
Melihat ada Fabian di ruang tunggu Dokter Nisa. Ya. Ada Fabian, pria dimasa lalu Jessica yang terobsesi dengan Jessica. Membuat Bowo dan Angel dalam posisi siaga.
Banyak orang yang mereka keduanya hubungi termasuk Andre. Andre yang sedang meeting bersama Jimmy, Leon, Bayu dan Hendra. Segera meninggalkan ketiga orang ini tanpa kata-katanya. Ia cukup mengedipkan matanya ada Jimmy, Jimmy sudah mengerti ada hal yang tak baik-baik saja setelah Andre menutup sambungan teleponnya dari Angel.
Dokter Nisa yang telat datang, karena harus menjemput anaknya di sekolah, di buat lari terbirit-birit ketika Bowo meneleponnya, jika istri Tuan Mudanya sudah datang dan tak bisa menunggu lama untuk diperiksa.
Sementara itu, Jessica duduk tak tenang diantara Anna dan Endah. Clara yang sudah biasa saja dengan Jessica, dapat mengerti jika mantan teman kerjanya ini tak nyaman dengan keberadaan suaminya.
Clara ingin menyapa Jessica namun suaranya terasa tercekal dengan suasana tegang dan hening. Namun Nayla yang tak suka dengan suasana seperti ini mulai mengoceh seperti burung.
"Sepi banget ya Sultan? Mami kaya ngerasa lagi ada di acara uji nyali deh sayang." oceh Nayla pada putranya, seakan menyindir semua orang yang menutup mulut mereka.
"Ya Mih, kita tinggal nunggu penampakannya aja nih. Tante Kunti apa Om Gun yang datang ya Mih? Kalau tuyulkan gak mungkin. Kan kita udah jadi tuyuknya," sahut Sultan yang selalu bisa mengimbangi perkataan Nayla.
Hahahaha... [ Tawa Jessica, Endah dan Anna pecah seketika mendengar Sultan menyahuti ucapan Nayla, ibu sambungnya].
"Gitu dong Mommy, Mama dan Bunda ketawa jangan diem saja," ucap Sultan yang berjalan menghampiri ketiganya, dan memeluk perut Jessica.
"Kamu tuh selalu saja bisa bikin Mommy tertawa sayang, anaknya siapa sih ini?" ucap Jessica yang gemas dengan Sultan.
"Anak Mami Nayla dan Papi Bayu, calon menantunya Mommy Jessica dan Daddy Andre." Jawab Sultan dengan penuh percaya diri.
Keempatnya tersenyum mendengar tingkat kepercayaan diri Sultan yang begitu tinggi, terlihat begitu menggemaskan ketika Sultan mencium perut Jessica berkali-kali.
"Cepat lahirnya Princes dan Princess ku." ucap Sultan yang bertingkah begitu manis.
Hal ini menarik perhatian Fabian yang terus menatap interaksi Jessica dan Sultan.
"Kamu selalu menjadi sosok wanita yang penuh kasih sayang Jessica. Meskipun kita tak akan pernah mungkin bersama, tapi rasa sayang dan cinta ku pada mu akan tetap ada dan tersimpan rapih di hati ini." ucap Fabian di dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara itu, Jimmy memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Membuat Bayu dan Leon yang duduk di kursi belakang merasa ketakutan setengah mati.
"Jimmy, kau sudah bosan hidup? Jangan ajak kami mati, kasihani anakku. Dia belum lahir kedunia ini, belum sempat melihat Papinya yang ganteng ini." ucap Bayu yang sudah perpegangan erat pada pegangan yang ada di atas pintu.
Begitu pula dengan Leon. "Jimmy, kau mau dipecat jadi adik ipar ya? Kurangi kecepatan mobil mu ini sekarang!" ucap Leon dengan matanya yang sudah hampir keluar dari cangkangnya.
"Diam!! Brisik!!" ucap Andre dan Jimmy kompak.
"Dasar adik ipar kurang ajar." umpat Leon kesal.
Kurang dari sepuluh menit mereka sampai di lobby rumah sakit. Andre langsung keluar dari mobil meski mobil belum berhenti dengan benar. Melihat Andre turun begitu saja, Jimmy pun ikut-ikutan turun tanpa menarik tuas rem tangan terlebih dahulu.
"Eeeee.... mobilnya masih jalan." ucap Bayu yang gelagapan melihat mobil yang sudah tak ada pengemudinya masih tetap berjalan. Apalagi di depan mereka jalanan sedikit menurun. Keduanya saling melihat satu sama lain.
"Dasar Adik ipar kurang ajar!" umpat Leon yag buru-buru melepas sabuk pengamannya. Begitu pula dengan Bayu.
Brakk!! [ Mobil milik Jimmy menabrak pagar rumah sakit].
Dukkk [ Kepala Bayu dan Leon saling bertabrakan].
"Aduh..." rintih keduanya. Mereka masing-masing memegangi kepala mereka yang saling berbenturan. Sakit tentu saja mereka merasa sakit.
"JIMMY!!" Pekik Bayu dan Leon bersamaan.
Suara hantaman mobil dan teriakan keduanya membuat orang-orang berlarian untuk melihat apa yang terjadi. Bayu dan Leon keluar dari mobil dan menjadi tontonan orang-orang yang sedang melihat mobil Jimmy yang ringsek menabrak pagar.
Malu. Tentu saja saat ini keduanya sedang merasa malu. Karena Jimmy dan Andre, Dia menjadi tontonan banyak orang. Pihak keamanan yang melihat kejadian ini dan melihat siapa yang mengalami kejadian ini segera membubarkan orangorang yang berkerumun. Salah seorang kepala keamanan menghampiri keduanya.
"Tuan apa Anda baik-baik saja?" tanya security itu yang melihat dari atas sampai bawah keadaan keduanya.
__ADS_1
"Menurut mu? Kepala ku benjol begini masih baik-baik saja." jawab Leon yang kemudian pergi meninggalkan security itu yang tak bisa berkata apa-apa.
Bayu pun ikut pergi meninggalkan mobil Jimmy yang sudah ringsek di bagian depannya itu. Saat Bayu melewati security yang tadi bertanya pada Leon, ia menepuk bahu security itu dan berkata, "Sabar! Ini ujian." Ucapnya sambil menahan tawa dan menahan rasa sakit dibagian kepalanya dengan mengusap keningnya yang benjol dan memar.
Sementara itu. Andre mempercepat langkahnya menuju ruang praktik Dokter Nisa. Sesampainya di sana, ia melihat Sultan yang sedang menciumi perut Jessica dan melihat Fabian yang matanya sama sekali tak berpaling dari Jessica.
"Kondisikan mata mu Fabian!" Pekik Andre dari muka pintu.
Suara Andre yang begitu keras mengejutkan semuanya termasuk janin yang ada di dalam perut kelima ibu hamil tersebut. Apalagi janin Jessica yang merespon suara Daddynya.
Fabian hanya tersenyum getir melihat Andre yang tak rela sedikit pun Jessica ditatap olehnya. Sementara Clara malah mengusap bahu Fabian agar menahan emosinya.
"Daddy Andre, mereka menendang-nendang mendengar suara Daddy yang menggelegar seperti petir." Ucap Sultan yang bersemangat memberitahukan Andre.
"Apa? Benarkah Son?" Tanya Andre yang lupa dengan amarahnya. Ia menghampiri Jessica dan duduk bersimpuh di depan sang istri.
Andre terbiasa memanggil Sultan dengan panggilan Son yang artinya anak laki-laki, bukan Samson ya.
"Bergeserlah sedikit Son, kau ini selalu saja menguasai istriku," ucap Andre yang mengangkat tubuh Sultan mendekati Endah.
"Sinilah ganteng, jangan sedih ya. Pada akhirnya nanti Princess pasti akan jadi milik mu kok." Ucap Endah yang membelai kepala plontos Sultan.
Sultan tersenyum menatap Endah dan memeluk Endah dengan penuh kasih sayang.
"Ekhmm..." dehem Jimmy yang suka cemburu jika Endah dipeluk oleh Sultan.
"Apa sih Papa nih, Sultan ini masih anak kecil, jangan cemburuan kaya gitu." Gumam Endah yang menatap Jimmy yang masih berdiri di ambang pintu.
"Biar anak kecil tapi dia itu pandai mengambil hati perempuan macam kalian." Sahut Jimmy yang masih setia berdiri di ambang pintu.
__ADS_1