Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 146


__ADS_3

Waktu pun berjalan begitu cepat, kehamilan Nayla sudah melewati bulan kesembilan. Mereka pun sudah tinggal di mansion baru yang telah disiapkan oleh Andre. Persiapan pernikahan antara Amel dan Hendra pun sudah di depan mata. Mereka hanya menunggu dua bulan setelah kelahiran putri Nayla, baru melangsungkan pernikahan.


Pernikahan ini sengaja dilangsungkan setelah Nayla melahirkan. Agar tidak terjadi drama melahirkan ketika pesta pernikahan berlangsung. Jika bisa diingat saat Nayla melakukan pesta ulang tahun di mansion Andre dan Jessica, Jessica malah melahirkan disaat pesta masih berlangsung.


Meskipun istri ketiga mereka sudah melahirkan, ketiga hot papa ini masih direpotkan dengan acara ngidam seorang ibu hamil. Percayalah jika rencana mereka untuk membalas dendam pada Nayla belum dapat di lancarkan, malah merekalah yang terus di kerjai oleh keinginan Nayla. Meski mereka sudah berusaha menolak permintaan Nayla dengan seribu alasan, tapi Nayla masih tetap mendapatkan keinginannya karena para sahabat terbaiknya yang merupakan istri-istri mereka. Selalu membantu mendapatkan apa yang Nayla mau.


Seperti hari ini dimana Nayla meminta dibuatkan sambel rujak oleh Jimmy, hanya karena Endah bercerita ketika hamil mereka sering memakan rujak buatan Jimmy. Begitu pula dengan Jessica yang bercerita jika Andre selalu memotongkan buah-buahan dengan bentuk yang lucu-lucu untuk dirinya, di tambah lagi Anna bercerita jika Leon selalu mengipasi dirinya saat ia merasa kepedasan dan membuatkan lemon tea dengan rasa yang pas dilidahnya.


Semua cerita ketiga sahabat baiknya ini akhirnya Nayla rasakan, karna Nayla hanya perlu berkata "mau" pada mereka. Semua keinginannya akan terwujud. Sebenarnya dia tidak benar-benar mau. Tapi cuma hanya ingin membuat ketiga hot papa itu ribet seribet-ribetnya.


"Rasakan anggap saja ini pemanasan dariku, aku tahu kalian sedang merencanakan sesuatu padaku, sebelum kalian melakukannya, aku akan mrlakukan serangan terlebih dahulu hehehe..." gumam Nayla yang hari ini sudah menjadi seorang ratu di mansionnya sendiri, demgan para dayang para hot Papa yang merupakan pebisnis muda tanah air yang sangat sukses dan terpandang.


"Tunggu pembalasan dari kami," gumam Leon dan Jimmy di dalam hatinya.


"Oh, nasib ya nasib. Kenapa hidup ku jadi seorang dayang setelah mengenal dia? Bagaimana ini Tuhan? Kapan berakhirnya? Aku sudah menyerah kenapa dia masih saja begini?" Gumam Andre yang bersusah payah memotongkan buah dengan bentuk imut untuk Nayla.


"Hai, Naylul, kau harus ingat! Jika putri mu, wajahnya harus mirip dengan diriku ataupun istriku!" Ucap Leon mengingatkan sembari mengipasi Nayla.


"Tidak janji. Karena aku tak membenci dirimu sama sekali abangku yang tampan. Aku malah sangat menyayangi dirimu. Huaaa..." jawab Nayla yang membuat Leon kesal.

__ADS_1


"Anna kau lihat dia bersikap menyebalkan, bagaimana aku tidak membencinya hingga membuat anak kita mirip dengannya." Leon berkata pada Anna yang tengah mengenakan pewarna kuku pada jemari tangannya.


Ya. Istrinya itu tengah mengenakan pewarna kuku yang dibelikan oleh Nayla yang baru saja pulang berbelanja dari toko kecantikan ternama. Nayla saat mengetahui fashion terkini dan mengetahui merek pewarna kuku yang kini sedang booming.


"Alasan!!" Tanggap Anna tanpa menoleh pada suaminya. Ia asyik dengan dunia perkutekan bersama kedua adik iparnya dan juga calon pemgantin baru yang sering menginap di mansion Nayla.


"Ishh... menyebalkan sekali dia, istri macam apa menanggapi ucapan suami hanya satu kata," gerutu Leon dengan suara pelan agar tak di dengar oleh Anna namun di dengar oleh Andre sang kakak sepupu yang sangat menyayangi adik sepupunya.


"Kau bilang apa? Adikku menyebalkan?" Geram Andre tak terima Leon berkata seperti itu pada adiknya. Leon yang melihat Andre marah dan membanting pisau pun, ikut tersulut emosi. Dia membanting kipas yang ia pegangi sejak tadi.


"Hei, kenapa kau marah? Dia itu istriku, wajar saja jika aku merasa sebal pada dia saat dia sangat irit bicara padaku." Balas Leon yang saling mengadu dada bidang mereka satu sama lain.


"Taruhannya apa?" Tanya Jimmy yang berusaha mengadu peruntungan saat ini. Jika dia menang dia bisa sedikit membalas kejahilan Nayla.


"Aku akan turuti permintaan Kak Jimmy selama satu minggu, begitu pun sebaliknya. Bagaimana deal?" Jawab Nayla yang membuat Jimmy tersenyum senang.


Jimmy yang berpikir jika kedua saudara iparnya tak benar-benar berkelahi pun. Memainkan matanya pada mereka berdua yang tengah melirik dirinya dan Nayla yang sedang membuat kesepakatan taruhan. Jimmy segera memberi kode agar Leon mengalah saja pada Andre, agar ia dapat memenangkan taruhan dari si ratu taruhan yang tak pernah terkalahkan selama ini.


Jika Jimmy menang, ini merupakan kekalah untuk pertama kalinya bagi Nayla, dan itu artinya rencana membalas kejahilan Nayla selama ini pun akan terwujud. Andre yang sebenarnya memang benar-benar tak terima Leon berkata demikian, memgambil kesempatan. Selama ini dia tak pernah bisa meninju kakak iparnya ini, meskipun ia teramat kesal dengan tingkahnya yang semena-mena pada dirinya.

__ADS_1


"Akan aku ambil kesempatan emas ini untuk membuat mu menggelepar karena tinjuanku." Gumam Andre di dalam hatinya.


"Si4l, sepertinya dia mau mengambil kesempatan untuk membalasku. Jessica, tolong abang mu ini adikku sayang, suami mu ini punya recana buruk untuk abang kesayangan mu." Gumam Leon sembari melirik Jessica dan Nayla secara bergantian.


Sungguh ia dilema, di satu sisi dia tak ingin mengalah dari Andre, karena Andre akan memgambil kesempatan untuk membalas perlakuannya. Dan di satu sisi ia ingin sekali membalas perlakuan jahil Nayla yang membuatnya harus menanggung kemiripan mutlak putra-putrinya dengan Nayla yang selama kehamilan Anna, ia benci.


"Bang Leon! BANG LEON! Aku pada mu Bang...." pekik Anna yang menyemangati suaminya melawan kakak sepupunya sendiri yang padahal sedang membela dirinya.


Andre melirik malas saat melihat Anna terlalu bucin dengan Leon. Andai saja ia mendengar apa yang di ucapkan suaminya, jika dirinya ini sangat menyebalkan karena irit bicara. Mungkin dia akan berpindah haluan mendukung Andre. Dan Jessica, jangan tanya kemana ibu dua anak ini sekarang. Ia dengan kedua bayinya dan juga calon menantunya, Sultan sedang main di taman belakang, setelah Endah telah selesai memakaikan pewarna kuku untuknya.


Suara keributan dari pekikan suara dari ke empat wanita yang saling menyemangati kubu mereka masing-masing pun terdengar jelas hingga ke taman belakang mansion Nayla.


"Suara apa ribut-ribut iti Sultan?" Tanya Jessica pada Sultan yang sedang mengajak main kedua anak Jessica yang berada di dalam stroller.


"Sepertinya ada pertarungan Mommy, apa Mommy mau melihatnya? Jika ia, mari kita lihat." Jawab Sultan yang selalu tersenyum saat bicara dengan Jessica.


"Ayo sayang! Mommy mau lihat," balas Jessica yang kemudian mendorong stroller masuk kembali ke dalam mansion.


"DADDY!!" Pekik Jessica saat melihat suaminya ada di atas tubuh Abang kesayangannya, pekikan suara Jessica membuat suasana hening seketika.

__ADS_1


__ADS_2