Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 224


__ADS_3

Sementara itu di Mansion Andre. Tuan Brata sudah bertengger di sebuah kursi.


Ia duduk bersandar sembari mengisap cerutu yang ada di tangannya. Sementara itu anak buahnya menyisiri semua bagian Mansion sang putra. Mencari alat-alat penyadap yang telah dipasang oleh kelompok musuh. Tak hanya mansion Andre, begitu pula dengan mansion keempat keluarga kecil lainnya.


Setelah anak buahnya berhasil menemukan alat-alat penyadap yang dipasang oleh kelompok musuh. Tuan Brata segera menghubungi putranya.


"Hallo Son, ada dimana sekarang dirimu?" Tanya Tuan Brata begitu santai pada putranya, yang terdengar tegang.


Bagaimana tidak tegang, ia melihat bagaimana kejamnya Andrew. Saat perintah yang ia berikan tak dijalankan oleh Daniel.


"Aku di club, Dad." Jawab Andre singkat.


"Bersama dengan istrimu?" Tebak Tuan Brata.


"Ya, Dad."


"Pulanglah! Jangan kotori tangan kalian di sana! Katakan pada Jimmy, Daddy sudah membersihkan para pengkhianat. Dia sudah bisa bertindak seperti Jimmy yang Daddy kenal dahulu."


"Baik, Dad."


Tuan Brata segera menutup sambungan panggilan teleponnya pada sang putra. Ia kemudian meminta para koki untuk memasakan makanan untuk dirinya. Mengurus semua ini membuat perutnya terasa sangat lapar.


Dan di club alam, setelah Andre menutup sambungan panggilan telepon bersama sang Daddy. Ia segera memberitahukan pesan Daddy-nya pada Jimmy.


"Jim, Daddy sudah membersihkankan para pengkhianat. Kau sudah bisa melakukan perintah pada mereka tanpa rasa takut lagi." Ucap Andre dengan berbisik.


Mendengar apa yang di ucapkan Andre, Jimmy seakan sudah mendapatkan taringnya kembali.


Jimmy berdiri dengan membusungkan dada. Mendekati Daniel dan Andrew. Daniel terus dibuat meringis oleh apa yang dilakukan oleh Andrew padanya.


Sedangkan kedua orang tua Daniel hanya bisa menangis dan menjerit tertahan, melihat putranya dianiaya, tanpa mampu berbuat apapun untuk menolong putranya.


"Cepat jalankan perintah dari Andrew atau kau akan melihat Patricia mati di hadapanmu!" Ancam Jimmy yang kini menodongkan pistol di kepala Patricia.

__ADS_1


Bukannya takut Daniel malah tertawa mengejek.


"Bunuh sajalah dia! Aku tak akan rugi jika kalian membunuhnya. Karena jika dia mati, maka kedua orang tua Amel, Nayla dan mertua Nayla. Pasti akan langsung binasa di tangan keluarga Balson." Jawab Daniel yang sama sekali tidak takut dengan ancaman Jimmy.


Meski keadaan Daniel terpojok, ia masih percaya diri jika ia berada di pihak yang paling kuat. Karena komplotannya memegang kunci kelemahan mereka.


"Ok. Rupanya kau memang ingin bermain-main dengan kami. Seharusnya kau sadar sedang berhadapan dengan siapa saat ini, musuhmu bukan hanya aku tapi juga Andrew." Balas Jimmy yang paling tidak suka ancamannya hanya dianggap angin lalu.


Tanpa ragu-ragu dan gerakan tangan yang cepat, senjata api yang ada di tangan Jimmy memuntahkan sebutir peluru.


Dorr!


"Aaaaaaa......." Pekik Beno tertahan karena sebuah gulungan kain menyumpal di dalam mulutnya, namun pekikan dan erangan tersebut masih dapat di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.


Beno menengadahkan pandangannya, tak hanya air matanya yang mengalir deras merasakan sakit. Tapi juga darah segar yang keluar dari bagian paha kanan Daddy Daniel ini.


Daniel membukatkan mata melihat kesakitan yang dirasakan sang Daddy karena ulah keras kepalanya.


"Gila kau Jimmy! Daddy-ku tak salah apa-apa." Umpat Daniel dengan geramnya. Ia menatap Jimmy dengan tatapan yang sangat tajam.


"Hahaha... aku memang gila, bukanlah kalian tahu itu. Kau bilang Daddy mu tidak bersalah. Ya. Kau memang benar. Daddy mu tidak bersalah. Begitu pula dengan kedua orang tua para sahabat ku. Kau libatkan mereka dalam permasalahan kita. Ini cukup adil Daniel. Sekarang, cepat lakukanbapa perintah Andrew atau kau mau Mommy mu merasakan hal yang sama seperti Daddy mu?" Perintah Jimmy dengan ancamannya.


Daniel kali ini mau tak mau mengikuti apa yang diperintahkan Jimmy. Ia tak mau lagi membangkang yang pada akhirnya maka menyakiti kedua orang tuanya.


"Aku ingin mengambil ponselku, lepaskan tanganku!" Pinta Daniel.


Andrew meminta salah satu anak buahnya untuk melepaskan tangan kanan Daniel. Setelah salah satu tangannya terlepas Daniel segera menghubungi Barnes Balson yang ada di villa, dengan panggilan yang sengaja di loadspeaker agar semuanya dapat mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Hallo Barnes, aku sudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Nayla dan Amel bersedia memberikan club malam milik mereka. Mereka juga akan datang dengan suka rela memenuhi keinginan kekuargamu." Ucap Daniel di sambung teleponnya bersama Barnes.


Daniel memberikan informasi bohong pada Barnes Balson, demi menyelamatkan kedua orang tuanya.


"Ok. Thanks you Daniel. Aku berhutang pada mu. Aku akan menyambut kedatangan mereka dengan baik di sini." Jawab Barnes dengan perasaan hati yang senang, tanpa merasa curiga sedikitpun.

__ADS_1


"Nayla kau memang wanita yang sangat cerdik dan banyak akal, tapi kali ini kecerdikan dan akal kamu akan berakhir di sini sayang hahaha.." gumam Barnes yang dapat didengar oleh seisi ruangan.


Usai menutup panggilan teleponnya dengan Daniel. Barnes segera mengabarkan pada anggota keluarga yang lain untuk menyiapkan penyambutan kedatangan Amel dan Nayla.


Pertemuan di club malam itu berakhir, dengan kekalahan Daniel. Saat orang-orang Jimmy ingin membawa Daniel dan beberapa anak buahnya. Andrew berusaha menghalangi anak buah Jimmy membawa Daniel.


"Biarkan mereka menjadi urusan saya, Jim. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya. Kau tak harus membunuh mereka." Cegah Andrew.


"Jika kau memberi kesempatan kedua padanya, tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi masalah di kemudian hari bagi kita, Ndrew." Balas Jimmy.


"Kau tenang saja, mereka tak akan menjadi masalah di kemudian hari bagi kita, percayakan semuanya padaku." Andrew bicara sembari menepuk bahu Jimmy.


Andrew segera meminta anak buahnya untuk membawa Daniel beserta beberapa anak buah Daniel dan juga kedua orang tua Daniel kesuatu tempat pengasingan.


"Bawa mereka ke salah satu pulau milik kita, asingkan mereka!" Perintah Andrew pada anak buahnya.


Kini di depan club malam. Andre mengajak istrinya untuk kembali pulang, karena ada sang Daddy di mansion mereka saat ini. Tak hanya Jessica yang ia ajak untuk kembali tapi juga Anna, adik sepupunya beserta suaminya.


Andre sangat paham Jessica dan Anna bukanlah wanita tangguh seperti Endah, Nayla dan Amel.


"Gue balik duluan, semoga misi kalian berhasil." Ucap Anna, sembari memberikan pelukan pada Ketiga wanita tangguh dihadapannya. Begitu pula dengan Jessica. Keduanya tidak dapat membantu secara langsung lagi, mereka berdua hanya bisa mensupport dan mendoakan saudara dan ledua sahabatnya.


Setelah mobil yang membawa Andre, Jessica, Leon dan Anna melesat pergi. Bayu dan Hendra segera memeluk tubuh istri mereka dari belakang.


"Mami, aku mengkhawatirkan mu. Apakah aku benar-benar tak boleh ikut? Tolong jangan jadikan aku seperti pecundang seperti ini Mami!" Ucap Bayu yang menenggelamkan kepalanya di curug leher Nayla.


"Papi please. Percayalah pada Mami, Mami akan baik-baik saja. Jika Papi memaksa ikut,perhatian Mami jadi tidak fokus pada kedua orang tua kita. Mami sama sekali tidak berniat membuat Papi terlihat seperti seorang pecundang." Balas Nayla yang akhirnya membuat Bayu sedikit terisak.


Sementara itu, Jimmy dan Andrew tengah berbagi strategi untuk melakukan misi penyelamatan pada kedua orang tua Amel, Nayla dan Bayu.


Setelah dirasa cukup Nayla dan Amel kembali menaiki mobil milik mendiang Silvi. Di dalam mobil itu tak hanya ada mereka saja. Tapi juga ada Endah dan Patricia yang nampak beler. Akibat suntikan yang diberikan Septian padanya.


"Gue akan masuk duluan bersama Amel Ndah. Klau gue udah kasih kode. Lo baru bawa si Patricia masuk. Gue yakin mereka akan eksekusi gue dan Amel di halaman villa keluarga mereka itu." Ucap Nayla sembari menyiapkan suntikan mematikan yang diberikan Septi padanya.

__ADS_1


Nayla dan Amel memang tak membawa senjata api untuk mendatangi undangan keluarga Balson. Tapi hanya membawa senjata kimia yang sangat mematikan untuk melumpuhkan musuhnya kali ini yang ia letakkan di cepolan rambutnya.


__ADS_2