk pembangunan di daerah itu. Jika saja dahulu kalian melihat bagaimana kondisi rumah-rumah mereka pasti akan menyayat hati kalian." Jawab Nayla dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Pasalnya ia mengingat betul saat ia melakukan KKN di sana. Saat hujan mereka kehujanan meski sudah berada di dalam rumah, karena atap-atap rumah mereka banyak yang bocor. Tikus-tikus masuk berdatangan ikut berteduh di dalam rumah yang tidak layak huni itu.
Amel dan Nayla pun akhirnya menceritakan tentang KKN yang pernah ia lakukan di desa tersebut, akhirnya Jessica dan Endah mengerti mengapa kedua teman baiknya ini tidak mau melepas lahan kosong yang mereka miliki.
"Gue punya solusi yang tepat untuk lo!" Ucap Endah yang memiliki jalan keluar yang tepat untuk menyelesaikan masalah suami mereka dengan kedua temannya ini.
"Apa?" tanya Amel dan juga Nayla bersamaan.
"Lo bilang di sana ada juragan tanah, bagaimana kalau kita barter. Lo punya tanah tiga puluh hektar dan gue akan beli tanah dari tuan tanah itu lebih dari tiga puluh hektar." Jawab Endah yang langsung di mengerti oleh Jessica.
"Ya Endah benar. Gue akan beli semua sisa tanah milik si juragan tanah itu. Dan gue akan bagi tanah itu secara adil untuk kalian berdua. Kalian bisa memerintahkan warga di sana untuk berkebun di tempat yang berbeda, tidak di lahan kosong sebelumnya. Kegiatan masyarakat di sana tidak akan terganggu hanya berbeda tempat dan bisnis suami gue pun akan tetap berjalan. Jadi gimana? Apa lo setuju?" Tambah Jessica dengan penawarannya yang sangat menggiurkan.
"Gimana Mel? Gue sih Yes?" Tanya Nayla pada Amel si pembuat keputusan.
"Bagaimana dengan surat-suratnya? jujur sekarang gue nggak bisa untuk ngurus surat-suratnya, karena orang tua gue udah stop ngasih gue uang semenjak gue menikah." Amel malah balik bertanya sebelum Ia memutuskan jawaban apa yang akan Ia berikan pada keduanya.
"Itu masalah gampang, yang penting lu Jawab dulu, bersedia atau tidak, kalau lo bersedia hari ini juga kita pergi ke sana." Jawab Jessica dengan entengnya.
"Ya oke deal."jawab Amel yang membuat Jessica dan Endah tersenyum senang karena dapat membantu bisnis para suami mereka.
Keempat para suami yang tengah berenang di kolam renang sejak tadi juga memperhatikan dan menguping pembicaraan para istri mereka. Andre dan Jimmy terlihat bahagia ketika melihat kedipan mata dari istri mereka serta senyuman yang menandakan kemenangan mereka berdua.
"Yes. Istriku memang selalu bisa di andalkan." Puji Andre dan Jimmy di dalam hatinya.
__ADS_1
saking senangnya kedua hot Papa ini, sampai menciumi dengan gemas dan terlalu bersemangat kedua anak kembar mereka secara bergantian, hingga membuat mereka malah menangis.