Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Bab 212


__ADS_3

Malam ini, lima orang pria tampan, gagah rupawan berjalan masuk ke salah satu club yang telah ditentukan oleh Patricia.


Kelimanya datang dengan segala hal yang dapat membuat orang mengalihkan perhatiannya, untuk melihat mereka sejenak atau terus-menerus, dengan sorotan tatapan mata yang sangat mengagumi bahkan memuja kelimanya.


Padahal kelima pria ini hanya datang dengan pakaian formal seperti biasa orang-orang kantoran, namun lima pria ini mempunyai daya tarik tersendiri di mata mereka.


Apalagi kelimanya tak lagi mengenakan dasi kerja mereka yang melingkar di leher. Ditambah lagi kelimanya seakan kompak membuka kedua kancing kemeja yang mereka kenakan. Menonjolkan dada bidang mereka yang menambah kesan seksi pada penampilan mereka.


Kedatangan mereka tak hanya di sambut dengan tatapan memuja para gadis tapi juga disambut dengan musik dentuman DJ yang terdengar begitu keras. Jika seseorang yang tak biasa memasuki club malam seperti ini akan merasa tak nyaman, karena suara dentuman musik ini akan menbuat gendang telinga terasa sakit.


Seakan kedatangan mereka ini sudah direncanakan oleh Patricia, kini mereka berada di dalam sebuah ruangan khusus yang ada di club malam tersebut.


Patricia mengundang beberapa wanita malam untuk menemani mereka dan juga sebuah tampan kecil berisi barang haram untuk dicoba oleh mereka.


"Rileks humm..." Senyum nakal Patricia terbit pada kelimanya.


Kelimanya kompak membalas senyum Patricia dengan menarik tipi sebelah bibir mereka.


Disaat Jimmy mencoba barang haram itu. Keempat pria lainnya menyaksikan tarian ero0tis yang disuguhkan di depan mata mereka.


"Waw, tak lebih bagus dari milik adikmu," bisik Bayu ke telinga Hendra sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Kita sedang main api. Jangan sampai kita terbakar sendiri. Habislah kita, jika mereka tahu kita ke sini." Balas Hendra yang juga berbisik di telinga Bayu.


Keduanya tertawa renyah, menertawakan diri mereka sendiri yang takut untuk nakal.


Berbeda dengan Bayu dan Hendra yang terlihat santai berada di sini. Andre dan Leon terlihat tegang. Karena dia tak pernah senakal ini masuk ke club dan keruangan khusus dan menyaksikan tarian macam ini.


"Wine?" Tawar Patricia pada Leon dan Andre yang hanya diam saja menyaksikan pertunjukan di depan matanya.


"No thanks." Tolak keduanya kompak.


Leon meang anti miras, sedangkan Andre sudah berjanji pada istrinya untuk tidak meyentuh minuman haram itu. Saking bucinnya dengan Jessica, dalam keadaan apapun Andre tetap menepati janjinya pada istrinya.


"Why?" Tanya Patricia sembari tertawa tak menyangka dengan penolakan mereka.

__ADS_1


"Sorry, aku tak biasa minum dan tak ingin." Jawab Leon tegas.


Kemudian Patricia mengalihkan tatapannya pada Andre. Seakan menunggu jawaban Andre kenapa menolak tawarannya untuk minum.


"Sorry Baby. Aku sudah meninggalkan minuman keras karena kesehatan ku." Bohong Andre, dengan alasan yang sangat masuk akal.


Jimmy yang memang sedang tidak baik-baik saja sejak mengetahui masalah yang mereka hadapi. Disuguhi wine langsung menengguknya.


"Kemana istri-istri kita? Pasti Amel mengatakan sesuatu pada mu di lapangan golf tadi, dengan bahasa planet kalian itu." Tanya Bayu berbisik di telinga Hendra.


"Kota D. Mengungsikan anak-anak." Jawab Hendra dengan berbisik.


"Ok," balas Bayu.


Patricia terus melirik ke arah Bayu yang terus berbisik dengan Hendra. Sadar menjadi ousat perhatian Patricia. Bayu mengedipkan sebelah mata genitmya pada Patricia.


Patricia tersenyum dan membuka blazer yang ia kenalan. Apa yang dia lakukan seakan sedang menggoda Bayu dengan tubuh j4l4ngnya.


"Bawa dia ke villa ku," bisik Hendra pada Bayu.


"Maaf Mami, aku harus melakukannya demi kedua orang tuaku yang lupa kita selamatkan terlebih dahulu." Gumam Bayu di dalam hatinya.


Ya. Kedua orang tua Bayu, sudah di culik oleh kawanan musuh. Tak hanya kedua orang tua Bayu tapi juga kedua orang tua Hendra dan Amel.


Mereka mengertahuinya, saat dalam perjalanan menuju club malam. Bayu dikabari oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah kedua orang tuanya.


Bayu segera beranjak dari sofa yang ia duduki, menarik Patricia dan mencium bibir Patricia di depan teman-temannya dengan buas.


Patricia sampai tak bisa mengimbangi permainan bibir Bayu yang sangat buas dan liar. Bayu tak memberikan jeda sedikit untuk Patricia memimpin permainan.


"Suami istri sinting, pakar kemesuman!" Umpat Leon yang di dengar Andre dan Jimmy.


"Hufftt hot Bay, lanjut!" Pekik Hendra yang sama gilanya dengan Nayla. Malah meminta adik iparnya melanjutkan kesalahan yang sedang dilakukan adik iparnya itu.


Andre dan Leon kompak menggelengkan kepala mereka, sedang Jimmy yang merasa bersalah kembali menenggak minuman keras yang baru saja ia tuang sendiri.

__ADS_1


"Aku mau melanjutkan lebih dari ini Nona Patricia. Apa kamu mau?" Ucap Bayu yang mengajak Patricia.


Patricia membalas dengan menganggukkan kepalanya. Bayu menarik pinggulnya hingga menempel pada miliknya.


"Aku mau kita melakukannya di tempat ku, kau mau baby?" Tanya Bayu sembari menciumi curug leher Patricia.


Bayu sengaja membangkitkan gairah Patricia padanya. Wanita akan menunduk, saat dia menginginkan gairah dan Hastuti alias hasratnya tertuntaskan.


Kembali Patricia mengangguk kepalanya. Tanda jika wanita ini setuju.


"Ok, let's go." Ajak Bayu tanpa memberikan kesempatan Patricia untuk mengambil tasnya.


Hendra dengan cepat mengambil tas Patricia, mengambil ponselnya, dengan kemampuannya sebagai hacker, dia langsung menyadap semua data-data di ponsel Patricia.


"Dasar j4l4ng bod0h. Kau kira kami bodoh." Umpat Hendra saat sudah mendapatkan data-data di ponsel Patricia.


"Sudah dapat, Ndra?" Tanya Jimmy menatap serius Hendra.


"Sudah. Sekarang kita tinggal pura-pura mabuk untuk keluar dari ruangan ini tanpa di curigai." Jawab Hendra.


Andre dan Leon kemudian melumuri mulut mereka dengan minuman keras yang ada di depan mereka, agar tercium aroma minum itu saat orang-orang club akan membantu mereka nanti.


Saat Andre dan Leon sedang melumuri minuman haram itu. Hendra naik ke podium dimana seorang wanita tetap menari dengan mata yang terus memperhatikan mereka.


"Baby, anggaplah kau tak melihat ini." Bisik Hendra sembari memasukkan guluan uang ke dalam bagian belakang celana wanita itu.


Wanita itu mengangguk patuh dan tersenyum senang mendapatkan uang banyak malam ini.


Bayu membawa Patricia ke mobilnya dengan terus memciumi Patricia, seakan ia benar-benar akan memberikan Patricia kepuasan di atas ranjang. Dan apa yang dilakukan Bayu ini agar tak mengundang kecurigaan kawanan mereka.


Dan saat Patricia sudah di dalam mobil Bayu. Tanpa di sadari oleh Patricia, seseorang sudah menunggunya datang. Siapa lagi kalau bukan Septian.


Dengan gerakan cepat. Saat Bayu memancing Patricia untuk naik ke tubuhnya. Septian langsung saja menyuntik sesuatu pada tubuh Patricia.


Tunggu kelanjutannya ya

__ADS_1


__ADS_2