Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 241


__ADS_3

Di sebuah mobil sedan mewah. Pria paruh baya menatap sedih dengan keadaan putranya yang terbaring di atas pangkuannya.


"Bertahanlah Anderson. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit." Ucap Tuan Charles dengan suara yang terbata-bata dan manik matanya yang berkaca-kaca.


Di saat sang Daddy tengah panik dengan keadaannya, Anderson malah terlihat pasrah dengan keadaannya. Sungguh ia sudah tak lagi memiliki semangat untuk menjalani hidupnya.


Anderson lebih ikhlas jika Tuhan mencabut nyawanya, dari pada Tuhan tetap membiarkan ia hidup, tapi tanpa wanita yang ia cintai. Terlebih wanita yang dicintainya sudah tak lagi mau menerima dirinya lagi, karena telah bahagia dengan keluarga kecilnya kini.


Anderson terus menatap langit-langit mobil dengan tatapan kosong, manik matanya terus menitikan air mata kesedihan dan kepasrahan hidup.


"Anderson bicaralah! Jangan diam saja! Apa kau mendengar Daddy bicara, Nak?"


Tuan Charles terus berusaha membuat Anderson tetap sadar, dengan mengajaknya bicara namun Anderson seakan tak ingin lagi bicara dengan sang Daddy.


"Aku mendengarmu bicara Daddy, namun aku tak ingin lagi bicara padamu. Karena apapun yang aku katakan kau sama sekali tak mau mendengarnya. Apalagi menerimanya." Batin Anderson.


"Kenapa kau seperti pria bodoh yang mau dihancurkan hanya karena wanita murahan seperti Endah? Jangan jadi pecundang Anderson! Kuatkan hatimu! Kalau kau seperti ini, Kau sangat tak pantas menjadi putraku. Tuan Charles seorang anggota mafia dan bandar narkoba terbesar di negeri ini."


Anderson menarik senyum tipis sangat tipis hingga mungkin Tuan Charles tidak menyadari tarikan tipis dari bibir Anderson mendengar kalimat yang cukup menyakitkan hatinya.


"Apa kau bilang Daddy, aku ini pria bodoh? Kau memang benar aku ini pria bodoh dan juga seorang pecundang. Aku bodoh karena menuruti semua keinginanmu, aku menjadi pecundang juga karena dirimu. Ku letakkan hatiku padanya dan kau membuat dia mematahkan hatiku berulang kali. Bukan dia yang berhasil menghancurkan hidupku, tapi kaulah yang selama ini menghancurkan hidup dan impianku. Memang aku tak pantas menjadi putramu, jika memang aku bisa memilih, aku tak ingin ditakdirkan untuk menjadi putramu."


Mobil sedan mewah itu pun akhirnya tiba di pelataran rumah sakit tempat di mana Jimmy juga tengah ditangani oleh Septian dan tim dokter lainnya.

__ADS_1


Tubuh Anderson dibaringkan di atas brangkar rumah sakit, kemudian dibawa masuk ke dalam ruang IGD. Tak berapa lama berselang sebuah brangkar rumah sakit keluar dari ruangan operasi kemudian di bawa ke lantai paling atas, di mana sebuah helikopter milik rumah sakit Central Kusuma sudah menunggu kedatangan pasien istimewanya.


Ya, Jimmy akan dipindahkan ke rumah sakit Central Kusuma melalui jalur udara. Septian, Andre dan Bowo terus setia mendampingi Jimmy.


Setelah pasukan sapu bersih yang merupakan anak buah dari suaminya datang, untuk membersihkan area lokasi pembantaian, Endah dan ketiga wanita ini akhirnya bertolak kembali ke kota J dengan mengendarai mobil campervan yang tersisa di perkemahan itu.


Sementara itu kabar tidak mengenakkan yang diberikan oleh Ferdi kepada tuan Adam mengenai kondisi Jimmy saat ini, membuat harimau yang sedang tidur ini kembali mengaung.


Ditambah lagi Andre mengadukan apa yang terjadi pada Jimmy kepada sang Daddy, Tuan Brata.


Dengan suara bergetar dan menahan tangis Andre mengadukan apa yang terjadi pada Jimmy saat ini. Tuan Brata yang sudah menganggap Jimmy sebagai putranya, langsung saja bertindak tanpa lagi berbelas kasih.


"Daddy, Jimmy tertembak oleh anak buah Tuan Charles saat berkelahi dengan Anderson. Sekarang kami ada di rumah sakit swasta di daerah puncak bukit dekat perkemahan kami. Septian kini sedang melakukan tindakan operasi untuk membuang proyektil peluru dibagian perut Jimmy. Aku tidak tahu apakah Jimmy akan selamat atau tidak karena dia sangat banyak mengeluarkan darah."


Meskipun terkejut Tuan Brata berusaha untuk tetap tenang. Iya paham betul jika ia juga gusar, Andre di sana akan ikut bertambah gusar.


"Ya aku akan fokus pada Jimmy, Tapi tolong aku Dad, aku sudah berjanji akan membeli rumah sakit ini. Karena pada awalnya mereka tidak mau memberikan kesempatan untuk Septian melakukan tindakan pada Jimmy. Daddy tahu sendiri, kita tidak bisa percaya pada orang lain dalam penanganan Jimmy. Karena Jimmy banyak sekali memiliki musuh." Ucap Andre lagi, yang tak ingin ucapannya hanyalah sebuah bualan belaka saat ia meminta ruangan operasi untuk Septian melakukan pertolongan pada Jimmy.


"Oke baiklah, itu urusan yang sangat mudah. Daddy akan segera mengurusnya." Jawab Tuan Brata.


Usai sambungan panggilan telepon dengan putranya berakhir. Tuan Brata kembali segera memanggil kaki tangannya yang sangat ia percaya.


"Ratakan semua jenis usaha miliknya dengan tanah saat ini juga! Sebelum matahari terbenam aku ingin dia sudah mendekam di penjara." Perintah Tuhan Brata pada salah seorang kaki tangannya yang bernama Damar.

__ADS_1


Damar yang menerima perintah dari tuannya, segera melakukan apa yang diinginkan oleh Tuan besarnya ini.


Hanya dalam hitungan detik, gudang barang haram milik Tuan Charles terbongkar oleh pihak berwajib. Ratusan anak buah Tuan Charles diamankan.


Begitu pula dengan perkebunan ganja milik Tuan Charles, yang kini sudah diratakan dengan tanah oleh anak buah Tuan Brata.


Sudah tak terhitung lagi kerugian yang dialami oleh Tuan Charles karena anak buahnya sudah menyebabkan Jimmy terluka.


Beberapa club malam milik Tuan Charles mulai disegel dengan alasan yang bervariasi. Di saat ia sedang berusaha menyelamatkan kondisi putranya, yang sudah tak lagi bersemangat untuk hidup, kelima istrinya ikut diamankan oleh pihak berwajib karena tuan Charles tidak dapat ditemui untuk diminta pertanggung jawabannya.


Pihak tim pengacara yang dihubungi oleh Para istri Tuan Charles, memang sempat datang untuk membantu membebaskan kelima istri Tuan Charles. Namun, selamat mengetahui siapa maksud Tuan Charles saat ini. Tim pengacara itu pun lebih baik balik kanan daripada masa depannya akan ikut hancur bersama dengan Tuan Charles.


Sesuai permintaan Tuan Brata, pihak bank mulai membekukan kartu kredit dan juga kartu ATM milik Tuan Charles dan keluarganya. Hari ini Tuan Charles dan keluarganya benar-benar dibuat miskin oleh Tuan Brata, orang nomor satu yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di negeri ini.


Kehidupan Tuan Charles dengan sekejab mata berubah hanya dengan membalikkan telapak tangan.


Di rumah Sakit umum daerah puncak bukit.


Tuan Charles yang akan melakukan pembayaran dengan kartu saktinya yang berwarna hitam, yang biasa dimiliki oleh para Sultan pada umumnya. Untuk pertama kalinya mengalami kesulitan. Kartunya tidak lagi bisa dipakai. Hingga mengharuskan dirinya menghubungi pihak bank.


Betapa terkejutnya Tuan Charles ketika ia menghubungi pihak bank. Jika kartu tersebut sudah tidak dapat lagi digunakan. Karena nama Tuan Charles sudah dihapus sebagai salah satu nasabah dari bank tersebut.


Ia sudah tahu sedang menghadapi lawannya saat ini. Di negeri ini hanya satu orang yang bisa melakukan segala sesuatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ya, siapa lagi lawannya jika bukan Tuan Brata.

__ADS_1


__ADS_2