Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Move On


__ADS_3

"Siera?" Siena mengerutkan keningnya, matanya menatap Nuga dengan sorot mencurigai. Tentu saja hal tersebut membuat Nuga salah tingkah, dan berusaha mencari alasan yang tepat dan tidak mencurigakan.


"Maaf, aku melamun."


"Kamu mikirin apa sih sampai segitunya? Mikirin Siera?" tanya Siena tepat sasaran.


"Siena, sebenarnya beberapa hari yang lalu Aku bertemu dengan Siera," ucap Nuga berasalan. Dia terpaksa memberitahukan perihal pertemuannya dengan Siera, karena tidak memiliki alasan lain yang masuk akal.


"Bertemu Siera? Kenapa Kamu gak bujuk dia untuk pulang?" Siena nampak percaya dengan alasan yang diberikan tunangannya itu. Semuanya terasa jelas bagi gadis itu, dengan sebuah foto Nuga dan Siera yang diberikan oleh temannya beberapa hari yang lalu.


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya , dan Aku juga sudah berusaha menanyakan dimana tempat dia tinggal. Tapi, Siera keras kepala tidak ingin memberitahukan tempat tinggalnya, bahkan Siera sama sekali tidak bisa dibujuk untuk kembali ke rumah. Maaf Siena, karena sejujurnya Aku terus kepikiran dengan Siera, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku sejak kecil," ujar Nuga kembali.


Siena pun berusaha mengerti dengan semua situasi yang menimpa Nuga. Walaupun sejujurnya perasaannya terasa janggal namun, gadis itu berusaha untuk percaya dan tidak membesar-besarkan masalah.

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar mendekat, Siena dan. Nuga mengalihkan pandangan mata mereka setelah tiba-tiba handle pintu ruangan tersebut bergerak.


"Hai, Siena!"


Siena terperangah saat melihat siapa sosok di balik pintu tersebut. Rambut hitam sepunggung dengan wajah yang sama dengan dirinya, tidak lain adalah Siera yang tiba-tiba saja datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"Siera!" seru Siena.


Kedatangan Siera yang tak diduga kembali membuat hati pria itu terombang-ambing, dan membangkitkan ingatan akan sosok pria yang saat itu bersama Siera.


"Bagaimana kondisi Kamu?" tanya Siera.


"Aku sudah lebih baik. Besok atau lusa Aku juga sudah bisa keluar dari rumah sakit," jawab Siena.

__ADS_1


Siena tersenyum sumringah, lalu kembali menatap Siera sambil menggenggam erat tangan saudari kembarnya dan berkata, "Ibu memajukan tanggal akad nikah Aku dan Nuga, Aku sangat berharap jika Kamu bisa datang!"


"Ya, tentu saja Aku akan datang. Mau akad nikah ataupun resepsi Aku akan datang walaupun tanpa Kamu minta, Siena," ujar Siera tersenyum.


Siera sudah menduga jika hal tersebut akan terjadi, karena bagaimanapun hanya ibundanya yang peka akan hubungan dirinya dengan Nuga. Namun, wanita paruh baya itu hanya menutup mata dan telinga, berpura-pura jika dia tidak mengetahui apapun akan perasaan putri bungsunya dan terus memaksakan perjodohan Nuga dan Siena.


Selama berada di rumah sakit, Siera berusaha untuk menutupi semua perasaannya. Saat ini dirinya tak ingin kembali terlihat menyedihkan, karena sudah ada seseorang yang akan selalu ada di saat dirinya membutuhkan bantuan. Siera tak merasa sendiri lagi, karena itulah saat itu ia memutuskan untuk kembali menampakkan diri di hadapan saudari kembarnya, untuk memulai lembar kehidupan yang baru.


"Selama ini Kamu kemana? Kamu sama sekali tidak menerima telepon dariku, dan Kamu hanya mengabarkan jika Kamu baik-baik saja. Asal Kamu tahu, Aku sangat khawatir. Siera Aku mohon, Kamu pulang yaa!" pinta Siena dengan tatapan mata yang seakan memohon dengan sepenuh hati.


Tawa kecil terdengar dari bibir Siera, ia pun berkata dengan tegas, "Tidak Siena. Aku sudah mendapatkan kehidupan baruku, segera Aku akan memperkenalkan padamu seseorang yang sangat istimewa. Jadi, tolong berhenti menghawatirkan Aku!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2