
"Katakan pada saya, untuk kepentingan apa anda mencari Tuan besar Anda segigih ini Pak Eko?" Tanya Jimmy dengan tatapan mata yang begitu tajam. Seakan sedang menguliti Eko yang tengah duduk di hadapannya.
"Atas kepentingan perusahaan Tuan Jimmy." Jawab Eko dengan suara yang sedikit bergetar.
Eko makin gemetar ketika tawa Jimmy pecah seketika itu juga saat mendengar jawaban Eko.
"Atas kepentingan perusahaan kau bilang, perusahaan yang mana? Perusahaan yang sudah ditinggal para investornya karena sudah gulung tikar hari ini." Ucap Jimmy yang kembali tertawa terbahak-bahak.
Eko membulatkan matanya tak percaya ketika mendengar Jimmy mengatakan perusahaan milik Tuan Yudha sudah gulung tikar dan ditinggalkan para investornya. Perusahaan Tan Yudha memang sedang mengalami masalah keuangan. Namun investornya masih memberi kesempatan untuk perusahaan Tuan Yudha untuk bangkit kembali.
Saat ini Eko menyadari jika ia terlalu fokus mencari keberadaan Tuan Yudha dan istrinya, hingga tidak mengetahui perkembangan perusahaan Tuan besarnya saat ini.
"A-apa Tuan Jimmy sedang tidak bercanda?" tanya Eko dengan suara tergagap.
"Kau pikir saya sudah berbohong? Untuk apa saya membohongimu? Apa untungnya bagi saya? Seharusnya sebagai asisten pribadi Tuan besarmu, kau harus selalu up to date dengan perkembangan perusahaan." Sahut Jimmy dengan pertanyaannya yang menyudutkan Eko dan membenarkan semua perkataannya.
Eko terdiam dan berpikir, jika perusahaan Tuan Yudha benar gulung tikar, itu artinya banyak hutang-hutang yang ditinggalkan Tuan Yudha saat ini.
Otaknya mulai mencerna dan berpikir mungkinkah Tuan Yudha sengaja menghilang demi mangkir dari kewajibannya, untuk membayar segala hutang piutang pada bank dan juga pada karyawannya.
__ADS_1
Ini artinya dia tak akan mendapatkan pesangon sepeserpun dari Tuan Yudha, begitupun dengan karyawan lainnya. Melihat lawan bicaranya diam Jimmy pun kembali mencecar pertanyaan pada Eko.
"Kenapa kau diam? Apa kau sudah memikirkan sesuatu? Tentang Tuan Yudha yang sengaja melarikan diri?" Tanya Jimmy yang mendapat anggukan kepala dari Eko. Tanda jika tebakan Jimmy sangat tepat.
Jimmy terlihat menarik senyum tipisnya kemudian kembali berbicara.
"Ya sebaiknya kau cerna sendiri saja, dia gagal melakukan perencanaan pembunuhan terhadap mantan menantunya, yang kini sudah berangsur-angsur sehat kembali. Tidak menutup kemungkinan bahwa mantan menantunya itu, akan melaporkan tindakan kriminal yang dilakukan tuan besarmu itu bukan? Jika Hendra jadi melaporkan tindak kriminal yang dilakukan Tuan Yudha, dapat dipastikan dia akan membusuk di penjara hingga akhir hayatnya dan istrinya akan hidup miskin seorang diri tanpa seorang anak yang merawatnya, ataupun menemaninya di masa tuanya ini. Tentunya mereka berdua tak menginginkan hal itu bukan? Wajar saja jika sepasang suami istri ini melarikan diri entah ke mana dengan sisa uang yang mereka miliki saat ini, mungkin saja dia sudah menyimpan ataupun mengalihkan kekayaan mereka untuk bertahan hidup di suatu negara yang orang lain tak dapat menemukannya." Tambah Jimmy yang meyakinkan apa yang sedang dipikirkan oleh Eko.
Jimmy sangat pandai meyakinkan orang lain dengan manipulasi yang telah ia buat, ia sudah berhasil menyapu bersih dan membuat semua terkesan Tuan Yudha menghilang bukan karena ditiadakan oleh Amel tapi menghilang karena lilitan hutan dan perusahaan yang sengaja Jimmy jatuhkan saat ini, apa yang dilakukan Jimmy ini begitu mulus tanpa memancing kecurigaan orang lain sedikitpun. Jangan panggil Jimmy jika tidak bisa membereskan semuanya dengan bersih dan rapih.
Eko yang termakan dengan kata-kata Jimmy, yang ia yakini tak akan mungkin membohonginya. Merasa tak enak hati, telah mengganggu orang seperti dia, hanya untuk menanyakan hal yang harusnya tak perlu ia tanyakan pada seorang Jimmy, yang kini berhasil membuatnya merasa malu dan tak memiliki muka.
" It's oke, tidak apa-apa. Image buruk memang terlanjur melekat pada diri saya. Saya sangat salut dengan kinerjamu yang tak pantang menyerah. Semoga di lain waktu kita bisa bekerja sama, karena saya sangat suka dengan cara kerjamu, Pak Eko,"ucap Jimmy sembari tersenyum tipis pada Eko.
Sungguh di dalam hati Eko saat ini menjawab, tidak akan mau bekerja sama dengan seorang Jimmy yang menakutkan. Baginya ini pertama dan terakhir dirinya berurusan dengan Jimmy. Di lain waktu lebih baik ia menghindar. Tidak mungkin pertemuan selanjutnya dirinya dengan Jimmy akan berjalan baik-baik saja seperti saat ini. Di satu sisi Eko merasa beruntung. Jimmy masih berbicara dengannya dengan cara yang baik, tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya.
Usai mendapatkan jawaban yang mengecewakannya, Eko pun undur diri dari hadapan Jimmy. Ia kembali melajukan kendaraannya ke sebuah rumah mewah milik Tuan Yudha dan juga istrinya.
Betapa terkejutnya Eko saat sampai di kediaman Tuan besarnya itu. Seorang juru sita Bank, sudah melakukan tugasnya untuk menyita aset-aset milik Tuan Yudha yang dijadikan jaminan hutangnya selama ini.
__ADS_1
"Rupanya aku harus mencari pekerjaan baru, Bank sudah mulai mengambil alih aset-aset milik Tuan Yudha, lagi pula mulai hari ini aku tidak akan lagi berkantor pada perusahaan yang sudah gulung tikar." Cicit Eko yang masih berada di balik kemudinya.
Ia mengurungkan niatnya untuk turun dan menyampaikan berita bahwa Tuan Yudha bukannya menghilang tapi melarikan diri, kepada seluruh asisten rumah tangga Tuan Yudha yang telah memberikan kabar pada dirinya jika Tuan Yuda dan istrinya telah menghilang.
Alasan Eko mengurungkan niatnya untuk turun dan menyampaikan berita ini kepada asisten rumah tangga Tuan Yudha, karena sudah terlalu banyak reporter televisi media telivisi maupun online yang tengah meliput di kediaman Tuan besarnya ini. Saat juru sita bank melakukan penyitaan terhadap rumah mewah tersebut.
Eko sengaja melakukan ini, guna menghindari pertanyaan-pertanyaan para reporter yang akan menyiksa dirinya dan ia tak sanggup untuk menanggung malu, dengan semua yang terjadi saat ini.
Sementara itu kembali lagi ke mansion Bayu dan juga Nayla. Terjadi perdebatan saat seorang dokter pria dan juga perawat pria datang ke mansion tersebut dan di minta untuk tetap stay di mansion ini oleh Amel dan disetujui oleh Andre yang merupakan Bos dari para pekerja medis tersebut l.
Bayu yang amat sangat pecemburu dan tidak suka jika ada pria lain yang masuk ke dalam rumahnya, apalagi sampai harus menginap dengan alasan apapun ia tak akan memperbolehkan hal itu.
"Amel ini adalah peraturan kau tidak bisa mengubah peraturan yang sudah saya buat. Jika kamu mau Hendra dirawat dengan perawat pria dan juga Dokter pria sebaiknya kamu rawat saja dia dimension milikmu sendiri tidak di mension ini." Ucap Bayu dengan tegas kepada sahabat istrinya yang akan menjadi kakak iparnya ini.
"Sudah sayang, aku nggak papa kok tinggal di mention kita sendirian. Lagi pula aku tidak sesendirian yang kamu bayangkan ada asisten rumah tangga kita, perawat dan juga dokter yang akan menginap di sana untuk menjagaku setiap waktu bukan?"
"Tapi tidak ada keluarga yang menjagamu itu sangat membuatku khawatir." Sahut Amel yang terlalu mengkhawatirkan Hendra.
"Aku akan menghubungi ayah dan ibu untuk menemaniku Ayang." Balas Hendra yang berhasil menghentikan perdebatan Amel dan Bayu.
__ADS_1
Akhirnya hari ini Hendra pun pindah. Ia tinggal di mansion miliknya sendiri bersama para tim medis yang di perlukan dalam masa pemulihannya.