Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 131


__ADS_3

"Bayu, bisa singkirkan anak mu dulu dari putriku!" Ucap Andre pada Bayu yang malah tertawa melihat tingkah Sultan pada putri Andre yang ada di gendongannya.


Rupanya Andre jengah dengan Sultan yang terus menempel pada putrinya yang belum ia beri nama namun di panggil princess oleh orang-orang.


"Aku tak tanggung jawab jika putrimu akan menangis jika Sultan aku jauhkan ya." Sahut Bayu yang akhirnya menghampiri putranya setelah Nayla menyikut dirinya.


"Arghh... Pelet apa yang anak mu gunakan hah? Sehingga putri ku yang masih piyik ini terus mau didekatnya?" Tanya Andre yang dijawab tarikan kedua bahu Bayu, yang artinya Bayu tak tahu.


"Piyik? Kau kira anak mu itu anak Ayam, asal saja dia menyebut anaknya sendiri. Anehnya Jessica sama sekali tidak marah. Keluarga yang aneh." Gumam Bayu dalam hatinya. Ia mendekati putranya.


"Sultan sayang. Ayo nak, Mami memanggil mu," bisik Bayu yang membuat Sultan melirik kearah Nayla.


Nayla melambaikan tangannya memanggil sang putra. Sultan tersenyum dan segera berlari untuk naik kepangkuan Nayla.


"Mami muach..." Sultan memanggil Nayla dan mengecup pipi Nayla dengan penuh cinta.


Belum berapa menit Sultan meninggalkan putri Andre, putri Andre langsung saja menangis dengan kerasnya. Apalagi saat mendengar suara kecupan Sultan di pipi Nayla yang cukup keras terdengar.


Tangis Putri Andre pun semakin menjadi-jadi, hingga wajahnya memerah semuanya. Bisa dibilang sepertinya putri Andre cemburu dengan Sultan yang mencium Nayla. Andre mencoba mendiami putrinya yang menangis. Bukannya diam, putri Andre malah bertambah menjadi-jadi.


Ayumi, Lestari dan Milea coba membantu mendiamkan, tapi tetap saja putri Andre tetap menangis, dan tak lama dari putrinya menangis, sang putra yang ada di dalam gendongan Nenek Dewi pun ikut menangis.


Bukannya mendiami anak-anaknya Jessica malah asyik menertawakan ekspresi suaminya yang tiba-tiba saja terlihat sangat pusing mendengar anaknya terus-menerus menangis seperti ini.


"Kenapa Daddy? Muka mu itu sungguh sangat menggemaskan sekarang ya?" Tanya Jessica yang seakan meledek suaminya.


"Ah...terserah apa kata Mommy-lah, kamu sepertinya terlampau bahagia sekali melihat ku seperti ini ya," jawab Andre yang terlihat bingung harus berbuat apa. Memiliki anak kembar ternyata tidaklah mudah.


"Ughhh... Ini tak semudah yang aku bayangkan, menjadi orang tua itu ternyata begitu sulit," keluhnya yang didengar oleh Nico, ayah mertuanya.

__ADS_1


Nico menepuk bahu Andre dan berkata, "Sabar ya, nanti kalau sudah besar tidak akan seperti ini. Nikmati saja dulu prosesnya." Ucap Nico dengan santai namun tidak ditanggapi santai oleh Andre.


"Aish... Apa sih Ayah nih. Ayahkan tidak punya pengalaman memili anak kembar, bisa-bisanya bicara sesantai itu. Coba saja jika Ayah ada di posisi diriku, hummmm pasti dia akan stress seperti diriku." Gerutu Andre di dalam hatinya.


"Ayah, tolong bantulah aku ini! Bagaimana ini, dia menangis terus?" Ucap Andre yang mengeluh pada Ayah mertuanya. Ia seakan tak rela Ayah mertuanya duduk bersantai-santai dengan Jimmy dan Leon sedang dia repot sendiri.


"Coba berikan dia susu dulu Ndre!" Perintah Nico pada menantunya.


Andre kembali memberikan asi Jessica yang ada di dalam botol susu pada putrinya. Namun putrinya itu tetap menangis dan menolak botol itu dengan lidahnya.


"Dia gak mau ayah, gimana ini?" Tanya Andre lagi yang terlihat sudah tak tau harus berbuat apa.


"Coba cek popoknya, mungkin dia pipis atau pup." Perintah Nico lagi yang langsung dijalankan oleh Andre.


"Tidak Ayah, masih kering." Jawab Andre setelah melihat popok putrinya.


"Ndre, coba biarkan anak mu digendong Nayla." Perintah Nico dan Andre langsung menurutinya. Semenjak kehamilan Jessica, Andre menjadi orang yang sangat penurut, asal demi kebaikan istri dan anaknya.


Ia pun berjalan mendekati Nayla, ia mau memberikan putrinya pada Nayla. Namun saat ia ingin memberikan pada Nayla. Tangan Bayu menghadang dan mengambil putri Andre dari gendongan Andre. Bayu tak ingin istrinya bersentuhan dengan Andre. Cukup satu kali saat Andre mendorongnya hanya karena ingin cepat Nayla membantu istrinya melahirkan.


"Sini berikan pada ku," ucap Bayu saat mengambil putri Andre yang masih saja menangis.


"Ishhh... Kau pasti parno aku sentuh istri mu lagi ya kan? Sudah ku bilang, jagam berpikir yang tidak-tidak!" Singit Andre yang tak digubris oleh Bayu, saat Bayu mengambil putri Andre dari gendongannya.


"Owhh cep...cep... Sayang,,, cantik... Jangan nangis! Siapa yang nakal sayang, kok nangis humm? Daddy mu nakal iya...hummm cup...cup... Sini sama Papi saja ya," Bayu mengajak putri Andre itu bicara sebelum memberikannya pada Nayla. Tangis Putri Andre pun sedikit mereda tak sekencang tadi.


Melihat putri Andre digendong oleh Papinya. Sultan turun dari pangkuan Nayla.


"Papi mau cium Princess dong?" Pinta Sultan yang membuat mata Andre membola.

__ADS_1


"Hemmm jangan...!" Jerit Andre dalam hatinya. Ia tak berani melarangnya secara langsung, karena takut di keroyok oleh anggota keluarganya yang lain seperti beberapa menit yang lalu.


"Arghh... Pipi putri ku benar-benar sudah tak virgin lagi. Dia sudah mengambilnya. Awas saja kau Tuyul Sultan. Kau harus bertanggung jawab nanti," gumam Andre di dalam hatinya.


Bayu membungkukkan tubuhnya dan membiarkan putranya mencium lagi pipi putri Andre, entah untuk keberapa kalinya, yang pasti sudah banyak. Bayu tersenyum meledek ke arah Andre yang mukanya sudah runyam.


"Muachh princess, jangan nangis kakak ada di sini sayang!" Celoteh Sultan yang seketika membuat Putri Andre diam.


Semua yang ada di ruang keluarga tertegun melihat putri Andre terdiam hanya dengan celotehan dan kecupan dari Sultan.


"Belum apa-apa kenapa kamu sudah bucin dengan tuyul itu sih Nak, ya Tuhan kenapa jadi seperti ini putri ku." Sesal Andre seorang diri.


"Fix-lah kita besanan ya Jess. Lulut banget nih si Ncess sama Utan gue," celetuk Nayla yang didukung serempak oleh yang lainnya termasuk Kakek Abraham. "Setuju," Andre makin memutar bola matanya malas. Ia kira perjodohan anak piyik ini hanya sebuah wacana, tapi seluruh anggota keluarga malah menyetujuinya.


Kakek Abraham dan Paman Adam tak berhenti-hentinya tertawa di mansion Jessica semenjak kedatangan Nayla dan keluarganya. Masa tua yang selama ini dicita-citakan oleh dirinya benar-benar terwujud.


Sedangkan di tempat yang berbeda. Seorang wanita tengah merancang sebuah rencana untuk kembali memperjuangkan cintanya pada Bayu. Ya. Wanita yang tengah merancang rencana untuk merebut Bayu dari Nayla itu tak lain dan tak bukan adalah Diana.


Dua kali gagal untuk mendapatkan Bayu tak membuatnya menyerah. Ia masih ingin berusaha mendapatkan Bayu, sang pujaan hati. Kali ini ia bekerja sama dengan mantan kekasih Nayla, yaitu Tyo. Kekasih yang baru beberapa hari menjadi kekasih Nayla namun ditinggalkan oleh Nayla begitu saja, karena Nayla harus menikah dengan Bayu.


Tyo yang merupakan anak seorang pengusaha yang cukup ternama dan cukup berpengaruh. Dengan mudah memberikan posisi yang bagus untuk Diana bekerja di perusahaan milik keluarganya. Yang kebetulan sedang ingin membuat kesepakatan bisnis dengan perusahaan Bayu.


"Mereka sedang berada di kota D, ada rekan bisnis Pak Bayu yang baru saja melahirkan. Pertemuan kalian ditunda hingga dua minggu ke depan. Persiapkan diri mu agar terlihat lebih menarik di mata Pak Bayu." Ucap Tyo pada Diana di apartemen milik Diana, tepatnya di atas ranjang tidur Diana.


"Tentu saja, aku akan mempercantik diriku. Terima kasih atas bantuan mu Tyo. Jika aku sudah mendapatkan Bayu, pastinya kamu bisa mendapatkan Nayla bukan?" Sahut Diana dengan seringai liciknya sembari memainkan bulu-bulu halus yang ada di bagian dada Tyo.


"Brondong ini boleh juga, selain kaya, royal dan gagah di atas ranjang, dia juga mudah sekali dibodohi. Aku tak akan mau membantunya mendapatkan Nayla. Aku hanya akan fokus pada tujuanku untuk mendapatkan Bayu." Gumam Diana di dalam hatinya.


__ADS_1


__ADS_2