Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 206


__ADS_3

Kini Nayla dan Bayu sudah berada di lapangan golf yang berada di Kota J bagian Barat. Nayla begitu cantik Dan seksi menggunakan setelan baju khusus untuk bermain golf berwarna putih dengan rok mini di atas lutut yang mempertontonkan kaki jenjangnya yang putih mulus, begitu pula dengan keempat wanita lainnya yang kini tengah menguntit dirinya dan Bayu.


Bayu begitu asyik, larut dan fokus pada permainan bola golf miliknya. Keempat wanita yang menguntit mulai merasa bosan dan jenuh karena Nayla belum juga menunjukkan apa yang harus mereka pelajari.


"Apa yang mau di pelajarin, apa pula yang mau di tunjukkin sama si Nayla sih? Di jemur iya ini mah." Keluh Anna yang sangat takut kulitnya menghitam karena terbakar paparan sinar UV.


"Iya. Lagian kalian bertiga mau aja sih di surih jadi penguntit kaya gini." Tambah Amel yang memang sejak tadi tidak mau ikut dan tidak berminat untuk menjadi penguntit Nayla dan Bayu.


"Sabar dulu sih, jangan protes dulu! Gue yakin pasti dia bakal ngelakuin sesuatu di sini." Sahut Endah yang masih percaya Nayla akan menujukan sesuatu yang sangat menarik untuk mereka.


"Iya, gue masih sabar menunggu, gue yakin Nayla pasti akan nunjukin sesuatu yang harus kita coba sama suami-suami kita biar makin kelepek-kelepek." Tambah Jessica yang kali ini sependapat Endah.


Kini Bayu hampir saja ingin menyelesaikan permainannya, dan Nayla kini ingin pula memulai aksinya yang sejak tadi sudah di nanti-nantikan oleh keempat wanita penguntit dirinya yang sudah tak sabar.


Sejenak ia melirik kearah keempat wanita itu, dan melempar senyum penuh arti pada mereka. Anna dan Amel terlihat jengkel tidak seperti Jessica dan Endah yang terlihat masih excited.


Setelah melirik keempat teman baiknya, kini giliran Nayla melirik ke sekeliling orang yang ada di dalam lapangan golf itu. Nayla melihat bayak pasangan mata wanita yang menatap tubuh suaminya dengan tatapan memuja dan terpesona akan ketampanan dan karismatik wajah tampan suaminya.


Cemburu? Tentu tidak. Nayla malah bangga melihat suaminya di gandrungi banyak wanita seperti ini.


Usai melihat sekelilingnya Nayla menjatuhkan stik golf yang ada di tangannya. Ia mendekati Bayu. Nayla sedikit meraba tubuh atletis milik suaminya yang terus dipandangi beberapa wanita di dekat mereka terutama para candi golf yang tak kalah cantik dari ibu dua anak ini.

__ADS_1


Beberapa pasang mata begitu iri melihat Nayla dapat melakukan hal ini pada Bayu. Apalagi Bayu begitu menikmati apa yang dilakukan istrinya.


"Lihatlah Papi, mata wanita-wanita liar di sekeliling mu! Mereka seperti ingin menikmati keperkasaan mu yang hanya milik ku ini." Bisik Nayla tepat di telinga Bayu dengan suara seksi yang selalu mampu menggoda hasrat Bayu untuk memakan Nayla hidup-hidup di bawah kungkungannya.


Nayla mengecup pipi Bayu dengan sedikit menyesapnya, tak lupa tangannya sedikit meraba milik suaminya hingga membuat Bayu berdesir, begitu pula dengan Septian yang kembali tersiksa kelaki-lakiannya melihat kembali tingkah istri Bossnya. Ia hanya bisa garuk-garuk kepala dan menelan salivanya dengan susah payah.


"Sepertinya nanti malam aku harus ke club. Untuk menuntaskan si Jerry yang selalu tersiksa karena mu Nyonya." Ucap Septian di dalam hatinya saat Nayla sedikit mencengkram bokong Bayu.


Tak hanya Bayu yang tergoda dengan tingkah Nayla ini, hampir semua diantara mereka harus berusaha mengalihkan pandangan demi menyelematkan sesuatu yang akan mendapatkan harapan palsu tanpa penuntasan, salah satunya adalah Bowo. Pengawal setia Jessica.


Bayu yang tak tahan dengan apa yang dilakukan istrinya, langsung saja menarik pinggul Nayla, menempelkan pada sesuatu yang sudah mengeras sempurna di bawah sana. Nayla tersenyum puas saat Bayu menarik pinggulnya dengan kasar. Bertanda jika suaminya sangat menginginkan dirinya.


"Kamu sudah On fire Papi? I like it, but... Mami yakin Papi tak akan berani melakukannya di sini, bahkan walau hanya mencium bibir ini, yang selalu haus akan kecupan buas mu yang memabukkan." Ucap Nayla dengan senyum yang masih menggoda suaminya. Nayla masih berpikiran jika suaminya tak akan segila dan semesum dirinya.


Tanpa berpikir panjang Bayu kemudian menyambar bibir Nayla dengan bringas. Tanpa memberikan jeda untuk Nayla mengambil alih kepemimpinan dalam penyatuan bibir mereka yang terus bertaut tanpa henti, tanpa jeda dan tanpa perduli jika pandangan seluruh pasang mata menatap mereka dengan tatapan penuh arti.


"Jirr..... Jimmy mana Jimmy....woy!" Cerocos Endah yang malah terpancing dengan apa yang ia lihat. Endah berjingkrak-jingkrak tak bisa menahan diri dan menggigit bibirnya sendiri, saat melihat ciuman hot Nayla dan Bayu. Ini lebih parah dari pada film panas yang sering mereka tonton di mansion Nayla.


"Bowo, tanyakan pada Borni, apa suamiku ada waktu kosong!" Perintah Jessica yang juga menginginkannya.


Rupanya Jessica ingin langsung mempraktekkan apa yang ia lihat saat ini pada suaminya, yang tenga sibuk bekerja di perusahaan.

__ADS_1


"Ba-baik Nyonya muda," sahut Bowo tergugup.


Bagaimana ia tidak tergugup, pasalnya dirinya tengah berusaha mengontrol hasrat yang ada pada dirinya sendiri untuk tidak tergoda dengan apa yang ia lihat. Karena jika ia tergoda ia bingung harus melakukannya dengan siapa. Karena dia nasibnya sama seperti Borni dan Septian. Sama-sama masih jadi Jones sejati.


Melihat Nayla seperti ini adalah sebuah bencana untuk para kaum jomblo ngenes sejati seperti mereka.


"Sinting... Gak nyangka mantan dosen gue sama gilanya sama sahabat gue yang sekarang jadi adik ipar gue. Awas aja kalau Kak Bayu, ngajarin Mas Hendra kaya gini. Gue aduin sama Ibu dan Ayah. Kelakuan gak tahu malu mereka ini." Umpat Amel yang selalu tak menyukai gaya bercinta Nayla dan Bayu yang menjadi idaman ketiga temannya yang lain.


"Wihh patut di coba nih, Ayah pasti suka," ucap Anna dengan mata yang terus memperhatikan Nayla dan juga Bayu.


Usai puas menciumi Bayu, Nayla yang penampilannya sudah cukup berantakan, kemudian berjalan dengan gemulai seperti seorang peragawati, ia berjalan mendekati tiang hole, yang menjadi tempat tujuan Bayu.


"Selesaikan permainan mu Papi, sebelum kita lakukan permainan yang lain." Ucap Nayla saat menarik dan mencabut tiang hole itu.


Nayla duduk dengan membuka pangkal pahanya, sembari menjulurkan lidahnya ke arah Bayu.


"Lanjutkan Honey! Masukkan lah bolanya! Mami sudah tidak tahan." Ucap Nayla tanpa suara.


Sontak aksinya kali ini membuat Septian dan Bowo salah tingkah. Bowo tak hanya sekedar memalingkan wajahnya tapi ia juga bersujud dan membenturkan kepalanya ke padang rumput golf. Bertanda jika ia tak sanggup melihat ini semua.


Tak berbeda jauh dengan Septian, ia mengusap wajahnya dengan kasar dan beberapa kali berjingkrak. Merasa terpancing dan miliknya sudah mengeras.

__ADS_1


Bayu yang juga sudah terpancing dengan godaan istrinya, segera menggiring bola dengan stik golf yang ada di tangannya.


Saat bola golf Bayu berhasil masuk ke dalam hole. Nayla memberikan ekspresi seperti sudah mendapatkan kepuasannya. Bayu tersenyum dan langsung berlari menghampiri istrinya. Ia langsung menggendong istrinya dan membawa pergi istrinya untuk menuntaskan permainan mereka.


__ADS_2