Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 203


__ADS_3

"Ok. Kenapa lo gak coba untuk minta untuk orang tua lo buat datang ke sini? Gue rasa lo akan dapat quality time bareng sama keluarga kalian dan itu kesempatan buat kalian juga untuk minta maaf sama Jessica bukan?" Saran Amel pada keduanya.


Endah dan Anna melirik satu sama lain, tak lama kemudian keduanya menggelengkan kepala mereka bersama-sama.


"Ide buruk, lo gak kenal nyokap gue Mel, dia sebelas dua belas sama Jessica kalau marah dan kecewa. Gue nggak akan cuma di acuhkan sama Jessica tapi sama ibu juga," Tolak Endah. Ia menangkupkan keningnya dengan kedua tangannya, karena sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.


"Sorry, kalau begitu gue nggak bisa batu kalian." Ucap Amel sembari mengangkat kedua bahunya.


Amel sangat berbeda seperti Nayla. Walaupun memiliki otak yang encer tapi ia tidak mau ambil pusing ataupun resiko ikut campur dengan urusan orang lain. Sedangkan Nayla selalu mau membantu siapapun yang meminta pertolongan dia, meskipun dia harus berpikir keras untuk memecahkan masalah orang lain.


Hari demi hari dilalui oleh Anna dan juga Endah dengan tidak bersemangat, kedua suami mereka sudah berusaha agar Andre memberikan kesempatan pada istri-istri mereka, untuk berbicara dengan Jessica. Namun Andrenmenolak dan mengatakan istrinya masih butuh waktu untuk sendiri.


Berbeda dengan Anna dan juga Endah, Jessica menikmati hari-harinya seperti biasanya, penuh dengan warna. Dia terlihat fokus mengurus kedua anak kembarnya yang begitu lucu dan menggemaskan.


Tepat di hari ini pukul 02.00 siang, Nayla baru saja tiba di mansionnya, bersama dengan sultan anak sambungan dan juga Bianca Putri kecilnya.


"Mami Sultan kangen sekali dengan Almera, boleh Sultan ke mansion Mommy Jessica?" Tanya Sultan putra sambung pada Nayla.


"Kamu tidak merasa lelah nak?" Tanya Nayla yang mensejajar kan tubuhnya dengan putra sambungan itu dengan berlutut.


"Tidak Mami, Sultan sama sekali tidak lelah, apa boleh?" Tanya Sultan lagi dengan wajah yang penuh memohon.


"Tentu sayang, tapi Mami akan telepon Mommy Jessica terlebih dahulu." Jawab Nayla yang kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tas, yang masih ia jinjing.


Jika nomor ponsel Endah dan Anna, sudah diblokir oleh Andre dari ponsel istrinya, namun tidak dengan nomor ponsel Nayla. Selain Nayla tidak bermasalah dengan Jessica. Andre juga tidak mau mencari masalah dengan calon biasanya yang menyebalkan ini.


"Halo Jes, apa lo ada di mansion sekarang?" sapa Nayla ketika Jessica mengangkat panggilan teleponnya.


"Ya hallo Nay. Gue ada di Mansion kok gak kemana-mana. Ada apa memangnya Nay?" Balas Jessica.

__ADS_1


"Jagoan gue kangen sama calon menantu gue, dia mau ke sana, boleh nggak?"


"Hahaha.... Tentu saja boleh. Almera juga sudah mulai rewel dari dua hari yang lalu, mungkin karena dia sudah rindu dengan Sultan." Jawab Jessica dengan tawanya yang renyah.


"Oke kalau gitu tolong jemput dong anak gue. Gue nggak bisa nganterin dulu, Karena Mas Bayu minta dibuatin chicken katsu." Pinta Nayla pada Jessica.


"Ok. Nanti Angel akan jemput Sultan ke sana. Wah kalaua boleh tolong buatin chicken katsu sekalian buat gue ya. Nanti pas Lo jemput Sultan jangan lupa lo bawa."


"Oke sip nanti gua buatin. Kalau gitu gua tunggu kedatangan Angel, bye Jess."


Usai menutup sambungan telepon dengan Jessica, Nayla kemudian sibuk di dapur, ia berperang dengan alat masaknya membuat chicken katsu kesukaan suaminya.


Berita tentang kepulangan Nayla, rupanya dengan cepat sampai di telinga Anna dan juga Endah. Keduanya bergegas datang ke Mansion Nayla.


Keduanya datang setelah Sultan dijemput oleh Angela.


"Mandi," jawab Nayla asal sembari memutar bola matanya malas.


Plakk! [Endah memukul lengan Nayla, karena Nayla menjawab asal pertanyaannya].


"Aduhhh sakit, datang-datang mukul." Ucap Nayla sembari melirik Endah dan mengusap lengannya yang cukup terasa sakit akibat dipukul oleh Endah.


"Lagian lu jawab asal aja. Mana ada mandi di dapur, yang ada lo lagi masak." Ujar Endah dengan mata terus memperhatikan olahan apa yang sedang dibuat oleh Nayla.


"Ya lo aneh aja udah tahu nanya, pertanyaan lo nggak mutu banget jadi males gue jawabnya, mau ngapain lo pada ke sini? Gue lagi sibuk nih." Bales Nayla yang terus berkutak dengan bahan olahan Ayam di hadapannya.


"Nay, bantuin kita dong! Kita lagi ada masalah nih," Pinta Anna sembari membantu Nayla menyelimuti daging Ayam dengan tepung roti.


"Masalah apa yang bisa gue bantu?" Sahut Nayla yang balik bertanya pada Anna.

__ADS_1


"Kita punya masalah sama Jessica,"


"Oh masalah ya waktu itu?


"Heem... Bisa lo bantu kita?"


"Emangnya lo pada maunya gimana?" Tanya balik Nayla.


"Ya kita pengennya hubungan kita baik lagi sama adik bungsu kita itu." Jawab Anna dengan raut wajah yang sedih.


"Hahaha... Nggak usah sedih Ann, ini tuh pelajaran buat lo dan lo. Untuk lebih dewasa lagi bersikap. Gue bukannya mau nyeramahin lu berdua. Tapi selama ini gue punya masalah rumah tangga, gue nggak pernah libatin orang ketiga. Gue akan selesaikan itu berdua dengan suami gue sendiri. Karena ketika lo ngelibatin orang ketiga pastinya kan ada masalah lagi yang timbul, Ya seperti saat ini." Ucap Nayla sembari melihat kedua wajah Endah dan juga Anna secara bergantian.


"Ya gua akuin ini semua sumber masalah ini datangnya dari gue." Ucap Anna dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gue tau banget perasaan lo Ann, siapa yang nggak sakit hati kalau dengar ada cinta di masa lalu suami kita, yang muncul kembali di kehidupan suami kita. Apalagi kalau itu adalah cinta pertama suami kita. Rasanya pasti nyesek banget. Tapi semua nggak akan jadi seperti ini, kalau lu berusaha tetap tenang dan berdamai dengan perasaan lu sendiri. Seperti yang lo tahu gue nikah dengan duda satu anak. Gue akan tetap berhubungan dengan cinta di masa lalu suami gue sampai kapan pun. Karena dari cinta di masa lalu suami gue ada Sultan di antara mereka. Seperti yang lo tahu cinta di masa lalu suami gue pernah berusaha merebut suami gue dari gue. Sedangkan cinta di masa lalu Bang Leon sama sekali nggak merebut Bang Leon dari lo. Gue rasa Bang Leon sedikit berubah itu pasti, karena dia butuh waktu untuk meyakinkan diri dia sendiri tentang apa yang dia rasakan. Sebagai istri kita nggak bisa egois. Kita harus saling mengerti satu sama lain sama pasangan hidup kita Ann. Mereka itu bukan boneka kita yang harus ikutin apa mau kita. Beruntungnya lo tahu semua ini dari mulut Bang Leon bukan dari mulut orang lain."


Sejenak Anna terdiam. Ia berpikir dengan nasehat yang Nayla katakan. Melihat Anna hanya diam saja, Nayla kembali melanjutkan kata-katanya.


"Coba deh lo pikir aja bagaimana jadi gue dan perasaan gue, ketika Mas Bayu harus ketemu dan ngobrol dengan ibu kandung Sultan. Meskipun mereka bertemu untuk membicarakan mengenai tentang Sultan, tapi tetap sajakan, rasa cemburu akan hinggap di diri gue, gak hanya rasa cemburu aja tapi juga rasa takut mereka akan kembali itu pasti ada, tapi lu lihat sendiri kan gimana gue kelihatan biasa-biasa aja. Itu karena gua berusaha menahan segala keegoisan di dalam diri gue dan selalu berusaha percaya dengan suami gue. Kalau dia akan terus mencintai gue dan hidup bersama gue sampai maut memisahkan." Nayla kembali mencoba menasehati dan membuka pikiran Anna untuk tidak mengulang kembali apa yang telah terjadi dan ia lakukan.


"Gue gak sekuat lo Nay," sahut Anna dengan lirih.


"Semua orang itu sebenarnya kuat Ann, yang membuat orang itu terlihat lemah adalah ketika orang itu tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Orang itu dikuasai oleh emosi yang merasuki jiwanya, sehingga membuat orang itu bertindak tidak dewasa." Balas Nayla yang kemudian memeluk Anna.


"Gue akan bantun kalian kembali solid dengan adik kalian, kalian tenang saja." Ucap Nayla ketika memeluk tubuh Anna.


"Caranya?" Tanya Anna dan Endah bersamaan.


"Gak perlu tahu caranya bagaimana, yang pasti kalian akan berkumpul kembali dalam waktu dekat." Jawab Nayla dengan sangat yakin.

__ADS_1


__ADS_2