Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Rencana Gila Niko


__ADS_3

"Siera!" gumam Nuga saat melihat kehadiran Siera yang terlihat sangat cantik di matanya.


Pria itu terkesima menatap Siera yang baginya jauh terlihat lebih cantik dan menawan dibandingkan oleh istrinya sendiri.


Siera semakin berjalan mendekat dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. Begitu pula Nuga yang menatapnya tak berkedip, seolah yang di hadapan matanya hanya ada Siera seorang.


"Selamat ya, Siena," ucap Siera seraya menyerahkan sebuah kado pada saudari kembarnya.


Siena tersenyum sambil menerima hadiah tersebut dan berkata, "Terima kasih banyak, Siera. Maaf atas kejadian tadi pagi. Aku sangat terkejut sampai Aku gak menolong Kamu."


Walaupun terlihat ramah dan lembut, entah mengapa Nikolai berpendapat lain tentang Siena. Paras seiras bak pinang dibelah dua, tak lantas membuat pria itu menyukai Siena sedikitpun. Ada perasaan janggal yang dirasakannya pada gadis itu, seolah semua sikap yang ditunjukkan oleh Siena hanyalah sebatas kepalsuan belaka.


"Ya gak apa-apa. Aku mengerti," jawab Siera.


Pandangan mata Siena kini teralihkan pada sosok Nikolai yang terlihat tak acuh padanya. Sedari tadi Niko hanya menatap tempat lain, seolah ia enggan untuk melihat Siena.


"Kau tidak ingin memperkenalkan pria yang di sebelahmu?" tanya Siena yang seketika membuat Nuga kembali dalam kesadarannya.


Nuga tersentak melihat Nikolai yang sudah berada di hadapannya. Kedua matanya bahkan membulat sempurna saat menyadari jika Niko adalah sosok yang sama seperti pria yang waktu itu ia lihat.


"Oh iya. Perkenalkan dia Nikolai, kekasihku," jawab Siera memperkenalkan diri.


"Apa, kekasihmu?" ucap Nuga tiba-tiba.


Dengan rasa bangga dan senyuman seringai yang menghiasi wajah tampannya, Nikolai mengulurkan tangannya di hadapan Nuga sambil berkata dengan lantang, "Nikolai Alexei. Saya calon tunangannya Siera!"


Perkataan Nikolai membuat semuanya tersentak, tak terkecuali Siera sendiri. Siera menggeleng perlahan, tak habis pikir dengan jalan pikiran Nikolai. Pria itu selalu saja membuat dirinya terkejut dengan tingkah lakunya yang tak terbaca.


"Calon Tunangan?" tanya Siena kembali menegaskan.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Kenapa anak pembuat onar sepertimu bisa bersama dengan manusia itu?"


Suara Ricky tiba-tiba saja terdengar hingga membuat semuanya tersentak. Berbeda dengan yang lainnya, Nikolai justru semakin tersenyum dan menggenggam tangan Siera erat.


"Hai kakak ipar, kita akhirnya bisa bertemu," sapa Nikolai yang seolah sudah memprediksi akan sikap Ricky yang tak pernah bersahabat dengannya.


"Siapa yang Kau sebut kakak ipar? Menggelikan," cibir Ricky.


Walaupun Nikolai tak pernah sekalipun memulai peperangan dengan Ricky, entah mengapa Ricky sangat membencinya. Setiap pencapaian yang Niko raih selalu saja membuat Ricky memanas. Ricky sangat menganggap Niko sebagai saingan sekaligus musuhnya yang nomer satu, sehingga bukan rahasia umum lagi jika Ricky selalu memancing pertikaian walau sekalipun tak pernah ditanggapi serius oleh Nikolai.


"Anda adalah kakak ipar Saya, karena Saya berniat untuk mempersunting adik Anda yang paling cantik," jawab Niko yang kembali membuat Siera hanya bisa menepuk keningnya


"Dasar tidak tahu malu!" bentak Ricky.


Sedangkan kedua orang tua Siera yang baru saja datang terlihat terkejut, terutama saat mereka mengenali siapa yang datang dan mengaku menjadi tunangan Siera.


"Ricky! Sudahlah, jangan membuat keributan di hari pernikahan adikmu!" Rani berteriak sambil berjalan menuju tempat anak-anaknya berada.


"Ya ampun, jadi Anda adalah kekasih putri bungsu Saya?" tanya Rani.


Spontan Siera memejamkan matanya, di saat Rani mulai mendekat ke arahnya, seakan. dirinya sudah bersiap jika tiba-tiba saja sang ibu kembali melayangkan tamparan pada wajahnya.


"Siera, kamu selama ini kemana? Kamu tahu gak, kalau Mami sangat mengkhawatirkan Kamu!"


Sikap Rani yang aneh semakin membuat Siera begidik ngeri. Entah apa yang membuat wanita itu tiba-tiba saja merubah peringainya, dan bersikap selayaknya seorang ibu yang baik dan penuh akan kasih sayang.


"Mami!" protes Ricky lalu dihadiahi sebuah tatapan tajam dari Rani yang membuatnya bungkam kembali.


Tatapan mata para tamu tak henti-hentinya mengarah pada Siera dan Niko, terutama para tamu eksklusif yang mengenal sosok Nikolai dengan baik.

__ADS_1


Sudah menjadi rahasia umum bagaimana Ricky sangat membenci Nikolai sebagai saingan bisnis yang tak pernah sekalipun bisa ia kalahkan, mereka sama sekali tidak menyangka jika ternyata adik dari Ricky lah yang bisa memikat hati pria yang terkenal dingin dan tak tersentuh para anak gadis mereka.


"Ya ampun, Saya sama sekali tidak menyangka jika Siera berhubungan dengan Kamu. Siapa sih yang tidak mengenal, Nak Nikolai. Saya benar-benar tidak menyangka jika bisa bertemu Anda secara langsung, pria yang diidam-idamkan menjadi menantu teman-teman sosialita Saya!" ucap Rani sangat antusias.


Perkataan Rani membuat Siera mengerti, jika bukan dirinyalah yang disambut oleh ibundanya, tetapi Nikolai yang merupakan pria kaya raya, bereputasi tinggi dan menjadi incaran para nyonya untuk dijadikan menantu.


Siera benar-benar terbiasa, hingga membuatnya tak lagi memperdulikan apapun yang ibunya katakan.


"Tadi saya dengar Anda mengatakan jika Anda adalah calon tunangan putri Saya. Jadi, kapan kalian akan bertunangan?" tanya Rani kembali.


Nikolai tersenyum seringai mendengar pertanyaan dari Rani. Tebakannya pun tepat sehingga membuat seluruh rencananya menjadi berjalan dengan sangat sempurna. Pria itu pun merogoh sesuatu dari dalam tuxedo putih yang dikenakan olehnya lalu tersenyum manis menatap Siera, hingga gadis itu tampak kebingungan.


"Di hadapan kedua orang tuamu aku meminta izin. Siera maukah Kamu menikah denganku?" tanya Nikolai seraya membuka sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin yang baru saja ia keluarkan.


Pernyataan pria itu sontak saja membuat seluruh yang ada di sana seketika tercengang, tak terkecuali Siera yang menatapnya tanpa berkata apapun.


'Ayo diterima!' Suara para tamu yang berteriak sontak saja menyadarkan kembali Siera dari lamunannya. Gadis itu menghela napasnya sambil terus mengumpat di dalam hati.


"Dasar orang gila!"


"Jadi, bagaimana Siera? Will you marry me?" tanyanya sekali lagi.


Mustahil bagi Siera untuk menolak Nikolai saat itu juga. Karena bagaimana ia mengira jika semua itu pasti adalah bagikan dari rencana gila yang sudah dirancang oleh Nikolai.


Memonopoli acara, dan membuat mereka menjadi pusat perhatian dibandingkan pengantinnya sendiri. Siera mulai menduga-duga jika hal itulah yang direncanakan oleh Nikolai.


Tatapan tajam penuh akan kebencian dilontarkan oleh Nuga dan juga Ricky pada pria berdarah Rusia itu, tetapi semua tak diindahkan olehnya. Nikolai hanya terus berfokus pada Siera, seakan hanya dia dan Siera sajalah yang ada di dalam sana.


"Ayo, jawab dong Siera. Mami dan Papi setuju kok!" seru Rani yang seakan memaksa Siera untuk menerima permintaan Niko.

__ADS_1


"Baiklah!" jawabnya singkat, padat, dan jelas.


...****************...


__ADS_2