
Seperti yang dikatakan Endah, tepat setelah jam makan siang. Zahra dipanggil ke ruangan presiden direktur perusahaan Adijaya group. Semua karyawan memandang dirinya penuh arti dan juga penuh tanya. Ada apa gerangan yang membuat dirinya dipanggil oleh orang nomor satu di perusahaan ini.
Sambil menunggu kedatangan Zahra, rupanya Leon tengah diintimidasi oleh Andre dan juga Jimmy.
"Sudah kubilang dia hanya masa laluku aku sudah tak memiliki perasaan apapun dengannya." Leon masih berusaha meyakinkan kedua adik iparnya yang terus mencecar pertanyaan yang sama pada dirinya.
"Jika kalian terus bertanya hal yang sama kalian hanya menambah kepusingan diriku. Apa kau tak lihat muka ku ini sudah babak belur dibuat oleh Endah. Masih tidak cukup kah penderitaanku ini untuk kalian?" Ucap Leon lagi sembari menunjukkan luka di hampir seluruh bagian wajahnya.
"Aku berkata jujur saja pada Anna hasilnya seperti ini, Apalagi aku selingkuh. Mungkin Endah sundah menembak mati diriku di hadapan kalian. Dan kedua putraku akan menjadi anak yatim karena perbuatan tantenya sendiri." Ucap Leon lagi, kali ini ia menyentuh dada kirinya dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpuk, dirinya seakan menunjukkan pada kedua adik iparnya itu, jika dia benar-benar merasa cukup menderita akan hal ini.
"Pecat dia untuk meyakinkan kami!" Pinta Jimmy pada Leon.
"Permintaan macam apa ini, dia tidak bersalah sama sekali kenapa dia harus dipecat, selama 4 tahun ini dia bekerja di perusahaan ini tanpa masalah. Dia banyak berkontribusi pada perusahaan ini." Tolak Leon yang masih memikirkan nasib Zahra.
Bukan karena dia perduli dengan Zahra, ia hanya tak ingin kedua adik iparnya melakukan sesuatu dengan sewenang-wenang seperti saat ini.
"Kalau kau menolak berarti kau memiliki perasaan padanya." Sahut Andre yang mulai melipat kedua tangannya di depan dadanya, tak lupa ia menatap tajam ke arah Leon.
"Apa kau bilang? Bukankah aku sudah jelaskan tadi----" ucapan Leon terpotong karena Andre memotongnya.
"Ingat Leon aku datang ke sini bukan sebagai adik iparmu, tapi aku datang ke sini sebagai kakak sepupu dari Anna dan sebagai Tuan Muda dari keluarga Kusuma." Sambung Andre yang membuat Leon terdiam.
Kini sang adik ipar datang dengan taringnya. Leon tak mungkin menolak permintaan Andre, jika ia sudah mendengar adiknya datang dengan jati dirinya yang sebenarnya.
"Iya baiklah, aku akan melakukannya untuk Anna dan juga kedua anakku." Jawab Leon yang tak bisa berkutik dan berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku Zahra, karir mu harus berakhir karena kesalahan ku." Cicit Leon di dalam hatinya.
Kini Zahra sudah berada di lantai paling tinggi di gedung perusahaan milik Adijaya group. Ia berjalan bersama dengan Ferdy yang berada di depannya.
Pria tampan berwajah datar dan dingin ini, diam membisu saat menjemputnya di ruang tim marketing.
Ferdi membukakan pintu ruangan Leon setelah sebelumnya ia mengetuk pintu ruangan kerja tuan muda dari keluarga Adijaya tersebut.
"Masuklah dan persiapkanlah kesehatan jantungmu dengan baik." Ucap Ferdy dengan kata-katanya yang penuh makna
Mungkin jika sebelumnya Zahra tidak bertemu dengan Amel dan juga Endah. Ia akan ketakutan dipanggil secara tiba-tiba seperti ini.
Di dalam ruangan kerja Leon, cara mendapati kedua pria tampan tengah menatapnya dengan tatapan tak suka. Keduanya sama sekali tak memperkenalkan diri pada dirinya. Keduanya juga tidak mengeluarkan sepatah kata apapun pada dirinya. Keduanya hanya menatap dirinya dan juga Leon secara bergantian.
Sebuah suara deheman, membuat Leon memulai apa yang harus ia bicarakan pada Zahra.
"Zahra maksud Saya memanggil kamu untuk datang ke sini. Untuk memberitahukan padamu, jika hari ini kamu saya berhentikan. Terima kasih atas kontribusimu selama empat tahun ini membantu perusahaan Adijaya group di bagian Marketing." Ucap Leon pada Zahra.
"Terima kasih Tuan Leon. Saya tidak keberatan diberhentikan oleh Tuan saat ini. Sebenarnya dalam satu minggu ke depan, Saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini. Karena ingin fokus pada rumah tangga yang baru saja saya bina. Jika boleh saya meminta sesuatu sebelum saya benar-benar keluar dari perusahaan ini. Tolong jangan katakan pada rekan kerja dan atasan saya, jika saya sudah diberhentikan oleh Tuan hari ini." Ucap Zahra dengan santainya.
Ketiga pria di hadapannya menyeryitkan kedua alis mereka, saat mendengar ucapan Zahra yang begitu santai menerima dengan legowo pemecatan dirinya secara tiba-tiba seperti ini.
"Baik jika hanya itu permintaanmu akan saya kabulkan. Dan mengenai hutangmu dengan perusahaan Adijaya, akan diperhitungkan dengan staff bagian keuangan perusahaan. Jika ada nilai lebihnya maka sisa uang tersebut akan ditransfer ke rekening mu." Balas Leon sembari melipatkan kedua tangannya di atas meja kerjanya.
"Terima kasih Tuan Leon. Kalau begitu saya pamit undur diri." Ucap Zahra yang kemudian sedikit menundukkan tubuhnya tanda jika ia menghormati ketiga pria yang tengah duduk memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Usai Zahra keluar dari ruangan kerja Leon, ketiganya pun berdiskusi merasa aneh dengan sikap Zahra.
"Kenapa mantan kekasihmu itu tidak bertanya mengapa dia dipecat ataupun menolak ataupun menginstruksi. Dia menerima begitu saja sungguh aneh." Ucap Jimmy pada Leon yang hanya bisa menjawab dengan mengangkat kedua bahunya. Tanda jika ia tidak mengetahui penyebab apa yang membuat Zahra langsung saja menyetujui pemecatan yang secara tidak hormat seperti ini.
Zahra yang sudah keluar dari lift langsung mengabari Endah jika dirinya sudah diberhentikan oleh Leon atas permintaan kedua pria yang ia yakini adalah adik ipar Endah dan juga suaminya Endah.
Endah yang mendengar informasi yang diberikan oleh Zahra, tertawa terbahak-bahak. Kali ini suaminya dan adik iparnya kalah start dengan dirinya.
"Baiklah Zahra mulai besok kau bekerjalah di sebuah butik untuk mengisi waktu kosongmu, kau bisa belajar menggambar desain sebuah baju di sana. Sopir yang aku perintahkan akan mengantarkanmu ke sana." Ucap Endah yang kemudian dia kan oleh Zahra.
Sementara itu di ruang kerja Leon. Kini Leon meminta Andre mengembalikan istri dan juga kedua anaknya.
"Aku tidak menyekap istri dan kedua anakmu. Mereka sendiri yang datang ke mansion ku."
"Tapi aku tidak diizinkan untuk masuk ke mantion mu."
"Aku tidak pernah tidak mengizinkan mu untuk masuk ke mantion-ku." Jawab Andre yang memang benar dia tidak pernah melarang Leon untuk datang ke mansionnya.
Ia segera menatap ke arah Jimmy yang memang semalam ia-lah yang mengatakan pelarangan untuk dirinya masuk ke dalam mantion Andre.
"Ya aku yang melarangnya, itu sengaja aku lakukan, karena aku tahu Anna pasti tak ingin melihatnya untuk sementara waktu." Ucap Jimmy yang mengakui dengan cepat apa yang telah ia katakan.
"Cih. Sok pengertian." Umpat Leon yang terlihat kesal pada Jimmy.
Karena ulah Jimmy, ia jadi babak belur seperti ini. Endah semalam memukuli dirinya seperti seorang maling. Adik perempuannya yang satu ini, memang tak pernah berpihak padanya. Mentang-mentang selama ini Anna-lah yang selalu menjadi dewi penolong dalam kehidupan kelam yang pernah ia jalani.
__ADS_1