
"Tidak usah cerita tentang masa laluku, sekarang kita bahas saja mengenai nasib kakak iparku ini, jika dia tidak kunjung sadar." Balas Bayu yang juga sengaja bicara dengan suara keras guna memancing kesadaran Hendra.
"Wah kayanya seru nih. Pesan pizza Ndre buat nemenin Bayu yang sebentar lagi akan mendongeng." Perintah Leon yang disetujui yang lainnya.
Tak sampai lima menit pizza pun datang keruang rawat Hendra.
"Lanjut cerita Bay, pizza sudah datang ini." Pinta Jimmy yang juga sudah jadi Papa-papa rumpi kalau sudah berkumpul dengan mereka.
"Jadi dokter yang menangani kakak iparku ini namanya dokter Pram. Ternyata kata istriku, dokter Pram ini pernah menyatakan cintanya sama Amel. Kemarin Dokter Pram ini mengatakan pada Amel secara terang-terangan, dia siap menggantikan posisi Hendra untuk menikahi dia tiga hari lagi. Jika kakak ipar ku ini tak kunjung sadar " Ucap Bayu yang langsung mendapatkan suara riuh dari ketiga hot Papa bersaudara ini.
"Wiuhhhh... seru juga kisah cinta Hendra ya hahaha..." Sorak ketiganya seperti orang sedang menonton piala dunia.
"Hen bangun, hen! Gede badan aja kau ini rupanya. Tidur mulu kau, calon bini mu mau ditikung Dokter tampan ini hahaha...cepatlah kau bangun. Jangan sampai telat!" Tanpa sadar Leon menendang ranjang tidur Hendra cukup kencang dan membuat seluruh tubuh Hendra terguncang.
"Telat kemana dia?" Tanya Jimmy meledek.
"Telat ke KUA-lah Jim, pertanyaan macam apa kau ini." Jawab Andre yang duduk di samping Jimmy.
"Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadi Hendra saat dia bangun nanti, Amel sudah jadi istri Dokter itu hahahahaha..." Tawa Leon begitu senang membayangkan penderitaan Hendra yang belum tentu terjadi.
Leon kembali menendang-nendang roda ranjang tidur Hendra, hingga tubuh Hendra terguncang kembali. Tanpa disadari Leon tanda-tanda Hendra sadar sudah terlihat. Hendra mulai menggerakkan jemarinya dan membuka matanya perlahan. Ia merasakan pusing yang luar biasa, namun telinganya begitu mendengar jelas suara tawa yang sangat dia ingat dan sangat menyebalkan baginya.
Ditambah sahutan tawa dari tiga orang lainnya yang sangat ia kenali. Tiba-tiba ingatannya berputar-putar tentang kejadian yang telah lalu dipeluk mata dan pikirannya. Ia terus mendengar nama calon istrinya digadang-gadang akan menikah dengan dokter yang tengah menangani kondisinya saat ini.
"Apalagi kalau si Hendra benar jadi hilang ingatan. Rezeki nomplok tuh dokter dapatin Amel. Ya gak?" Tambah Jimmy yang kembali membuat ketiga hot papa lainnya kembali tertawa.
__ADS_1
"Iya benar. Aku orang pertama yang akan menyaksikan dan menemani Hendra patah hati hahahahaha..." Tambah Leon yang kembali menendang roda ranjang tidur Hendra.
"Si4lan, bikin tambah pusing saja dia." Gumam Hendra sembari menatap tajam Leon yang masih belum tahu jika orang yang ia tertawakan sudah sadar.
"Pasti Leon akan menemani Hendra sembari minum kopi janji jiwa ya kan hahahaha...." Tebak Jimmy yang sangat mengetahui Leon sering minum kopi itu bersama ibu-ibu komplek, ketika menemani Anna kumpul-kumpul.
"Iya biar jiwa ku tak ikut terguncang kaya Hendra hahahaha." Sahut Leon yang kembali tertawa.
Hendra yang sudah berhasil mengumpulkan tenaganya langsung saja bangun dan menendang balik kursi Leon hingga Leon jatuh terjungkal.
"Aduuh...." Rintih Leon yang terjatuh.
Seketika Andre Bayu dan Jimmy berdiri dari sofa pandangannya langsung melihat Leon dan juga Hendra secara bergantian.
"Hendra, akhirnya kau sadar juga." Ucap Jimmy yang berjalan menghampiri Hendra. Sedang Andre langsung berlari mencari Dokter untuk memeriksa keadaan Hendra, dan Bayi segera menghubungi istrinya dan juga kedua mertuanya.
"Berhasil juga kita mancing dia bangun. Tahu kaya gini dari kemarin saja." Ucap Leon yang sudah bangun dan duduk kembali di kursinya.
Tak lama Andre datang bersama seorang Dokter yang tak lain dan tak bukan adalah Dokter Pram. Saat dokter Pram mendekati dirinya, Hendra membaca name tag yang dokter Pram gunakan. Tertulis nama dokter Pram di sana. Tiba-tiba saja Hendra menjulurkan tangannya bertanda jika ia menolak untuk diperiksa oleh dokter Pram.
"Cari dokter lain! Aku tidak mau diperiksa oleh dokter ini." Tolak Hendra yang membuat dokter Pram mengerutkan kedua alisnya.
Sontak ucapan Hendra memancing tawa Leon kembali pecah.
"Hahahaha... Tahu semua dia hahahaha..." Ucap Leon disela tawanya.
__ADS_1
Andre kembali meminta Dokter Pram keluar dan meminta Jimmy memanggil Dokter terbaik rumah sakit miliknya ini untuk menangani Hendra.
Setelah ditangani oleh dokter lain Hendra memaksakan dirinya untuk pulang. Dengan sangat terpaksa keempat hot Papa ini pun akhirnya membawa Hendra pulang ke mansion Bayu.
"Bay pinjem ponselmu," pinta Hendra sembari menjulurkan tangannya.
Bayu segera memberikan ponsel yang ada di saku celananya pada kakak iparnya itu. Ia sudah tahu apa yang akan dilakukan kakak iparnya dengan ponselnya, tentu saja Hendra akan menelpon sang pujaan hati.
"Halo Pak Bayu. Ada apa menghubungi saya malam-malam?" Sapa Amel di sebrang sana.
"Kenapa kau tak menunggu diriku di rumah sakit?" Tanya Hendra pada Amel, yang membuat Amel terkejut dengan suara yang berapa hari ini sudah sangat ia rindukan.
"Mas Hendra. Benarkah ini mas Hendra?" Tanya Amel seolah tak percaya dengan lawan bicaranya saat ini.
"Iya ini aku. Memangnya kau harap yang meneleponmu itu adalah dokter Pram?" Jawab Hendra dengan kecemburuannya.
Amel memilih mengabaikan kecemburuan calon suaminya ini. Ia lebih fokus menanyakan kabar sang pujaan hati.
"Kapan kau sadar mas? Sekarang kau ada dimana? Kenapa aku seperti mendengar suara banyak kendaraan di dekatmu?"
"Satu jam yang lalu mungkin aku baru sadar, dan baru tahu jika calon istriku mau ditikung oleh dokter yang menanganiku. Sekarang aku berada di perjalanan menuju mansion adikku. Aku akan tinggal di sana sampai hari pernikahan kita tiba. Jangan nekat untuk menemui aku sekarang! Karena ini sudah malam. Kau bisa menemuiku besok. Jangan lupa masakan sesuatu untukku yang enak!" Jawab Hendra panjang lebar.
"Iya, hati-hati di jalan ya. Besok pagi-pagi sekali aku akan ke sana." Balas Amel yang senangnya bukan main.
Ia terus berjingkrak-jingkrak kesenangan mengetahui calon suaminya sudah sadar dan terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
"Hai, Hendra ku harap kau tidak merepotkan kami karena telah memaksa pulang. Seharusnya kau ini masih harus dirawat. Takut sekali kau sama Dokter itu. Dia tak akan pernah menyuntik mati dirimu, dia itu bekerja di rumah sakit milik adik iparku." Ujar Leon mengingatkan Hendra.
"Aku tidak akan merepotkan Andre, Jimmy dan juga Bayu, tapi aku hanya akan merepotkanmu. Bukankah kau akan menemaniku sambil minum kopi janji jiwa?" Balas Hendra yang sudah bisa meledek Leon.