Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 130


__ADS_3

"Hai pentol korek, bantu aku menenangkan istri ku sembari menunggu Dokter datang," ucap Andre pada Nayla yang sedang duduk bersandar di sebuah sofa, dengan Bayu yang tengah sibuk membukakan sepatu high heels yang dikenakan oleh istrinya itu.


"Iya tunggu Kak, lagi dibukain sepatu dulu, pegel soalnya!" Jawab Nayla sembari menunjuk Bayu yang masih sibuk di bawah kaki Nayla.


"Masih lama kah Bay? Istriku sudah mengeluh kesakitan." Tanya Andre yang kelihatan sangat frustrasi menghadapi kelahiran putra dan putrinya.


"Tunggu sebentar, tinggal satu lagi nih. Jangan menyesal minta bantuan istri ku, dia itu bukan tim medis apalagi Dokter." Jawab Bayu yang membuat Andre tak sabar dan langsung mendorong Bayu minggir, hingga terjatuh dan membukakan sepatu Nayla tanpa perasaan.


"Mau dia tim medis atau bukan yang penting saat ini istriku ada yang menangani." Ucap Andre saat membuka sepatu high heels Nayla dengan kasarnya.


"Aduhh sakit kak Andre!" Keluh Nayla dan Bayu pun membola matanya melihat Andre menyentuh kaki istrinya.


Andre yang melihat mata Bayu membulat sempurna itu pun berkata, " Ini urgent, pahamilah sedikit posisi ku, lagi pula aku gak nafsu dengan kaki istrimu."


Andre segera menarik tangan Nayla dan membawa masuk ke dalam ruang bersalin Jessica yang sudah ada Endah, Anna, Ayumi, Milea, Dewi dan Lestari di sana. Jessica terlihat duduk kesakitan di sebuah sofa dengan dikerubungi wanita berbeda generasi, yang mencoba menenangkan Jessica.


"Eh jangan duduk dong Jess, ayo nungging Jess! Kasih jalan buat anak lo! Mohon maaf ibu-ibu tolong menjauh supaya Jessica bisa menghirup udara dengan bebas." Pinta Nayla dengan sok tahunya.


Endah dan Anna pun membantu Jessica untuk beranjak dari kursinya. Nayla memandu Jessica untuk nungging dan mengatur nafas panjangnya.


"Duh, Nay kayanya gue udah gak tahan udah ada yang mau keluar nih," ucap Jessica pada Nayla. Ia melihat dan menunjuk ke area bawah.


"Hah serius, ya udah lo jadi mau water birth apa di ranjang nih lahirannya?" Tanya Nayla.


"Emang lo bisa bantu gue lahiran Nay?" Tanya Jessica dengan wajah seriusnya.


"Udah urgent, hayolah jangan di tahan-tahan bahaya. Tenang aja gue berpengalaman kok. Gue sering nonton video orang melahirkan pakai cara itu dan gue pernah ikut bantuin kakak sepupunya Amel lahiran pake cara water birth." Jawab Nayla yang membuat Andre berinisiatif memanggil Amel yang duduk di luar bersama Hendra.

__ADS_1


"Eh kembarannya pentol korek, sini! Tolong cepat bantu istriku." Panggil Andre pada Amel yang penampilan kepalanya tak jauh berbeda dengan Nayla.


"Oke." Jawab Amel singkat yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat kearah Andre yang berdiri di ambang pintu.


"Mel, dia mau lahiran kaya Kak Mawar. Kuy bantuin Mel. Dokternya belum datang, dia udah mau merojol katanya." Ucap Nayla ketika Amel masuk ke dalam.


"Cus-lah Nay," sahut Amel yang langsung membantu Jessica melepas gaun yang dipakai Jessica, dan Nayla membantu Jessica membuka ****** ***** yang dikenakan oleh Jessica. ****** ***** yang Jessica kenakan sudah terlihat basah dan lepek, entah basah karena apa. Nayla pun kurang paham.


Nayla memandu Jessica masuk ke dalam kolam dan meminta Jessica untuk kembali nungging. Benar-benar lahiran bayi Prince dan Princess dibantu oleh tenaga medis dadakan yang memiliki sedikit pengalaman, yang bisa di bilang pengalaman yang datang hanya sebuah kebetulan.


"Ayo Jes, tarik nafas dalam-dalam dan buang dari mulut ya. Saat rasa mulas itu datang, dorong kuat-kuat okey." Ucap Amel yang sudah lebih berpengalaman dari Nayla, karena dia sudah dua kali membantu Kak Mawar melahirkan dengan teknik ini.


Kak Mawar sendiri adalah sepupu Amel yang berprofesi sebagai seorang dokter spesialis kandungan yang melahirkan dengan teknik water birth, saat ia melahirkan dengan teknik ini, ada Amel yang sedang berada di kediaman Mawar, hingga akhirnya Amel di libatkan untuk membantu proses kelahiran keponakannya itu.


Di sini Jessica yang tak bisa menahan sakit terlalu lama langsung saja mengikuti instruksi dari Amel dan Nayla dengan sarung tangannya sudah siap untuk mengambil Bayi Jessica yang akan keluar nanti.


Andre terus berada di dekat Jessica dengan wajah frustrasi dan penampilannya yang sudah berantakan.


"Hufftt...huftt...Aaaaaaaa..." pekik Jessica sembari mengejang. Ia mendorong kedua bayinya untuk keluar dari sarangnya.


Endah dan Anna sudah siap dengan selimut yang ada di tangannya.


"Mel, sini kayanya dua sekaligus yang keluar."


"Hah, gak mungkin pasti satu-satu dulu.


"Oe..oe..." tangis Princes yang keluar lebih dahulu dan Amel sigap langsung menangkapnya.

__ADS_1


Ia menggendong prince dan memberikannya pada Endah. Amel memberikan pada Endah karena sesuai dengan warna handuk yang di pegang Endah.


"Selimutin dulu Ndah, tinggal tunggu dokter yang akan memotong ari-arinya." Ucap Amel saat memberikan prince pada Endah.


Dan tak lama kemudian Jessica kembali mengejang, mendorong bayi princess untuk keluar dan "Oe...Oe..." Nayla menangkapnya dengan sigap dan menggendong princess yang akan menjadi calon menantunya kelak. Tangis Princess terdengar begitu nyaring melebihi Prince. Nayla membawa bayi Princess kepada Anna yang sudah siap dengan selimutnya.


Andre berkali-kali menyium kening Jessica, keduanya menangis haru, karena sudah resmi menjadi seorang Mommy dan Daddy di dunia ini. Tugas baru dalam hidup ini telah menanti mereka.


"Terima kasih, sudah berjuang sekeras ini melahirkan buah cinta kita." Ucap Andre yang berbisik di telinga Jessica.


Jessica tak bisa membalas apa-apa selain tersenyum dalam haru biru tangisnya. Dan tak lama kemudian Dokter pun datang dengan nafasnya yang terengah-engah.


"Ma-af saya terlambat." Ucap Dokter Kartika yang tergagap melihat dua bayi kembar telah dilahirkan dengan sehat dan masih dalam keadaan menangis.


Melihat sudah datangnya Dokter, Nayla dan Amel segera keluar, mereka sadar diri untuk tidak menuh-menuhin tempat. Walaupun ruangan itu sangat luas.


"Eh duo pentol korek mau kemana?" Tanya Andre yamg melihat keduanya berjalan menuju pintu keluar.


"Mau istirahatlah cape." Jawab keduanya dengan kompak.


"Makasih ya atas bantuannya, kalian tenang saja pasti aku akan memberikan kalian hadiah." Pekik Andre dengan tawa bahagianya, yang hanya di tanggapi oleh keduanya dengan satu kali deheman.


Di luar sana, Bayu dan Hendra sudah menekuk wajahnya, berbeda dengan Sultan yang terlihat sangat bahagia. Karena Jessica sudah melahirkan prince dan princess.


"Mami, apa mereka sudah lahir?" Tanya Sultan yang begitu excited.


"Sudah Nak, apa kamu tidak mendengar suara tangisannya?" Tanya Jessica balik.

__ADS_1


"Sultan bertanya hanya untuk menghilangkan rasa gugup mau bertemu dengan princess untuk pertama kalinya." Jawab Sultan


yang sok dewasa.


__ADS_2