Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 128


__ADS_3

Nayla dibawa seorang supir langsung menuju Mansion Andre yang berada di antara Mansion Leon dan Endah. Namun saat mobil yang membawa Nayla memasuki gerbang Mansion Andre, Endah dengan mobil Club Car menyalip mobil yang membawa Nayla.


"Nayla!!" pekik Endah sembari mengendarai mobil Club Car itu seorang diri.


"Endah!!" Pekik Nayla yang langsung turun dari mobil yang ia tumpangi.


Ia langsung saja naik ke dalam mobil Club Car itu, mencium pipi kanan kiri Endah dan mengelus calon menantunya yang masih berada di dalam perut Endah.


"Hai calon Besan, darimana mau kemana lo?" tanya Nayla yang melihat penampilan cuek Endah yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek selutut.


"Dari mansion gue ke sini, mansion Jessica." jawab Endah.


"Eh, kata Anna, di mansion lo banyak pohon mangganya, gue mau dong," ucap Nayla yang selalu tergiur dengan cerita Anna selama ini, jika Endah suka merujak mangga yang ada di mansionnya.


"Iya ada pohon mangga di mansion gue, lo mau ke mansion gue dulu nih jadinya?"


"Hooh, gue mau rujakan dulu lah baru ketemu si Njess, Si Anna aja katanya mau balik ke Mansionnya dulu.Suaminya kekenyangan donat buatan Anna, ngantuk katanya."


"Bukan ngantuk karena kekenyangan abang gue tapi mau olahraga sore-sore dia, mau aja loh dikibulin hahaha..." Seloroh Endah yang segera memacu mobil Club Carnya kembali ke mansionnya.


Sesampainya di mansion Endah, Nayla langsung menuju kebun belakang yang banyak sekali dengan buah mangga.


"Ya ampun Ndah,ini surga banget buat gue. Banyak buah kesukaan gue di mansion lo. Mana mangga apel lagi, asem-asem sedep tau gak lo. Petikin dong yang banyak buat gue." puji Nayla yang sudah langsung memalak Endah.


"Sip,mau berapa pohon yang mau lo bawa?"


"Satu pohon aja cukup. Bisa gue bagi-bagi tetangga sekomplek nanti."jawab Nayla dengan tawanya yang khas menggelegar bagaikan petir.


Saat ia tertawa, tiba-tiba saja indra penciuman Nayla mengendus bau-bau Karlota made in Indonesia, siapa lagi kalau bukan Suster Marni. Nayla terus mengendus-ngedus bau sekitarnya. Seperti anjing pelacak yang sedang mencari pelaku kejahatan.


"Ngapain sih Lo Nay? Muka lo sama hidung lo itu tolong kondisikan, dah kaya helder tau gak lo."


"Eh, kok gue kaya nyium baunya si Karlota alias Suster Marni di sini." jawab Nayla denga hidungnya yang masih mengendus-endus.

__ADS_1


"Hah, aneh lo mana bisa dia ke sini." sangkal Endah. Endah berusaha tenang walaupun memang benar Suster Marni dan Sultan ada di sini.


Sultan tengah tertidur di kamar Endah dan Jimmy setelah berenang bersama Endah dan Jimmy barusan. Sultan tidur bersama Jimmy yang juga kelelahan setelah membantu menyiapkan pesta kejutan untuk Nayla dan diajak berenang oleh Endah dan juga Sultan.


"Tajam juga indra penciuman Nayla, gawat juga nih kalau dia lama-lama di sini. Bisa ketahuan kalau anak sambungnya ada di sini," gumam Endah di dalam hatinya.


Untuk menghindari Nayla tahu jika ada Sultan dan Suster Marni di Mansionnya. Setelah dibuatkan rujak oleh salah seorang pelayannya, Nayla di ajak berputar-putar sampai ia merasa lelah dan mengantuk.


"Kenapa lo Nay, ngantuk?" tanya Endah yang melihat Nayla terus menguap.


"Hooh, tidur dimana ya gue, apa nengok Jessica terus gue numpang tidur ya?" jawab Nayla yang meminta saran pada Endah.


"Bisa juga, ayo gue anter lo ke sana." balas Endah.


Endah membawa Nayla ke mansion Jessica,sampai di mansion Jessica ternyata bagian depan mansion nampak sepi dan lengang. Endah sengaja tak mengajak Nayla untuk mencari keberadaan Jessica yang bisa saja adiknya itu sedang bersama suaminya di tempat lokasi pesta kejutan untuk Nayla.


"Kayanya si Njess lagi istirahat atau gak lagi di mansionnya Bang Leon. Mending lo istirahat dulu deh, kasihan calon mantu gue kelelahan." ucap Endah memberikan saran pada Nayla.


Entah karena lelah atau karena Nayla tidur seperti orang yang sudah mati. Ia sampai tak sadar, jika pakaiannya sudah berganti dengan sebuah gaun pesta berwarna ungu muda dan wajah dan rambutnya nya sudah di rias sedemikian rupa.


Tiba saatnya acara, Bayu yang sudah mengenakan setelan jas berwarna senada, warna yang menjadi kesukaan Nayla. Segera saja membangunkan istrinya.


"Mih, bangun Mih, tidur apa ngebo?" ucap Bayu sembari menggoyangkan lengan Nayla.


"Dua-duanya kenapa sih ahh... ganggu aja." sahut Nayla yang mengerjab-ngerjabkan matanya.


Nayla lihat sosok Bayu yang rapih dengan setelan jas yang warnanya tidak mungkin sekali Bayu kenakan kekantor.


"Papi, kok pakai jas warna kaya begini? Mau ngapain?" tanya Nayla yang keheranan dengan waarna jas yang dikenakan Bayu.


"Mau motong sapi." jawab Bayu asal.


"Motong sapi? Mana ada motong sapi pakai baju begini? Bohong dosa Pih, masuk neraka." Sahut Nayla yang tak percaya.

__ADS_1


"Udah tahu kan bohong itu dosa, makanya jangan suka nyakitin, mukul, ngerjain dan ngeledekin suami." timpal Bayu yang malah beranjak berdiri dari ranjang tidur Nayla.


"Cih, gak nyambung, mana ada bohong nyangkut ke situ-situ." gerutu Nayla.


Bayu menarik lengan Nayla agar dia segera bangun. Nayla bangun dan terkejut dengan pakaiannya yang sudah berubah. Ia merasa sedang bermimpi mengenakan gaun impiannya yang ia ceritakan kepada ketiga temannya waktu lalu di restauran saat sebelum Miss Claudia datang.


Plak!! [Nayla memukul bahu Bayu].


"Auuu... Mami!!" Pekik Bayu yang kesakitan.


"Oh nyata kirain mimpi." gumam Nayla yang membuat mata Bayu membola.


"Kan apa kata Papi, baru Papi bilang jangan suka mukul dan nyakitin suami, kamu tuh---" ucapan Bayu terpotong karena Nayla menyelanya.


"Cantik, pintar dan menggairahkan ya kan Pih," sambung Nayla dengan mengedipkan mata genitnya.


"Cantik daan menggairahkan iya tapi soal pintar ntar dulu lah, kuliahsaja belum selesai. Selalu ngeluh otak aku gak sampai Pih, Gak sampai mana? Sampai jonggol?" Timpal Bayu yang malah membuat Nayla tertawa.


"Papi tuh kayanya benci tapi cinta gitu sama Mami, mau marah gak bisa tapi bisanya ngedumel kaya gini, persis deh kaya Munaroh, tukang sayur yang suka keliling komplek." balas Nayla yang membuat Bayu memincingkan matanya.


"Mami mulai ya kamu!" geram Bayu yang buru-buru sadar jika hari ini adalah hari bahagia sang istri. Ingin rasanya menghukum mulut istrinya dengan ********** hingga bibir istrinya dower dan jeding seperti biasanya.


"Cepat pakai sepatunya, kita sudah di tunggu!" perintah Bayu yang inging memakaikan sepatu high heels yang tidak terlalu tinggi untuk istrinya yang tengah hamil muda.


"Kita ditungguin siapa emangnya Pih?" tanya Nayla dengan polosnya.


"Ditunggu Pak polisi, katanya kamu nyolong mangga di rumah orang." jawab Bayu asal yang membuat Nayla diam dan berpikir sembari dipakaikan sepatu oleh suaminya.


"Perasaan gue ga nyolong mangga, tapi gue minta mangga sama Endah tadi." gumam Nayla dengan pemikiran polosnya.


Membuat Bayu yang mendengarnya senyum-senyum sendiri saat ia memakaikan sepatu untuk istrinya.


"Kamu tuh lucu, menggemaskan dan nyebelin, istri langka yang selalu ngangenin. Beruntungnya aku memiliki kamu." Gumam Bayu di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2