Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Bab 211


__ADS_3

Jimmy dan Leon kini berada di tepi pantai, tempat terakhir istri dan anak mereka berada di kota J. Mereka menyisiri seluruh tepi pantai hingga berulang kali demi mencari keberadaan sosok istri dan anak-anak mereka. Namun hasilnya nihil.


Jimmy langsung memberi kabar pada Andre jika istri dan anak-anak mereka tidak dapat ditemukan di pantai itu.


Andre yang berada di perusahaan semakin kalut. Rasanya ingin sekali meminta seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan istri dan anak-anaknya.


Namun hal ini urung dilakukan, karena ia ingat pesan Jimmy, diantara anak-anak buah mereka pasti ada salah satu yang berkhianat pada mareka. Mengingat perselisihan diantara geng mafia, buntut dari terbunuhnya Joseph.


Sadar tak bisa melakukan apa-apa, akhirnya Andre memutuskan untuk menyusul keberadaan Bayu di sebuah restoran mewah berbintang lima. Sebelum menyusul Bayu, Andre juga menghubungi kakak ipar Bayu yaitu Hendra.


Hendra yang tengah bersantai, setelah pulang lebih cepat dari perusahaan karena ingin bermain game sepuas hati, tanpa dimarahi oleh Amel pun harus terganggu karena ulah Andre.


Iya tak jauh berbeda dengan Jessica. Suami istri ini suka sekali main ancam, jika sedang mengajak pergi seseorang. Apalagi orang yang diajak sangat susah untuk diajak pergi seperti Hendra dan Amel yang sangat suka di rumah, ketimbang pergi ke mana-mana.


"Bagaimana bisa seorang suami bersantai-santai ketika istrinya menghilang? Kau ini cinta Amel atau tidak? Bukan hanya istrimu saja yang menghilang, tapi keponakanmu dan juga adikmu pun menghilang. Ikutlah bersamaku menyusul Bayu untuk mencari keberadaan mereka bersama-sama. Jika kau menolak untuk ikut. Akan kupastikan esok pagi nilai sahammu akan anjlok." Ucap Andre disambungkan teleponnya.


"Argh...Ok-ok baiklah. Aku akan ikut." Jawab Hendra penuh keterpaksaan.


Di restoran.


Meski urusan bisnis mereka telah selesai. Bayu dan Patricia belum juga menyudahi obrolan mereka. Kali ini Patricia mengulik masalah pribadi Bayu dalam obrolan mereka.


Di sinilah Bayu memainkan perannya. Ia bercerita pada Patricia jika rumah tangganya terlihat berjalan mulus namun pada kenyataannya rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja.


Bayu mengatakan jika ia mulai merasa bosan pada istrinya yang sangat sibuk dengan kedua anaknya dan juga pergaulannya dengan teman sosialitanya.


Patricia mengulum senyum, baginya ini adalah celah untuk masuk ke kehidupan Bayu. Misi Patricia bukan hanya ingin membuat rumah tangga Nayla dan Bayu berantakan, tapi juga ingin memecah hubungan baik antara Bayu dan juga keluarga Kusuma.


"Pak Bayu jika ada waktu, apa kita masih bisa makan malam bersama lagi?" Tanya Patricia saat Nathan mengajak Bayu untuk undur diri.

__ADS_1


"Of course. Nona Patricia bisa hubungi saya jika ingin saya temani makan malam. Saya akan senang hati menemani Anda Nona." Jawab Bayu dengan senyum mempesona.


Patricia membalas senyuman Bayu dengan senyum yang tak kalah mempesona.


Bayu memberanikan diri menggenggam tangan kanan Patricia, yang terliha ragu-ragu ingin menyentuh tangan Bayu.


"Telepak tangan Nona Patricia sangat lembut sekali, berbeda dengan tangan istri saya yang sedikit kasar, seperti tangan seorang pria." Puji Bayu yang membanding-bandingkan istrinya dengan Patricia.


Patricia kembali dibuat tersenyum mendengar pujian dari Bayu untuk kesekian kalinya.


"Teruslah tersenyum dan teruslah terbang ke angkasa Patricia. Dan saat kau mengudara nanti kau akan dijatuhkan oleh istriku...hehehe.... Secepatnya aku harus tahu apa tujuanmu mendekatiku." Gumam Bayu yang terus menatap lekang manik mata Patricia.


Ekhmmmm!!! [Suara seseorang berdeham di belakang tubuh Bayu terdengar]


Bayu dan Patricia menoleh ke belakang, ke arah sumber suara seseorang yang berdeham itu. Didapatinya Andre tengah berdiri tepat di belakang tubuh Bayu.


Bayu bertingkah seakan-akan tidak menyukai kedatangan Andre. Padahal ia sangat bersyukur Andre datang. Dengan begitu pastinya Patricia akan pamit undur diri dari dirinya. Rasanya terus bersandiwara sangatlah tidak nyaman dan enak.


Patricia melirik Andre dan juga Bayu secara bergantian. Patricia tak menyangka benar apa yang dikatakan oleh Daniel. Jika dirinya akan bertemu dengan kelima pria tampan yang mapan dan berpengaruh di negeri ini.


Patricia menatap Andre dengan tatapan memuja. Karena wajah Andrea lebih tampan daripada Bayu.


"Cih. Kau tadi merayuku sekarang kau terpesona dengan kehadiran Andre. Dasar wanita jal4n9." Umpat Bayu saat ia melihat ekspresi Patricia yang tak mengedipkan matanya sedikitpun saat ia melihat sosok Andre yang berdiri di belakangnya.


"Sepertinya kedatanganku mengganggu keasikan kalian ya," ucap Andre yang ikut duduk diantara mereka.


Sama seperti Bayu, Andre aku bukanlah orang yang bodoh dan bisa membaca keadaan.


Andre tahu betul jika Bayu adalah orang yang sangat mencintai Nayla dan tidak pernah berpikir untuk selingkuh dari istri yang selalu memuaskan tean baiknya ini di atas ranjang.

__ADS_1


"Sepertinya wanita ini, antek-antek mereka ya. Baiklah aku akan ikut bermain peran."


"Ah... ti-tidak juga Tuan. Pembicaraan kami mengenai bisnis sudah selesai hanya sedang berbicara santai saja sekarang." Jawab Patricia sedikit gugup.


Jantungnya begitu berdebar duduk diantara dua pria yang sangat tampan. Apalagi Andre memberikan tatapan yang tak biasa kepada dirinya.


"Cih. Kau ikut bermain peran juga rupanya." Kembali Bayu mengumpat saat ia melihat Andre terus bercakap-cakap dengan Patricia.


Tak berapa lama dari kedatangan Andre. Hendra, Leon dan juga Jimmy pun datang. Ketiga pria itu ikut bergabung dan Nathan langsung undur diri dari hadapan mereka, dengan alasan karena dirinya ada urusan lain. Padahal ia hanya ingin menyelamatkan diri dari kegilaan yang tak biasa dilakukan kelima pria ini.


Kelima pria ini, seakan lupa diri jika istri dan anak-anak mereka tengah menghilang, entah kemana.


Kelimanya asik bermain peran dan mengobrol panjang lebar dengan Patricia. Tepat pukul 09.00 malam, salah seorang pegawai restoran datang menghampiri meja mereka. Pegawai restoran tersebut menginformasikan jika restoran mereka akan segera tutup.


"Sayang sekali sudah mau tutup, padahal aku masih sangat ingin mengobrol dengan kalian." Ucap Patricia yang terlihat menyayangkan restoran yang mereka datangi ini akan segera tutup.


"Ya jika Nona Patricia masih ingin mengobrol dengan kami, bagaimana kalau kita cari tempat saja?" Sahut Leon yang disetujui oleh yang lainnya.


"Ide bagus, Apa nama Patricia punya tempat yang asik untuk kita bersenang-senang dan ngobrol bareng?" Sahut Hendra sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Bagaimana kalau kita datang ke club. Kita bisa minum-minum dan berdansa di sana. Kalian berlima sangat merindukan kebebasan bukan?" Tawar Patricia dengan senyumnya sembari melirik kelima pria tampan di depannya.


"Oke, kita ke Club. Sudah lama sekali aku tidak club." Sahut Andre yang mengikuti gaya Hendra tersenyum sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Tentukan saja club mana yang akan kita datangi, kami akan ikut dengan mu, Nona." Ucap Jimmy yang masih terlihat datar dan dingin, tak seperti keempat pria lainnya.


...Mampir juga ke karya ini ya ...


__ADS_1


__ADS_2