Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 148


__ADS_3

COD alias cash on delivery. Ya beberapa paket berdatangan ke mansion Jimmy dengan mode pembayaran cash on delivery. Endah tak merasa memesannya, begitu pula dengan Jimmy. Namun nama pesanan yang tertera pada barang-barang yang berdatangan tertulis jelas dengan nama Jimmy. Mau tidak mau Jimmy dan Endah membayar semua paket yang berdatangan di sabtu pagi ini.


"Mama tahu ini kerjaan siapa? Membeli paket dalam jumlah yang segini banyak dengan cara COD pula." Tanya Jimmy pada Endah. Saat keduanya memutuskan untuk duduk di taman depan mansionnya sembari menjemur anak-anak mereka di sinar matahari pagi yang cukup bagus untuk kesehatan. Sembari menunggu paket yang terus berdatangan tiada henti.


Endah menggeleng meski hati kecilnya berkata jika ini adalah ulah Nayla. Ya. Siapa lagi yang suka bikin onar kalau bukan Nayla. Jimmy harus membayar mahal kekalahan taruhannya kali ini.


"Serius Mama gak tahu?" Tanya Jimmy tak percaya dengan ketidak tahuan Endah.


"Serius Pah, Mama gak tahu, jujur Mama lagi malas mikir. Mikirin Papa saja Mama lagi malas."


"Haisttt... kok gitu? Jangan dong sayang Mama harus mikirin Papa. Semalam masih kurang ya? Jadi malas-malasan begini?" Tanya Jimmy sembari menyembunyikan wajahnya di curug leher Endah.


"Ya gitu deh Pah." Jawab Endah sembari mengusap-usap rambut Jimmy yang sedang bersembunyi di curug lehernya.

__ADS_1


"Papa punya ide Mah, gimana kalau kita titipkan anak-anak kita sama temen kamu itu. Kita kan sudah bayarin seluruh paket dia, dan dia harus mau jagain anak kita sehari ini aja." Saran Jimmy yang di sambut baik oleh Endah.


"Ide bagus Pah. Mama setuju, lagian hari ini ada Amel di sana. Cukup membantu Nayla untuk menjaga kedua anak kita, lagian mereka berdua hanya mengawasi suster pengasuh kita saja."


"Ya sudah. Kalau begitu Mama siapkan semua kebutuhan anak-anak kita dan pinta suster-suster pengasuh anak-anak kita untuk bersiap-siap ya. Sepertinya hari ini akan menyenangkan untuk kita. Kita akan buat suasana seperti waktu kita berbulan madu dulu ya sayang?" Ucap Jimmy yang tersenyum senang.


Sementara itu, Nayla dan Amel tengah tertawa terbahak-bahak melihat report barang-barang yang mereka pesan telah sampai dan dibayar oleh Jimmy.


"Itu urusan gampang, serahkan semuanya sama gue." Jawab Nayla dengam sombongnya.


Belum sempat Nayla ingin menghubungi Endah. Endah sudah muncul dengan menggendong salah satu anaknya. Ia dengan seenaknya memberikan anaknya Justin pada Nayla.


"Jagain anak gue, gue mau ada urusan sama suami gue." Ucap Endah saat memberikan anaknya pada Nayla yang terperangah melihat kedatangan Endah yang tak terduga dengan pasukan pengasuh anaknya yang sudah siap dengan gembolan brensong petong kebutuhan kedua anak kembarnya itu.

__ADS_1


"Jagain?" Cicit Nayla sembari melirik Amel yang duduk di sampingnya.


Tak lama kemudian, Jimmy datang menggendong Jovanny dan memberikan Jovanny pada Amel.


"Belajar punya anak ya Mel, ingat paket kalian sudah aku bayar, banyak uang yang sudah aku keluarkan untuk membayar paket kalian yang begitu banyak, jadi bekerjalah dengan benar menjaga kedua anakku ya? Ingat kalian berdua harus ikhlas, seperti aku yang ikhlas membayar paket untuk kalian berdua." Ucap Jimmy saat memberikan Jovanny pada Amel.


"Nay, gimana nih?" Tanya Amel yang saling memandang lemas dengan Nayla.


"Ya, mau gimana lagi, terima nasib deh nih."


Ditinggal suami dan calon suami keluar kota mau bersenang-senang dengan paketan gratis malah harus mengasuh anak orang. Kali ini Nayla dan Amel kena batunya. Tak semua rencana Nayla berjalan mulus.


Leon dan Andre yang mengetahui jika Endah menitipkan kedua keponakan mereka pada Nayla, merasa sangat bahagia. Pasalnya anak Endah dan Jimmy terkenal dengan suara tangisannya yang melengking jika susah meminta sesuatu. Entah mau makan, tidur, susu atau pun mainan.

__ADS_1


__ADS_2