
Di Rumah Sakit Central Kusuma, Nayla sedang memakan rujak buah buatan Amel. Kedua sahabat itu sedang menikmati mangga muda kesukaan mereka. Mangga Apel muda yang Amel sengaja petik di pekarangan rumahnya itu rasanya memang sangat enak untuk di rujak.
Mereka merujak sambil merumpi hal-hal seputar masakkan, makanan dan kampus seperti biasanya.
"Sambel rujak buatan lo enak nih mel di cocol sama kerupuk warung," ucap Nayla yang sedang mencocol sambel rujak buatan amel dengan potongan mangga apel di tangannya. Entah potongan mangga yang keberapa yang masuk ke dalam mulut Nayla, yang pasti Nayla dan Amel tak akan berhenti jika mangga Apel yang mereka rujak belum habis.
"Pakai kangkung rebus juga enak Blay, gue pernah nyobain sama si Bibi, wihhh mantapp bgt. Udah kenyang rujak auto molor ampe pagi. Kan kata orang makan kangkung bawaannya ngantuk." Tambah Amel dengan mengacungkan dua jempolnya, tak lupa ia menampilkan wajah yang merasakan kenikmatan tiada tara.
"Serius lo? Besok bawain ya? Gue lagi gak nafsu makan nih, tapi masakan lo jadi mood boster gue banget Nyet,"
"Ye, besok gue bawain, apa sih yang gak buat Lo. Eh, ngomong-ngomong laki lo kemana dah? Pergi lama amat, lo usir ya?" Tanya Amel dengan mata yang celengak-celinguk mencari keberadaan Bayu.
"Lagi ngurusin perusahaannya, katanya Bokap gue sahamnya jatuh gegara bokapnya Angel," jawab Nayla santai yang membuat Amel melongo.
Bagaimana bisa Nayla istri Bayu, terlihat begitu santai, sedang sang suami dalam keadaan genting. Karena masalah yang dihadapinya bukan main-main.
"Seriusan Lo Blay? Aksi balas dendam berarti ini Blay."
"Maksud lo aksi balas dendam gimana sih Nyet, gue gagal paham, coba jelasin!"
"Lo gak tahu apa pura gak tahu nih? Laki lu dalam masalah besar berarti, kasian juga dia ya! Bini mode ngambek, perusahaan jatoh, gak boleh kerja sama bininya, ya udeh siap-siap makan singkong sama garem lo pulang dari rumah sakit nanti,Blay."
"Udeh jelasin aja, gak usah banyak nanya dan cingcong deh lo,Nyet. Jangan bikin gue penasaran apa, cepat cerita!" Desak Nayla yang tak sabar ingin tahu.
__ADS_1
"Jadi gini, laki Lo udah nyuruh orang buat ngelaporin apa yang dilakuin Angel and the gengs sama lo. Laporan laki lo kuat karena ada bukti visum dari Bang Neil sama bukti rekaman CCTV kampus, dan si Angel sama teman-temannya udah di tangkap polisi. Nah mereka di tangkap pas lagi ada di kampus. Betapa hebohnya Blay, pas dia ditangkap. Gempar banget kampus kita pas mereka ditangkap. Si Angel teriak-teriak minta tolong dan gak ada satu pun orang yang nolongin dia. Anjim banget kan? Hahahaha..."
"Kasian banget tuh nenek sihir, makanya jadi orang jangan sok segalanya, mentang-mentang keluarganya tajir." Tambah Nayla yang tersenyum senang Angel sudah di tangkap polisi karena perbuatannya menganiya dirinya hingga seperti ini.
"Makasi Mas Bayu, sudah membela aku. Walaupun sekarang kamu jadi kena masalah karena aku. Ini ujian kamu mas, aku akan lihat bagaimana ketulusan hati kamu sesungguhnya sama aku." Batin Nayla yang tersenyum senang dengan apa yang dilakukan Bayu untuk membelanya.
"Lo tahu gak Blay?"
"Nggak. Lo belum cerita mana gue tahu."
"Hahaha.. sue lo. Gue belum lanjut cerita dah nyamber aja lo. Jadi gini banyak banget yang seneng pas Angel and the geng di tangkap, tapi banyak diantara mereka bertanya-tanya, si Angel punya masalah sama siapa, yang bikin dia and the geng apes sampai di tangkap sama polisi kaya gitu."
"Terus? Mereka pada curiga Angel punya masalah sama gue gak Nyet?" Tanya Nayla penasaran.
"Hahahaha... dia sampai pesta, emang sue banget dia. Gue benci banget sama dia, Nyet. Gue kalau inget gimana dia aniaya gue, cuma karena cemburu buta gak dapetin laki gue, pengen gue bunuh aja dia rasanya. Gue hampir nelen air seninya dia di toilet, pas kepala gue di lelepin ke situ."
"Uwekkkk....uwekkk... jangan cerita lagi hal itu Blay! Gue jadi pengen muntah. Pas gue datengin lo ke toilet aja. Badan lo udah bau pesing banget Blay. Gue rasa dia makan jengkol atau gak pete Blay. Air seninya bau banget. Hahahaha...."
"Hahahaha... iya bener. Bau banget air seninya."
"Kalau gue jadi dia. Gue malu banget sih di tangkap pas lagi ada di kampus kaya gitu. Dan gue denger dari salah satu Dosen yang lagi makan siang di kantin, Angel and the geng udah di DO hari itu juga sama pihak kampus,"
"Berarti mereka udah bener-bener penjara dong ya Nyet? Gak cuma di tangkap dan dibebasin karena bisa bayar uang jaminan?"
__ADS_1
"Udah di penjara sih yang gue denger, tapi banyak dari teman-teman kita bilang, dia bakal cepat bebas. Karena Bokapnya dekat dengan keluarga Abraham Adijaya. Ya lo tau kan keluarga itu bagaimana, apalagi keluarga itu udah berbesanan sama Keluarga Kusuma. Gue rasa laki lo sekarang lagi dalam masalah besar gara-gara belain Lo. Yah gimana ya, laki lo cuma Dosen dan punya usaha yang gue gak tahu apa. Yang pasti gak sebesar keluarga mereka. Laki lo ngelawan mereka sama ajah ngelawan raja hutan Blay." Terang Amel yang membuat Nayla terdiam memikirikan kondisi suaminya yang pasti saat ini tidak baik-baik saja.
"Iya juga ya Nyet, terus gue harus gimana dong sama dia?" Tanya Nayla pada Amel. Lagi-lagi dia selalu meminta saran yang terbaik dari sahabatnya itu.
"Ya kalau lo sayang, ya lo maafin dia. Jangan dianggap gak ada mulu, ntar kalo dia benar-benar gak ada lo kehilangan dia maknyesss sedihnya Blay. Sabar orang ada batasnya, cuma Nabi yang gak punya batasan dalam bersabar."
"Hooh Nyet... gue gak mau jadi jandes, miskin gak apa-apa yang penting jangan jadi jendes."
"Kenapa lo takut jadi jendes?"
"Ya elah pakai nanya, perawan ajah gue susah sold out, apalagi jadi jendes gue, bisa berkarat."
"Hahahahaha.... bisa ae lo Blay. Katanya lo sakit kok sekarang sehat-sehat aja?" Tanya Amel yang merasa heran dengan kondisi sahabatnya itu.
"Lah iya-ya Blay, gue kok sehat sekarang? Cuma makan rujak mangga apel buatan lo, sembuh gue. Wah lo emang sakti Nyet. Lo harus buka peraktek pengobatan Nyet. Rujak mangga menyembuhkan penyakit sakit kepala dan pusing tujuh keliling gitu take linenya." Jawab Nayla yang juga merasa takjub dengan kondisi tubuhnya setelah nakan rujak buatan Amel.
"Daripada gue buka praktek pengobatan, mending gue buka lowongan untuk cari suami idaman ya gak?" Balas Amel dengan mengedutkan kedua alisnya.
"Hahaha... gak sabar buat sold out lo,Nyet,"
"Iyalah, sahabat gue udah nikah masa gue masih sendiri aja, berdua sama bayangan doang hahahah..." balas Amel yamg kembali membuat keduanya tertawa.
Bayu yang baru tiba di ruang rawat Nayla, tertegun mendengar suara tawa riang istrinya yang kembali ia dengar.
__ADS_1
"Dia sudah sembuhkah? Secepat itukah dia sembuh? Tadi saat aku tinggal dia masih menjerit-jerit kesakitan, dan ini kenapa kedua mertua ku bisa begitu pulasnya tidur di sini? Apa obat yang di berikan Dokter Edo pada istriku sudah berhasil membuatnya sembuh secepat ini? Jika ia, aku sangat bersyukur. Dengan begitu permasalahan ku satu persatu bisa terselesaikan." Batin Bayu yang tengah berdiri di muka pintu.