Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 123


__ADS_3

"Kejahilan apa lagiyang dilakukan istriku. Semoga aku tak akan mendapat masalah dari ketiga orang itu," gumam Bayu di dalam hatinya.


Nayla berjalanmenghampiri Bayu, ia memeluk gemas suaminyadan menggigit bagian dada Bayu yang ia peluk.


"Sakit Mih," keluh Bayu dengan santainya sembari mengusap punggung sang istri.


"Kamu gemesin banget sih Pih," ucap Nayla yang mendongakkan kepalanya dengan tetap memeluk pinggang Bayu.


"Bukan aku yang gemesin, tapi kamu lagi kesenangan bisa ngerjain mereka." tebak Bayu yang hanya ditanggapi dengan senyuman dan kedipan mata genit dari Nayla.


"Aku mau susul mereka boleh Pih? Habis itu kita tengokin anak Mami, kangen nih, kangen banget sama Sultan." Ucap nayla dengan manjanya.


"Ok, sekarang?" ledek Bayu yang menatap Nayla dan mengeratkan pinggang Nayla agar tetap menempel pada bagian bawah tubuhnya.


"Besok." jawab Nayla asal dan melepaskan pelukan Bayu begitu saja. Ia meninggalkan Bayu yang berharap mendapatkan jatahnya kembali.


Sepasang suami istri ini pun menyusul ketiga pasang suami istri itu di taman kompleks. Sesampainya Nayla dan Bayu di sana. Bayu di buat terperangah dengan ketiga mobil yang bergoyang bersamaan.


Bayu melirik Nayla lalu tertawa lepas untuk pertama kalinya. Ia tertawa hingga perutnya terasa sangat sakit. Begitu pula dengan Nayla. Ia tak bisa menahan tawanya. Ketiga orang yang sangat terpandang dan terhormat bisa melakukan penyatuan di dalam mobil yang ditepikan dipinggir jalan.


"Mami, kamu benar-benar menjatuhkan harga diri mereka. Pasti mereka akan malu sekali, jika sampai ada yang tahu apa yang mereka lakukan di sini." ucap Bayu pada Nayla yang belum bisa berhenti tertawa.


"Kita kerumah Daddy dan Mommy sekarang ya? Takut Sultan sudah tidur." Ajak Bayu yang di angguki Nayla.


Mobil Bayu pun melaju melewati ketiga mobil ketiga temannya. Sewaktu mobil Bayu melewati mobil mereka, Nayla membuka kaca jendelanya dan mengeluarkan sebagian tubuhnya.


"Jangan lupa Jeng, satu ronde saja gak cukup!" Pekin Nayla yang membuat ketiga pasang suami istri itu menghentikan aktifitasnya sesaat.


"Sialan, pentol korek!"umpat ketiganya yang kemudian tak berdaya ketika mereka mendapat serangan dari istri-istri mereka.

__ADS_1


Kejahilan Nayla kali ini membuat ketiganya memutuskan mengibarkan bendera putih di depan rumahnya keesokan paginya. Nayla yang seperti biasanya ikut Bayu ke perusahaan memandang aneh dengan bendera yang dikibarkan ketiga tetangga barunya. Terlebih ada buket bunga yang bertuliskan.


Kami menyerah, mari kita berdamai Nyonya Bayu.


Bayu yang membacanya tak bisa menahan tawanya, ia merasa tak percaya kedua pengusaha sukses dan asisten yang ditakuti para pebisnis ini bertekuk lutut pada istri kecilnya.


Nayla senyum-senyum sendiri melihat tulisan ini. Nayla yang cerdas tak langsung percaya begitu saja dengan mereka yang tiba-tiba menyerah.


"Pasti mereka bertiga sedang menyusun strategi baru, gue harus waspada." gumam Nayla dalam hatinya.


Di perusahaan, Nayla tak ada yang dikerjakan selain membaca novel, main ponsel dan menganggu Bayu bekerja. Bosan dan jenuh ia rasakan. ia berharap Tuhan mengirimkan seseorang untuk mengusir kejenuhannya.


Ternyata doa Nayla terkabul. Suara ketukan pada pintu ruang kerja Bayu. Memunculkan Endah, Anna dan Jessica.


"Hai, kalian," sapa Nayla pada ketiganya.


Anna dan Jessica masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan Bayu. Ia langsung menghampiri Nayla yang tengah duduk di permadani dengan sofa bantal. Keduanya pun duduk bersama Nayla, tidak dengan Endah yang sedang mengintimidasi sekertaris Bayu.


Ia terus melangkahkan kakinya mendekatkan pistol di tangannya pada tubuh Novi yang sudah gemetaran. Novi dan Endah sudah saling mengenal satu sama lain. Novi adalah mantan simpanan orang tua angkatnya yang sudah tiada ditangan dirinya dan suaminya.


"Lo mau pergi atau mau nyusuk bokap gue ke alam baka hah? Disuruh siapa lo kerja di sini huh?" tanya Endah yang berhasil memojokkan posisi Novi.


Ia mencengkram wajah Novi dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menodongkan pistol di kepala Novi.


Seketika saja suasana menjadi ricuh ketika banyak karyawan melihat Novi yang di cengkramdan di todongkan pistol oleh tamu pemilik perusahaan.


Novi tak ingin menjawab pertanyaan Endah, ia harus menjaga rahasia seseorang yang sudah membayar mahal jasanya untuk menjadi penyelinap di perusahaan Bayu, untuk menggoda dan membuat Bayu bercerai dengan Nayla.


Novi yang diam,membuat Endah kesal dan meradang. " Lo benar-benar nantangin gue Nov, Lo kira gue main-main."

__ADS_1


Dor!! [Satu tembakan di lepaskan Endah kelangit-langit kantor Bayu].


"Suara apaan tuh?" tanya Nayla dengan wajah bodohnya. Melirik Bayu kemudian kedua temannya.


"Udah gak usah dihiraukan, kita lanjutin aja ceritanya." ucap Anna yang mengarahkan wajah Nayla agar melihat ke arah dirinya dan Jessica.


"Mati gak nih anak orang?" cicit Jessica yang mencuri perhatian Nayla.


Bayu yang merasa ada yang tidak beres dengan kurangnya personil Geng istrinya itu, segera keluar untuk melihat ada apa.Ia yakin betul istri Jimmy sedang membuat keonaran di kantornya.


"Papi keluar dulu, Mami di sini aja."ucap Bayu sebelum keluar dari ruang kerjanya.


Bayu sudah merasa tak beres dengan pintu ruang kerjanya yang masih terbuka. Ia mempercepat langkahnya menuju sumber suara.


Sementara itu Nayla menatap tajam Jessica. tatapan tajamnya seakan mengartikan jika dirinya membutuhkan sebuah penjelasan.


"Si Endah ketemu mantan selingkuhan bokap angkatnya. ternyata dia jadi sekertaris laki lo. Dia curiga kerja di perusahaan lo dibayar seseorang. Masalahnya dia itu tipe perempuan penggoda. Sepandai apapun tuh cewek dandan kaya orang cupu tetap saja Endah kenali penampilannya." terang Jessica yang buat Nayla manggut-manggut.


"Pantas saja, pas dia datang feeling gue gak enak, untung punya teman kaya kalian. Ya udah sekarang kita lanjutlah. Biarin masalah itu udah Endah yang ngurusinkan." ucap Nayla santai.


Ketiganya pun kembali menceritakan kejadian semalam di taman kompleks secara bergantian.


Sementara itu, di sisi kantor Bayu yang lain. Kaki Novi sudah tertembus timah panas yang dimuntahkan dari senjata api yang dipegang oleh Jimmy.


Jimmy menembak karena kaki Novi hendak menendang perut buncit istrinya.


"Jawab pertanyaan istriku atau kau tahu sendiri akibatnya jika berurusan dengan kami!" perintah Jimmy yang berdiri di samping istrinya dengan senjata yang diarahkan ke kepala Novi.


"Maafkan saya Tuan, saya ini hanya orang suruhan, tolong jangan sakiti saya," ucap Novi yang memegangi pahanya yang sudah mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


Bayu terlihat bingung dengan sepasang suami istri devil ini yang melakukan adegan tembak menembak di perusahaannya. Andre yang melihat Bayu bingung segera menghampirinya.


"Sudah yuk, itu biar jadi urusan mereka. Lo tinggal tunggu beres saja. Tolong suruh karyawan lo buatkan kopi. Bau darahnya terlalu amis, sepertinya dia sering makan biawak atau buaya, rasanya mual sekali menyium bau darahnya, pengen muntah... Uekk!" ucap Andre dengan entengnya.


__ADS_2