
"Mas," panggil Nayla untuk pertama kalinya pada Bayu. Kali ini tanpa sindiran atau pun sebuah omelan.
Suara panggilan Nayla yang begitu lembut di telinga Bayu, hingga membuat Bayu terdiam dan terpana mendengarnya. Pasalnya selama Nayla berada di rumah sakit ini, Nayla tak pernah sekali pun memanggil dirinya dengan sebutan nama apalagi dengan kata "Mas". Nayla biasanya memanggil suaminya dengan kalimat sindirannya yang membuat Bayu mau tak mau harus menghampiri istrinya. Ya, istrinya yang tengah mengomel tanpa koma apalagi titik disetiap kata yang terlontar dari bibir tipisnya itu.
"Mas," panggil Nayla lagi, masih dengan nada lembut dan terkesan manja.
Nayla kembali memanggil Bayu karena ia melihat suaminya hanya terdiam terpana menatap dirinya, tanpa mau menyahuti panggilannya itu.
"Hummm apa Nay?" Sahut Bayu yang berjalan menghampiri ranjang istrinya, ketika Nayla melakukan panggilan ketika dengan suara yang sedikit meninggi dan menghilang sudah suara yang manja dan mendayu-dayu itu.
"Kok Nay sih?" Protes Nayla dengan suaranya yang kembali meninggi dan cukup melengking.
Suara yang di yakini, siapa pun yang mendengarnya pasti akan berusaha menutup telinganya untuk melindungi gendang telinga mereka agar tidak pecah karena suara melengking Nayla. Jujur saja sebenarnya Bayu pun ingin melakukannya namun ia urungkan, karena pastinya itu akan membuat Nayla makin marah dan menyangka Bayu tak mau mendengar suara sariosanya yang begitu indah menurut pandangan Nayla.
Suara Nayla yang begitu melengking pastinya akan terdengar hingga keruangan tunggu keluarga yang ada di depan ruang kamar rawat Nayla. Suara yang sampai di ruangan itu pun mampu membangunkan kedua orang tuanya yang sedang istirahat tidur karena sudah kelelahan menjaga Nayla.
"Ya Allah, Nayla. Suara melengking kamu sampai masuk ke dalam mimpi Ayah. Benar-benar kamu ya Nay, kelakuan kamu makin bikin kita tepuk jidat, badan Ayah ini sudah rentek semua karena kamu terlalu betah banget nginep disini, nak. Ayah udah kangen banget dengan suasana rumah di siang hari, main sama bejo, burung ayah." ucap Gunawan yang terbangun karena suara protes Nayla yang begitu keras, memecahkan keheningan di ruang rawatnya.
Saat itu Gunawan hanya terbangun sesaat kemudian membenarkan posisi tidurnya yang tak nyaman di atas sofa bersama Riska, istrinya. Ayah Nayla itu kembali masuk ke alam mimpinya karena rasa kantuk dan lelah kembali menyerang dirinya.
__ADS_1
Sedangkan Riska hanya tersentak sesaat dan kembali tidur ketika sudah mendengar suara Bayu ada di dekat putrinya. Ia sudah tahu pasti putrinya sedang ambek-ambekan pada suaminya. Riska tak mau ikut campur apalagi ikut pusing-pusing memikirkan masalah rumah tangga putrinya. Ia hanya akan ikut campur jika diminta anak-anaknya untuk ikut menyelesaikan masalah yang dihadapi anak-anaknya. Selebihnya ia percaya dengan anak-anaknya yang ia anggap bisa menyelesaikan masalah yang dihadapai oleh mereka.
Jika kalian bertanya kemana Amel sekarang. Dia sudah kembali pulang karena sudah ada Bayu yang menjaga sahabatnya. Ia tak mau mengganggu Nayla yang akan melancarkan aksinya untuk membuka hatinya dan memaafkan kesalahan suaminya pada dirinya.
Walau bagaimana pun saat ini Bayu dalam keadaan yang tak baik-baik saja menurut Nayla dan Amel tapi sebenarnya tidak, karena apa? Karena ia datang ke tempat yang tepat. Seluruh masalahnya mengenai perusahaan dan masalah pidana Angel sudah diambil alih oleh Andre. Ia bisa sedikit lega karena bantuan sahabatnya itu. Saat ini ia hanya fokus untuk mendapatkan hati Nayla kembali. Mengembalikan keadaan rumah tangganya seperti semula lagi. Bagi Bayu ini adalah kali pertama dan terakhir, ia mempercayai ucapan orang lain mengenai istrinya yang berujung petaka.
"Ma-maaf sayang Mas khilaf. Mas ulang ya? Iya apa sayang, panggil Mas ada apa hum?" Ucap Bayu yang takut dengan omelan Nayla yang akan panjang kali lebar kali tinggi. Ia memgulang jawabannya seperti sedang meladeni anak kecil saja.
"Sini!!" Pinta Nayla pada Bayu sembari memukul ranjang tidurnya.
"Iya kenapa sayang?" Tanya Bayu yang sudah duduk di ranjang tidur Nayla dan kini sedang menatap manik mata sang istri.
"Mas, sayang gak sama Nayla?" Tanya nayla yang juga menatap manik mata Bayu.
Bayu menahan tawa dan rasa ingin muntahnya, karena bisa bicara semanis dan terkesan sangat lebay mengutarakan isi hatinya pada istrinya itu. Jujur saja ia tak pernah mengungkapkan cinta dengan cara seperti ini, bahkan pada Linda, mantan istrinya terdahulu.
Bagi Bayu cara mengungkapkan perasaan tak harus dengan kata-kata, cukup dengan action saja. Tapi hidup bersama Nayla, Bayu tak bisa lagi seperti itu, karena Nayla tak hanya butuh action saja. Ia butuh penjabaran dari lisan Bayu yang akan membawanya melayang ke kayangan karena ungkapan manis tentang perasaan suaminya pada dirinya.
"Manis banget sih jawabnya,tumben banget sih, Nay jadi GR nih Mas jadinya," balas Nayla dengan senyum tersipu malunya.
__ADS_1
"Kata-kata Mas gak lebih manis dari wajah kamu sayang, Nayla istriku yang cantik bak bidadari." Balas Bayu dengan rayuan mautnya, yang kembali membuat Nayla tersipu malu dan malah memeluk tubuh Bayu yang hampir tiga minggu lamanya tak tersentuh oleh istrinya itu.
"Mas bisa aja sih, hum jadi pengen melukkan kalau manis kaya gini," gumam Nayla di dalam pelukan Bayu.
"Ya udah peluk dong, udah lama gak di peluk sama kamu Nay, tubuh ini rindu belayan kamu loh Nay," tambah Bayu yang makin membuat Nayla mengeratkan pelukannya.
Setelah pulang dari pertemuannya dengan Andre. Bayu memang berusaha menjadi apa yang disarankan oleh Andre padanya, ini adalah tips dari Andre untuk meluluhkan hati Nayla. Tak mudah memang, tapi ia mulai mencobanya dan ternyata Nayla terlihat bahagia dengan gombalan sederhana yang ia ucapkan barusan.
"Mas kesambet setan gombal dari mana kok jadi manis kaya gini sama aku?" Tanya Nayla dalam pelukan Bayu sembari memainkan kancing kemeja suaminya.
"Kok kesambet setan sih? Emang kamu gak suka Mas kaya gini hum?" Bayu balik bertanya pada Nayla.
"Ya, habis aneh bisa berubah dalam sekejab. Nay suka kok Mas kaya gini, jangan berubah lagi ya! Mas harus mempergunakan mulut Mas yang seksi ini untuk memuji istri bukan untuk ngomelin dan merintah istri sesuka hati," jawab Nayla masih dalam pelukan Bayu.
"Ok baiklah, jika kamu suka, Mas akan seperti apa yang kamu mau mulai saat ini," tukas Bayu yang membuat Nayla menguraikan pelukannya dan kembali menatap manik mata Bayu.
"Serius Mas? Coba katakan sama Nay, atas dasar apa Mas melakukan semua ini sama Nay?" Tanya Nayla untuk meyakinkan dirinya dengan perubahan Bayu. Ia berharap Bayu bersikap seperti ini selamanya bukan hanya sesaat saja.
"Ya, Mas serius akan jadi apa yang kamu mau, jika ditanya atas dasar apa Mas lakukan ini semua, tentu saja atas dasar rasa sayang dan cinta Mas sama kamu, Nayla istri ku sayang, Mas gak mau kehilangan kamu, gak mau kamu pergi dari Mas, dan gak mau kamu direbut orang lain," jawab Bayu yang kembali membuat Nayla tersenyum.
__ADS_1
Kali ini setiap kata-kata yang keluar dari mulut Bayu tak henti-hentinya membuat Nayla terus tersenyum. Pertemuannya dengan Andre benar-benar merubah segalanya. Tak hanya merubah perusahaannya yang kembali baik, juga mengembalikan Angel ke kamar prodeo dan yang terpenting sekali, yaitu hubungan dirinya dan sang istri kembali membaik, bahkan lebih harmonis berkat tips yang diberikan Andre padanya.
"Thanks Ndre, saran mu begitu bermanfaat, pengalaman mu menaklukkan hati istrimu sangat membantu ku meluluhkan hati istri ku yang mungkin sebelas dua belas dengan istrimu," batin Bayu yang tersenyum senang. Nayla kembali mau menyentuhnya.